Referensi

Sorotan terbaru dari Tag # Referensi

Apkasindo Hadiri FGD, Satu Bursa Tunggal Penting Referensi Perdagangan Sawit di Indonesia Sawit
Sawit
Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:43 WIB

Apkasindo Hadiri FGD, Satu Bursa Tunggal Penting Referensi Perdagangan Sawit di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) hadiri Focus Group Discussion (FGD) yang ditaja Institut Pertanian Bogor (IPB) bahas bursa sawit Indonesia, di Hotel Novotel Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/10) lalu. FGD ini digelar terkait pelaksanaan penelitian akselerasi peran bursa berjangka komoditas CPO Indonesia sebagai acuan pasar dunia oleh International Center for Applied Finance and Economics (InterCAFE) IPB. Ketua Tim Peneliti InterCAFE IPB, Prof. Dr. Dedi Budiman Hakim, MA.Ec, menjelaskan penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini sebagai upaya untuk menghasilkan kajian bagaimana Indonesia dapat menjadi acuan harga CPO dunia melalui ICDX. “Indonesia sebagai produsen terbesar seharusnya bisa membentuk ekosistem bursa yang reliable seperti bursa Malaysia,” ujarnya, dilansir dari laman sawitsetara.co, Kamis sore. Sedang Dr. Widyastutik, SE, M.Si., tim dari peneliti IPB, mencontohkan pemerintah Malaysia sangat mendukung bursa malaysia sehingga wajar jika saat ini harga sawit di Bursa Malaysia menjadi acuan dunia. Apkasindo diwakili Head of International Relation DPP APKASINDO (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, 'Mgt (Int.Bus), CC.,CL. Selain itu hadir perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan perwakilan Kementerian Perdagangan yakni BAPPEPTI, serta dari Bursa CPO Indonesia ICDX dan Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI). Menurut Djono, Bursa CPO Indonesia memiliki peran penting sebagai kunci transparansi dalam perdagangan sawit di Indonesia. "Sesuai dengan arahan Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Gulat ME Manurung, MP, C.IMA, C.APO, penting untuk memiliki hanya satu harga referensi acuan bursa CPO. “Bapak ketua umum menekankan satu bursa tunggal ini penting untuk mendapatkan referensi yang tidak membingungkan yang reliable dan berkeadilan, yang betul betul menggambarkan pasar sawit indonesia, ini sama seperti bursa IHSG, yang dapat menggambarkan industri-industri dan sentimen secara nasional,” ulasnya. Masih Djono, bursa CPO ini sebenarnya sudah masuk di dalam Permentan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Penetapan Harga TBS di mana pada regulasi sebelumnya hanya memasukkan tender KPBN saja. Aturan ini, sebutnya, menjadi dasar penting dalam penetapan harga TBS di seluruh provinsi penghasil kelapa sawit untuk mulai menggunakan harga bursa ICDX sebagai rujukan. Sudah semestinya, ucap Djono, Indonesia ini menggunakan harga patokan ekspor (HPE) 100 persen dari bursa CPO Indonesia. Apalagi saat ini HPE Indonesia adalah 60 persen dari bursa CPO Indonesia, 20 persen dari bursa Malaysia, serta 20 persen dari bursa rotterdam. Hal menunjukkan Indonesia masih ragu-ragu dengan produk sendiri. “Bagaimana negara lain bisa percaya bursa ICDX kita menjadi acuan harga internasional, sedangkan kita sendiri dalam negeri masih ragu dan masih menetapkan 60 persen. Kita harus optimis karena ICDX adalah harapan untuk petani sawit lebih sejahtera dan negara kita memiliki harga sawit yang berkeadilan dan stabil untuk masa depan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan acuan dunia, karena kita produsen terbesar kelapa sawit dunia” beber Djono.

