Swasembada

Sorotan terbaru dari Tag # Swasembada

MIND ID Dukung Kebijakan Energi Wujudkan Swasembada Nasional Nusantara
Nusantara
Selasa, 03 Maret 2026 | 08:06 WIB

MIND ID Dukung Kebijakan Energi Wujudkan Swasembada Nasional

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID tegaskan komitmen dukung implementasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) gun mewujudkan swasembada energi Indonesia. Komitmen tersebut dibuktikan melalui pelaksanaan Sosialisasi Perdana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional yang diselenggarakan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) bersama MIND ID di Jakarta, Jumat (27/2) lalu. Kegiatan ini pun menjadi wujud sinergi dan kolaborasi antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan MIND ID bersama seluruh Anggota sebagai pelaksana strategis dalam mendukung swasembada energi, transisi energi, serta dekarbonisasi nasional. Diketahui, pemerintah telah menerbitkan PP Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional yang menggantikan PP Nomor 79 Tahun 2014. Regulasi ini menjadi landasan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan energi, pemenuhan kebutuhan energi nasional, serta percepatan dekarbonisasi dan transisi energi. Sebelumnya, Presiden RI, H Prabowo Subianto, menyampaikan kemandirian energi merupakan pilar penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Pemerintah pun terus mendorong optimalisasi sumber daya nasional agar Indonesia tidak bergantung pada pihak luar. “Swasembada energi, harus! Nanti ada kelompok, apa bisa? Bisa! Kita sudah hitung, tapi kita punya kelebihan-kelebihan luar biasa,” jelas Kepala Negara. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menyatakan kebijakan tersebut diselaraskan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, swasembada energi pun akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat industrialisasi dan daya saing Indonesia. "Forum yang sangat penting bagi kita berkolaborasi. Implementasi daripada kebijakan itu adalah kerja sama antara pemangku kepentingan baik itu pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan agar cita-cita negara kita tetap untuk mencapai kebutuhan energi yang cukup tinggi,” bebernya di acara Sarasehan dan Sosialisasi PP Nomor 40 Tahun 2025 yang dilaksanakan di Jakarta. Jumat Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan MIND ID siap menjalankan peran strategis dalam mendukung implementasi KEN. Melalui pengelolaan mineral dan batu bara yang dijalankan secara terintegrasi serta pengembangan berbagai proyek strategis oleh seluruh Anggota, MIND ID konsisten mendukung kemandirian, ketahanan dan transisi energi nasional. “Melalui kegiatan sosialisasi hari ini, Grup MIND ID menegaskan komitmen untuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 dengan mengikuti arah implementasi Rencana Umum Energi Nasional,” tutur Maroef. Untuk mendukung swasembada energi, MIND ID melalui PT Bukit Asam Tbk telah menjalankan pengelolaan sumber daya dan Cadangan batu bara secara optimal agar dapat terus mendukung agenda ketahanan energi jangka panjang. Bukit Asam mengelola cadangan batu bara sekitar 2,88 miliar ton dan sumber daya 5,72 miliar ton, serta proaktif meningkatkan kapasitas produksi melalui pembangunan Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 yang akan menambah kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun, sehingga produksi ditargetkan meningkat dari 43 juta ton menjadi lebih dari 60 juta ton per tahun. Agenda hilirisasi, MIND ID bersama seluruh Anggota mendukung pembentukan ekosistem industri baterai kendaraan listrik hingga energi storage yang dapat mewujudkan ekosistem industri energi terbarukan. Mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, dan timah telah diproduksi dalam bentuk bahan baku yang sudah siap untuk diolah lebih lanjut oleh industri manufaktur. “Kami tidak hanya berfokus pada optimalisasi produksi mineral dan batubara, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, penguatan rantai pasok domestik, efisiensi energi, serta pengembangan ekosistem industri berbasis energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.” tandas Maroef.

Panen Raya di Mekar Baru, H Asmar: Targetkan Tiga Tahun Panen Swasembada 19 Ribu Ton Riau
Riau
Rabu, 04 Februari 2026 | 14:53 WIB

Panen Raya di Mekar Baru, H Asmar: Targetkan Tiga Tahun Panen Swasembada 19 Ribu Ton

