Perbatasan

Sorotan terbaru dari Tag # Perbatasan

Ketua Komis II DPR RI Sebut Perkebunan Sawit Bisa Pertahanan  Ekonomi Wilayah Perbatasan Hukrim
Hukrim
Jumat, 05 September 2025 | 12:00 WIB

Ketua Komis II DPR RI Sebut Perkebunan Sawit Bisa Pertahanan Ekonomi Wilayah Perbatasan

Jakarta, katakabar.com - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menjelaskan pentingnya pembangunan perkebunan kelapa sawit di wilayah perbatasan sebagai langkah strategis perkuat ekonomi, sekaligus menjaga kedaulatan negara kesatuan republik indonesia atau NKRI. Melalui keterangan persnya di Jakarta, Rifqinizamy mengutarakan, wilayah perbatasan punya potensi besar belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, kehadiran usaha produktif seperti perkebunan sawit tidak hanya membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, tapi juga bisa menjadi pilar pertahanan melalui keterlibatan aktif penduduk setempat. "Sepanjang ribuan kilometer perbatasan darat kita, bisa dikembangkan perkebunan kelapa sawit atau sektor produktif lain. Tentunya dengan melibatkan pihak swasta, dan mempekerjakan warga lokal," ujar Rifqinizamy, Rabu (3/9) lalu. Legislator dari Nasdem ini menekankan, aktivitas ekonomi di perbatasan memiliki dua tujuan sekaligus, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan baru. Terus, memperkuat ketahanan negara karena warga yang terlibat dalam aktivitas produktif di wilayah perbatasan secara langsung menjadi “benteng kedaulatan” di daerah terluar. Selain itu, Rifqinizamy mengingatkan penegasan batas wilayah negara menjadi hal krusial untuk mengurangi potensi sengketa dengan negara tetangga. Ia mendorong Badan Nasional Pengelola Perbatasan atau BNPP untuk meningkatkan kualitas pos-pos tapal batas dengan fasilitas memadai sebagai bentuk penguatan kedaulatan negara. "Penguatan diplomasi juga tetap harus dijalankan. Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri punya peran penting menyelesaikan persoalan batas negara secara resmi," imbuhnya, dilansir laman EMG, Jumat (5/9). Dorongan legislator ini muncul di tengah perhatian publik terkait insiden penembakan warga di Nusa Tenggara Timur. Rifqinizamy menyebutkan, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya ketegasan dalam menjaga batas wilayah. Ia menegaskan aparat penegak hukum harus mengambil langkah tegas, dan jika melibatkan pihak asing, yurisdiksi hukum internasional bisa dijadikan alat menuntut keadilan.

Pemkab Sigi Dirikan Pos Terpadu di Perbatasan Hadang Transportasi Sawit Nasional
Nasional
Sabtu, 22 Juli 2023 | 16:13 WIB

Pemkab Sigi Dirikan Pos Terpadu di Perbatasan Hadang Transportasi Sawit

Sigi, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah tidak main-main terhadap perkebunan sawit ilegal. Pos Terpadu bakal didirikan di sejumlah titik persisnya di perbatasan kabupaten dan kota lain untuk menutup jalur keluar masuk transportasi pengangkutan kelapa sawit. "Nanti bakal didirikan Pos Terpadu di wilayah perbatasan, seperti Marawola, Kalukubula, dan Biromaru," tegas Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi dilansir dari elaeis.co, pada Sabtu (22/7). Menurut Samuel, Pos Terpadu itu.ide dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sigi. Di mana tujuannya untuk cek pengangkutan sawit dari maupun ke Kabupaten Sigi. "Setelah Pos dibangun, Kita tidak hanya sweeping pengangkutan pasir, ada masukan agar pos terpadu bisa cek kelapa sawit. Apakah itu bibit sawit masuk dari luar, atau hasil panen kelapa sawit yang mau dibawa keluar," ulasnya. Memang sambungnya, kita tidak berhak melarang pengangkutan sawit, minimal kita tanya siapa yang suruh. Dari mana ini? Karena sawit ini tidak ada izinnya di Sigi. "Pemkab Sigi tidak pernah dan tidak akan memberi izin untuk tanaman sawit di Kabupaten Sigi. Sawit itu mengganggu tanaman lainnya yang sudah lebih dulu ada di Sigi. Kami akan bagi bibit durian dalam bentuk besar-besaran untuk masyarakat. Sedang sawit ini yang kaya hanya pengusaha dan pemodal saja," bebernya. Diketahui, perkebunan sawit di Sigi terungkap secara tidak sengaja saat Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta mengunjungi lokasi banjir di Kecamatan Dolo Selatan pada Mei 2023 lalu. Setelah ditelusuri, ternyata luas kebun kelapa sawit di Sigi sudah mencapai sekitar 108 hektar tersebar di tiga kecamatan. Temuan itu mengejutkan, sebab Pemkab Sigi tidak pernah menerbitkan izin untuk budidaya sawit. Lantaran dinilai ilegal, Pemkab Sigi berencana memusnahkan seluruh tanaman sawit dan mengganti dengan komoditas pertanian lainnya.

Terobos Wilayah Perbatasan Malaysia-Indonesia, 2 WNI Diamankan Satgas Pamtas RI Nasional
Nasional
Minggu, 02 Juli 2023 | 15:43 WIB

Terobos Wilayah Perbatasan Malaysia-Indonesia, 2 WNI Diamankan Satgas Pamtas RI

Kapuas Hulu, katakabar.com - Satuan Tugas (Satgas) Perbatasan Pengamanan (Pamtas) Republik Indonesia-Malaysia Yonarmed 10 Bradjamusti Pos Mentari (BPM) lagi gagalkan 2 orang Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa melalui prosedur yang sah di jalan tikus, Dusun Badau II, Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, pada Minggu (2/7). Dari keterangan tertulis Penerangan Satgas, kejadian bermula saat Praka Asep Jajang dan Pratu Agistian sekitar pukul 04.30 WIB sedang melaksanakan jaga Pos 2 pos Koki Mentari. Tiba-tiba, mendengar suara orang sedang berbicara. Dengan sigap tim jaga mencari dan menemukan 2 orang bersembunyi di semak-semak di balik pohon sawit, hendak melintas dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur tidak resmi. Terus, kedua WNI diamankan dan digeledah isi bawaan. Begitu dicek tidak ditemukan barang-barang terlarang. Setelah diperiksa, Praka Asep Jajang dan Pratu Agistian membawa 2 orang PMI non prosedural tersebut ke Pos Koki Mentari untuk dilaporkan kepada Dan SSK 1, Kapten Arm Rizal Karisna. Berikutnya, Dan SSK I melaporkan kejadian kepada Pasiintel Satgas Yonarmed 10 Bradjamusti. Dan SSK 1 melakukan kordinasi kepada pihak Imigrasi perihal pengamanan 2 orang WNI, dan menyerahkan ke PLBN Badau untuk didata pihak Imigrasi PLBN Badau sesuai prosedur. Dansatgas Pamtas Yonarmed 10 Bradjamusti, Mayor Arm Ady Kurniawan menegaskan, dengan kejadian tersebut, kami tindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan instansi terkait, yakni pihak PLBN Badau dan Imigrasi Perbatasan Badau untuk proses lebih lanjut sesuai prosedural hukum berlaku. "Kami koordinasi dengan instansi terkait untuk proses lebih lanjut sesuai prosedural hukum berlaku," sebutnya.