Harga CPO Naik 0,22 Persen, Ini Faktor Pengungkit Kenaikan Referensi CPO Nasional
Nasional
Senin, 20 November 2023 | 10:55 WIB

Harga CPO Naik 0,22 Persen, Ini Faktor Pengungkit Kenaikan Referensi CPO

Jakarta, katakabar.com - Harga referensi minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) di periode paruh dua hingga penghujung November 2023 naik US$1,61 jadi US$750,54 per ton. Harga itu meningkat 0,22 persen dibanding harga referensi CPO di periode awal hingg paruh dua November 2023 lalu sebesar US$748,93 per ton. Naiknya harga referensi CPO menjauhi ambang batas US$680 per ton, makanya pemerintah mengenakan bea keluar (BK) CPO sebesar US$18 per ton dan pungutan ekspor (PE) CPO sebesar US$75 per ton untuk ekspor selama paruh kedua November 2023. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Budi Santoso menuturkan, sumber harga untuk penetapan harga referensi CPO didapat dari rata-rata harga di Bursa CPO Indonesia selama periode 25 Oktober 2023 hingga 9 November 2023 sebesar US$734,6 per ton, Bursa CPO Malaysia sebesa US$766,49 per ton, dan Pasar Lelang CPO Rotterdam sebesar US$820,68 per ton. Dijelaskannya, dalam Permendag Nomor 46/2022 menetapkan, bila terdapat perbedaan harga rata-rata dari tiga sumber harga lebih dari US$40, maka perhitungan harga referensi CPO menggunakan rata-rata dari dua sumber yang menjadi median dan sumber harga terdekat dari median. Jadi, pada periode dua pekan kemarin, harga yang cenderung relevan satu sama lain, yakni harga CPO di Bursa Indonesia dan Bursa Malaysia. "Sesuai perhitungan tersebut ditetapkan HR CPO sebesar US$750,54 per ton," ujar Budi lewat keterangan resmi, memasuki pekan ketiga November 2023, dilansir dari laman bisnis.com, pada Senin (20/11). Budi membeberkan Ada sejumlah faktor menjadi pendorong kenaikan harga referensi CPO, beber Budi, salah satunya dengan adanya proyeksi penurunan produksi kelapa sawit di Indonesia. Selain itu, terdapat peningkatan permintaan minyak nabati dari Tiongkok sebagai negara konsumen utama produk CPO beserta turunannya," cerita Budi. Diketahui, penetapan BK CPO pada periode 16 hingga 30 November 2023 tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo. Nomor 71 Tahun 2023, kolom angka tiga lampiran huruf C yaitu sebesar US$18 per ton. Sedang, aturan besar PE CPO periode 16 hingga 30 November 2023 sebesar US$75 per ton tertuang pada kolom angka 3 lampiran huruf C, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.05/2022 jo. Nomor 154/PMK.05/2022. Sisi lain, harga minyak kelapa sawit diprediksi mampu tembus US$1.000 per ton di tahun depan. Direktur Eksekutif, ISTA Mielke Gmbh Thomas Mielke (Oil World) menimpali, ketidakpastian global akibat isu geopolitik dan defisit produksi akibat El-Nino telah memberikan peluang untuk kenaikan harga minyak nabati secara global. Menurutnya harga minyak sawit di bursa Malaysia saat ini sekitar US$810 - US$820 per ton telah mendekati harga terendahnya. "Dalam 4 hingga 6 bulan ke depan hasil analisis kami adalah harga akan naik setidaknya U$100, bahkan lebih dari US$150-US$200," ujar Thomas di Indonesian Palm Oil Conference (IPOC), di pekan pertama November 2023 lalu. CEO dan Founder Transgraph, Nagaraj Meda menyebutkan, produksi minyak kelapa sawit Indonesia pada 2023 diprediksi mencapai 47,35 juta ton, dan 2024 diperkirakan produksi turun menjadi 45,14 juta ton. Adapun, produksi minyak kelapa sawit di Malaysia pada 2023 diperkirakan sebesar 18,33 juta ton dan 17,54 juta ton pada 2024. "Pada 2024, ekspor (minyak sawit) Malaysia dan Indonesia diprediksi hanya 39,6 juta ton, menurun dibandingkan 2023 mencapai 42,92 juta ton karena El Nino," ulas Nagaraj. Harga RBD Palm Olein diprediksi, tambah Nagaraj, bakal diperdagangkan pada harga US$1.000 dalam 3 hingga 4 bulan mendatang atau sekitar Maret hingga April 2024 mendatang.

