Pemulihan Aceh Bukan Sekadar Fisik Tapi Rasa Aman dan Nyaman Masyarakat Beraktivitas Penting Nasional
Nasional
Senin, 05 Januari 2026 | 14:14 WIB

Pemulihan Aceh Bukan Sekadar Fisik Tapi Rasa Aman dan Nyaman Masyarakat Beraktivitas Penting

Jakarta, katakabar.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Provinsi Aceh tidak boleh hanya berhenti pada perbaikan fisik infrastruktur semata. Lebih dari itu, pemulihan harus sentuh aspek psikologis, yakni mengembalikan rasa aman dan kenyamanan masyarakat menjalani aktivitas harian. Hal tersebut diwujudkan Kementerian PU melalui percepatan pembangunan sumur bor air bersih di lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat kehidupan sosial warga, seperti tempat ibadah, fasilitas pendidikan, pasar, kantor pemerintahan, hingga Hunian Sementara (Huntara). “Masjid, sekolah, dan pesantren adalah ruang hidup masyarakat. Ketika air bersih tersedia di sana, warga bisa kembali beribadah dengan tenang, anak-anak bisa belajar dengan layak, dan risiko penyakit dapat dicegah,” ujar Dody Hanggodo. Ia menjelaskan, pemulihan fasilitas ini krusial untuk memastikan kehidupan sosial dan ekonomi warga dapat segera bangkit kembali setelah masa tanggap darurat. Sejak 28 Desember 2025 lalu, Kementerian PU telah memulai pekerjaan pengeboran sumur bor air tanah di sejumlah lokasi ibadah dan fasilitas umum. Saat ini, satu titik telah fungsional, yakni di Masjid Simpang Lhee, di Kecamatan Manyak Payed, yang segera dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa rumah pompa dan MCK. Pembangunan ini dilaksanakan secara terintegrasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU. Lokasi-lokasi ini dipilih agar air bersih dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sekitar (komunal), baik pada masa darurat maupun pemulihan jangka panjang. Berikut beberapa titik yang telah memasuki tahap pengeboran: 1. Di Kabupaten Aceh Tamiang: · Fasilitas Kesehatan: Puskesmas Karang Baru, Tamiang Hulu, Sekerak, Bandar Pusaka, Kuala Simpang, Rantau, Bendahara, dan Polindes Manyak Payed. · Fasilitas Umum & Ibadah: Pasar Manyak Payed, Masjid Babul Falah (Karang Baru), Masjid Al Ikhlas (Banda Mulia), Kantor Kecamatan Kuala Simpang, Huntara DPRK Aceh Tamiang, Ponpes Darul Muchlisin (Karang Baru), TK Nurul Ikhlas Telaga Muku II (Banda Mulia), dan Meunasah Meurandeh (Manyak Payed). 2. Di Kabupaten Pidie Jaya: Kompleks Dishub Pidie Jaya, Kompleks Perpustakaan dan Arsip, Meunasah Gampong Beurawang, Meunasah Balek, dan Meunasah Gampong Dayah Kruet. 3. Di Kabupaten Bener Meriah: Huntara Blang Rakal dan Huntara Tunyang. Dalam melakukan pengeboran sumur, Kementerian PU menerapkan pendekatan berbasis data hidrogeologi dan mitigasi risiko bencana. Kedalaman pengeboran bervariasi antara 60 hingga 82 meter, disesuaikan dengan hasil survei geolistrik untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan sumber air. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih yang aman, berkelanjutan, dan tetap berfungsi pada kondisi darurat akibat bencana hidrometeorologi ekstrem. Secara keseluruhan, khusus untuk Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian PU merencanakan pembangunan 47 titik sumur bor air baku yang tersebar di 30 lokasi pada 12 kecamatan. Rinciannya terdiri atas 14 titik sumur bor dangkal dan 33 titik sumur bor dalam. Setiap titik dirancang sebagai cadangan air bersih jangka menengah. Langkah ini berjalan seiring dengan penyediaan sarana pendukung darurat lain, seperti IPA Mobile, mobil tangki air, hidran umum, toilet darurat, dan toren air, yang telah beroperasi di Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Bedah Istilah Penguat Rasa: Micin, MSG, dan Glutamat Lainnya dI Industri Makanan Kesehatan
Kesehatan
Selasa, 15 Juli 2025 | 15:10 WIB

Bedah Istilah Penguat Rasa: Micin, MSG, dan Glutamat Lainnya dI Industri Makanan

lipat dibandingkan MSG tunggal pada dosis yang sama, sekaligus mengurangi kebutuhan penggunaan MSG secara kuantitatif. Komunikasi Label: Tantangan Etika dan Regulasi Dalam praktik labelisasi, penggunaan istilah seperti “No MSG added” diperbolehkan secara hukum selama MSG memang tidak ditambahkan sebagai bahan tunggal. Namun konsumen jarang menyadari bahwa bahan seperti yeast extract dan HVP tetap mengandung glutamat yang memiliki efek sensorik serupa.

Hari Raya 'Magelangan' Punya Rasa Opini
Opini
Rabu, 02 April 2025 | 11:02 WIB

Hari Raya 'Magelangan' Punya Rasa

Oleh: Agung Marsudi 'Karena hidup perlu banyak rasa' katakabar.com - Hari raya pertama di warung girli maksud hati menikmati lotek, gado-gado, es jeli, es jaipong. Eh, yang ada cuma "Magelangan". Hari raya kedua di Resto Risti, tertulis di buku menu ada nasi uduk sambal kacang, nasi uduk sambal goreng, lontong sayur, lontong opor telur, lontong opor ayam, soto daging, soto ayam. Ujung-ujungnya juga "Magelangan". Alasannya sederhana masih hari raya. Dua hari saya menikmati "Magelangan". Karena nasi dicampur mie yang kesohor itu terasa agak seret, saya selalu pesan 2 gelas es teh sekaligus. Biar seger. Setiap menunggu pesanan, dua hari ini saya membuka ulang antologi kedua pemikiran Sudirman Said, dalam buku berjudul "Bergerak dengan Kewajaran" terbitan Lamalera. Saya terkesima dengan _endorsement_ Erry Riyana Hardjapamekas, Komisioner KPK 2003-2007, kolega Sudiman Said, ia menulis, "Sudirman sedang mengingatkan kita agar bukan saja harus terus bergerak, namun juga teruslah menjaga gerakan itu dengan norma dan etika. Kita pun disadarkan bahwa, menjadi bermartabat itu bukan perkara sulit sepanjang kita mampu menjaga kewajaran." Dua kata, "bergerak" dan "kewajaran" itu kemudian menjadi judul buku ini. Menarik lagi ketika membaca, bab 11 tentang cita-cita Luhur Bernama Indonesia, di halaman 60, ada kutipan pertanyaan menarik, "Masihkah kata "Indonesia" dihuni oleh cita-cita luhur bangsa?" Lalu menjadi beda, menjadi istimewa, karena pada hari terakhir perjalanan saya, "Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia" berhenti di lapangan Bhirawa Yudha, Grup 2 Kopassus/ Sandi Yudha, Kartasura, mengikuti sholat Idul Fitri. Kenangan lama muncul kembali. Pulang ke markas komando"Naga Terbang"

Sensasi Rasa Tempo Dulu Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah Serba Serbi
Serba Serbi
Jumat, 01 Maret 2024 | 14:36 WIB