Harga Referensi CPO Naik November 2023, Ini Pemicunya Internasional
Internasional
Kamis, 02 November 2023 | 12:31 WIB

Harga Referensi CPO Naik November 2023, Ini Pemicunya

Jakarta, katakabar.com - Permintaan Negara Tirai Bambu julukan lain dari China dan nilai tukar Ringgit Malaysia disebut jadi pemicu harga referensi minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) naik pada November 2023. Harga referensi CPO untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) periode 1 hingga 15 November 2023 ditetapkan sebesar US$748,93 per ton, melonjak US$8,26 setara 1,11 persen dari harga referensi periode 16 hingga 31 Oktober 2023 lalu. Kenaikan itu membikin harga referensi CPO untuk dua pekan ke depan telah melampaui thereshold atau ambang batas US$680 per metrik ton. Dengan begitu, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar US$18 per ton dan PE CPO sebesar US$ 75 per ton untuk periode 1 hingga 15 November 2023. Untuk ketentuan penetapan BK periode dua pekan ke depan diatur dalam Kolom Angka 3 Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo Nomor 71/2023 sebesar US$ 18 per metrik ton. Sedang, penetapan PE CPO merujuk pada Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.05/2022 jo Nomor 154/PMK.05/2022 sebesar US$ 75 per ton. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Budi Santoso menjabarkan, sejumlah faktor yang mendorong kenaikan harga referensi CPO periode 1 hingga 15 November 2023. Salah satunya dipicu kenaikan permintaan CPO dari China. Selain itu, kata Budi lewatketerangan resminya kemarin, disebabkan pelemahan mata uang Ringgit kepada Dolar Amerika Serikat dan peningkatan harga minyak mentah dunia, dilansir dari laman bisnis.com, pada Kamis (2/11). Data Bloomberg menunjukkan, nilai tukar Ringgit terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada 1 November 2023 ditutup melemah 0,17 persen menjadi MYR4.771 per Dolar AS. Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat Ringgit Malaysia melemah 7,23 persen secara year to date (ytd) terhadap Dolar AS. Tidak hanya itu CPO, pemerintah menetapkan BK untuk minyak goreng (refined, bleached, and deodorized/RBD palm olein) dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan berat netto ≤ 25 kilogram sebesar US$ 0 per metrik ton dengan penetapan merek sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1832/2023 tentang Daftar Merek Refined, Bleached, and Deodorized (RBD) Palm Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 kilogram. Sisi lain, Budi menjelaskan, harga referensi biji kakao periode November 2023 ditetapkan sebesar US$ 3.524,56 per ton. Harga referensi biji kakao pada bulan ini justru turun sebesar US$ 98,32 setara 2,71 persen dari bulan sebelumnya. Melemahnya harga referensi biji kakao telah berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada November 2023 menjadi US$ 3.211 per ton atau turun US$ 96 setara 2,89 persen dari periode sebelumnya. Untuk penurunan harga referensi kakao tidak berdampak pada BK biji kakao, yang tetap sebesar 15 persen sesuai Kolom Tertuang pada 4 Lampiran Huruf B pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo Nomor 71/2023. "Penurunan harga referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi adanya penurunan stok biji kakao pada pelabuhan di wilayah Amerika Serikat ke level terendah selama empat bulan terakhir," sebutnya.