Sensasi Rasa Tempo Dulu Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah

Surabaya, katakabar.com - Bernostalgia sembari rasakan sensansi Rasa Tempo Dulu Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah Alun-alun Ramadhan bakal hipnotis pengunjung, dengan berbagai makanan Nusantara khas Ramadhan. Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah sambut bulan nan suci, ramadhan umumkan program spesialnya, Alun-alun Ramadhan, di Djaman Doeloe Resto & Bar. Program ini tawarkan pengalaman buffet dengan perpaduan lezat antara kuliner tradisional Indonesia dan sentuhan tempo dulu, yang menjanjikan pengalaman buka puasa buffet yang unik bagi semua kalangan. Program Alun-alun Ramadhan di Djaman Doeloe Resto & Bar, tamu bisa menikmati beragam hidangan khas Nusantara spesial ramadhan yang dirancang untuk semua kalangan bakal memanjakan lidah. Apalagi, tersedia berbagai macam hidangan menggugah selera dan berbagai macam dessert khas Alun-alun Ramadhan menggabungkan tradisi kuliner Indonesia dan sentuhan kuliner tempo dulu Nostalgia Bersama Program Ramadhan Menambahkan sentuhan nostalgia, program Alun-alun Ramadhan menampilkan musik keroncong yang memikat untuk mengiringi tamu saat berbuka puasa dalam suasana hangat dan meriah yang terinspirasi dari konsep alun-alun. Pengaturan alun-alun yang ikonik ini benar-benar menjadi panggung untuk pengalaman buka puasa yang mengesankan dan penuh makna. Berbagai pilihan makanan unik dan menarik tersedia di program ini, mulai dari hidangan aneka gulai dan rending daging khas Padang, nasi gudeg krecek khas Yogyakarta hingga pilihan kambing guling dan shawarma khas Arab Azam dipadukan dengan berbagai macam jajanan lawas yaitu rangin, lekker, gulali hingga putu ayu, program Alun-alun Ramadhan menggabungkan tradisi kuliner Indonesia dan sentuhan tempo dulu, meningkatkan pengalaman bersantap bagi tamu sepanjang bulan suci ramadhan. “Sambut bulan suci ramadhan, kami senantiasa memberikan pengalaman buka puasa yang terbaik untuk semua kalangan," kata Achmad Syaifudin, Hotel Manager Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah, lewat rilis diterima katakabar.com, pada Kamis kemarin. Selain itu, ujar Achmad, kami secara konsisten memberikan sajian makanan yang khas dan unik dengan harga sangat terjangkau. Alun-alun Ramadhan Ikon dari Djaman Doeloe Resto & Bar dimana semua kalangan dapat berkumpul, tertawa bersama menikmati semua sajian makanan. "Alun-alun Ramadhan buffet menghadirkan harga yang sangat terjangkau. Para tamu dapat menikmati beragam kuliner Nusantara dengan harga mulai dari IDR 500,000 net per orang dengan promo Buy One Get One untuk pengguna kartu debit atau credit BCA. Tamu dapat pula mendapatkan harga spesial early bird pada periode 1 hingga 15 Maret 2024 dengan harga IDR 185,000 net per orang, reservasi untuk Alun-alun Ramadhan buffet dapat dilakukan secara praktis via online di sini atau melalui nomor WhatsApp +62812-3451-7829," jelasnya. Selain itu, ulas Achmad, tamu dapat menuju Soiree Rooftop & Bar Surabaya, untuk menikmati berbagai macam Ramadhan mocktails dan jajanan lawas dalam program Nostalgic Bites terdiri dari kue lapis Surabaya, kue klepon, dadar gulung, arum manis dan masih banyak lagi sepanjang bulan Ramadhan. "Adapula Minuman mocktails yang menyegarkan terdiri dari Oasis elixir, Ramadan minty fizz dan Desert dream, setiap mocktail terinspirasi dari berbagai macam keindahan timur tengah perpaduan bahan-bahan dari kelapa, sirup caramel, hingga kurma puree dapat kita rasakan di minuman mocktails khas Ramadhan ini, cocok untuk berbuka puasa bersama keluarga dan teman, menciptakan atmosfer yang indah di atas kota Surabaya," sebutnya. Kontak: Faishal Azhar Complex Assistant F&B Marketing Manager – The Westin Surabaya and Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah E-mail: Faishal.azhar@westin.com

'Jakarta Tanpa Rasa' Opini
Opini
Rabu, 20 Desember 2023 | 11:13 WIB

'Jakarta Tanpa Rasa'

Oleh: Duri Institute,Agung Marsudi katakabar.com - Jakarta tak tidur. Makan tidak lapar. Minum tidak haus. Demokrasi berbayar. Semua serba bergaya. Tanpa rasa. Di gelap malam, ada secangkir nescafe alegria, 'Got your lipstick mark still on your coffee cup', kata Gary Barlow (Back for Good). Di cafe sudut kota, segelas es teh harga 2 kilo beras. Urban akrab dengan warteg, dan tikus yang berlarian, unjuk diri di keramaian. Transportasi umum mengaum. Kemacetan adalah mata pelajaran kesabaran yang tak pernah diujiankan. Di jembatan penyeberangan, para peminta-minta, melihat ganasnya kota dengan senyum kecut, kosong perut. Sementara, di kantor-kantor partai politik bertumpuk proposal minta-minta, ambil uang negara. Jakarta tak bisa meneteskan air mata. Matanya berdebu. Airnya kering. Nyinyir hujan yang membuatnya sering kebanjiran. Bukan soal siapa gubernur. Air tak pernah tebang pilih. Ia mengalir, meluap suka-suka. Siapapun presidennya. Jakarta bergulat, bergelut dengan politik kemelut. Dua arus besar massa, dulu puja puji Jokowi kini pembenci Jokowi. Dulu puja puji Prabowo, kini pembenci Prabowo. Dua arus itu nyata, atau boleh jadi hanya pura-pura. Untuk bertemu di putaran kedua. Anies, Prabowo, Ganjar, hanya pelari yang peras keringat, mau adu cepat pindah ibukota. Meninggalkan Jakarta, tanpa rasa.