Harga Baru Referensi CPO di Bulan Baru Menguat 3,57 Persen Nasional
Nasional
Minggu, 01 Oktober 2023 | 10:52 WIB

Harga Baru Referensi CPO di Bulan Baru Menguat 3,57 Persen

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia merilis harga baru referensi produk minyak mentah kelapa sawit (Crude Palm Oil) menguat 3,57 persen hingga paruh bulan Oktober 2023. Untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) periode 1 hingga 15 Oktober 2023, yakni 827,37/MT dolar AS atau meningkat 3,57 persen dari periode sebelumnya. "Nilai ini meningkat 28,54 dolar AS dari harga referensi CPO periode 16 hingga 30 September 2023 lalu," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Budi Santoso, dilansir dari laman ANTARA, pada Minggu (1/10). Saat ini, ujar Budi, harga referensi CPO meningkat menjauhi ambang batas yang sebesar 680/MT dolar AS. Untuk itu, merujuk pada PMK yang berlaku saat ini, pemerintah mengenakan bea keluar CPO sebesar 33/MT dolar AS dan pungutan ekspor CPO sebesar 85/MT dolar AS untuk periode 1 hingga 15 Oktober 2023. Penetapan Harga Referensi CPO itu tercantum pada Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1698 Tahun 2023 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Tidak hanya itu, minyak goreng (refined, bleached, and deodorized/RBD palm olein) dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan berat netto ≤ 25 kilogram dikenakan BK 0/MT dolar AS dengan penetapan merek sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1699 Tahun 2023 tentang Daftar Merek Refined, Bleached, and Deodorized (RBD) Palm Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 kilogram. BK CPO periode 1 hingga 15 Oktober 2023 merujuk pada Kolom Angka 4 Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo. Nomor 71 Tahun 2023 sebesar 33/MT dolar AS. Sedang, Pungutan Ekspor CPO periode 1 hingga 15 September 2023 merujuk pada Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor Nomor 103/PMK.05/2022 jo 154/PMK.05/2022 sebesar 85/MT dolar AS. Dijelaskan Budi, peningkatan Harga Referensi CPO dipengaruhi beberapa faktor, yakni ada peningkatan permintaan yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksi, dan kenaikan harga minyak nabati lainnya.

Periode Juli 2023, Harga Referensi CPO Menguat Nasional
Nasional
Sabtu, 01 Juli 2023 | 15:38 WIB

Periode Juli 2023, Harga Referensi CPO Menguat

Jakarta, katakabar.com - Harga referensi produk minyak kelapa sawit Crude Palm Oil (CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BLU BPDP-KS) atau biasa dikenal sebagai Pungutan Ekspor (PE) periode 1-15 Juli 2023 adalah USD 747,23/MT, menguat USD 23,78 atau setara 3,29 persen dari periode 16-30 Juni 2023 lalu. Penetapan harga referensi CPO tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1125 tahun 2023 tentang Harga ReferensibCrude Palm Oil (CPO) yang dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Selain itu, minyak goreng (refined, bleached, and deodorized/RBDpalm olein) dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan berat netto ≤25 kg dikenakan BK USD 0/MT. Pengenaan BK tersebut diterapkan untuk mereksebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1126 Tahun 2023 tentang Daftar Merek Refined, Bleached, and Deodorized (RBD) Palm Oleindalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 kilogram. “Saat ini, harga referensi CPO mengalami peningkatanyang menjauhiambang batas sebesar USD 680/MT. Untuk itu, merujuk pada PMK yang berlaku saat ini, pemerintah mengenakan BKCPOsebesar USD 18/MT dan PE CPO sebesar USD 75/MT untukperiode1-15 Juli 2023,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Budi Santoso lewat siaran pers seperti dilansir laman website resmi Kemendag RI. BK CPO periode 1-15 Juli 2023 merujuk pada Kolom Angka 3 Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo. Nomor 123/PMK.010/2022 sebesar USD 18/MT. Sedang, PECPO periode 1–15 Juli 2023 merujuk pada Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan Nomor Nomor 103/PMK.05/2022 jo. 154/PMK.05/2022 sebesarUSD 75/MT. Menurut Budi, peningkatan harga referensi CPO dipengaruhi beberapa faktor, yakni kekhawatiran pasar atas produksi CPO yang menurun lantaran cuaca kering dan panas dan adanya peningkatan impor CPO di India, jelasnya.