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar menghadiri kegiatan Panen Raya sekaligus penanaman padi di lahan Optimasi Lahan (OPLAH), di Desa Mekar Baru, Kecamatan Rangsang Barat, Rabu (4/2). Kegiatan ini bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dukung ketahanan pangan nasional dan Program Strategis Nasional (PSN) Swasembada Pangan. Turut hadir di kegiatan tersebut Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Kepala Satgas Swasembada Pangan Provinsi Riau, perwakilan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BPMP) Provinsi Riau, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Kepala Perum Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, unsur Forkopimda, TNI–Polri, para kepala OPD, camat, kepala desa, Brigade Pangan, kelompok tani (Poktan/Gapoktan), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti, Ifwandi, S.P, melaporkan hasil panen padi tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Peningkatan produksi padi tahun ini mencapai lebih dari 3.000 ton. Ini capaian yang sangat menggembirakan dan menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya. Ia menjelaskan, saat ini kebutuhan beras masyarakat Kepulauan Meranti mencapai sekitar 19 ribu ton per tahun, sementara produksi lokal baru berkisar 6.000 ton per tahun. Tetapi dengan optimalisasi lahan dan peningkatan indeks pertanaman (IP) menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun, pemerintah optimistis ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat ditekan. Optimalisasi Lahan dan Modernisasi Pertanian Upaya peningkatan produksi dilakukan melalui optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, serta peralihan dari sistem manual ke mekanisasi pertanian. Pemerintah daerah juga telah membentuk Brigade Pangan yang dilengkapi alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung percepatan tanam dan panen. Tetapi, sejumlah kebutuhan masih menjadi perhatian, terutama keterbatasan combine harvester dan gudang penyimpanan alsintan agar peralatan pertanian dapat terawat dengan baik dan tidak rusak akibat cuaca. Bulog Siap Serap Gabah Petani Untuk menjamin kepastian pasar, Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menyatakan kesiapan menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong semangat bertanam. Bupati: Geografis Bukan Hambatan Tapi Peluang Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menegaskan kondisi geografis Kepulauan Meranti sebagai daerah kepulauan dengan lahan gambut dan pengaruh pasang surut laut bukanlah penghalang bagi pertanian pangan. “Kita berada di bibir Selat Malaka dengan tantangan alam yang besar. Tetapi hari ini kita buktikan, melalui program Optimasi Lahan, wilayah marginal bisa menjadi hamparan hijau yang produktif. Petani Meranti adalah petarung tangguh,” tegasnya. Menurut H Asmar, kegiatan panen raya ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kontribusi nyata Kepulauan Meranti terhadap kedaulatan pangan nasional. “Sebagai wilayah terluar, kemandirian pangan Meranti adalah bagian dari kedaulatan negara. Setiap bulir padi yang kita panen hari ini adalah pesan kepada pusat: dari pesisir Riau, kami siap memberi makan negeri,” ucapnya. Bupati mengajak para petani dan kelompok tani untuk terus meningkatkan kapasitas dengan memanfaatkan teknologi pertanian serta menggunakan varietas benih yang tahan terhadap kadar salinitas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, lanjutnya, akan terus berkomitmen bersama Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat dalam mencari solusi terbaik demi meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan swasembada pangan. Di akhir sambutan, H Asmar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat melalui Satgas Swasembada Pangan, BBPOPT, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang telah melakukan pendampingan, monitoring, dan koordinasi sehingga program ini berjalan dengan baik.

Swasembada Pangan Nasional Diumumkan, SGN Tegaskan Komitmen Percepatan Swasembada Gula Nusantara
Nusantara
Jumat, 23 Januari 2026 | 16:00 WIB

Swasembada Pangan Nasional Diumumkan, SGN Tegaskan Komitmen Percepatan Swasembada Gula

Karawang, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) hadir di acara Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, saatkegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, di penghujung pekam pertama Januari 2026 lalu. Kehadiran PT SGN di momentum nasional tersebut mencerminkan komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendukung penuh program strategis pemerintah, khususnya swasembada pangan nasional serta upaya berkelanjutan menuju Swasembada Gula Nasional. Di kegiatan tersebut, Presiden Prabowo RI, H Subianto resmi umumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari tahun 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Kepala Negara. Prabowo menegaskan swasembada pangan tonggak fundamental bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Menurutnya, kemandirian pangan menjadi syarat mutlak bagi sebuah negara untuk berdiri tegak dan berdaulat. “Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegasnya. Sementara, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepemimpinan Presiden RI, H Prabowo dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, termasuk kontribusi BUMN pangan. Menteri Pertanian juga mengungkapkan rencana strategis tahun ini, di mana 50 persen produksi tebu nasional berasal dari Jawa Timur, serta menegaskan bahwa Indonesia tidak melakukan impor gula putih pada tahun ini, sebagai langkah nyata menuju kemandirian gula nasional. Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi menegaskan bahwa SGN terus memperkuat perannya dalam meningkatkan produktivitas tebu, efisiensi industri gula, serta kolaborasi dengan petani dan pemangku kepentingan lainnya. "Komitmen ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam mendukung visi besar pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada gula yang berkelanjutan," ucapnya.

Punya Cadangan Bauksit Terbesar Keenam Dunia, Mampukah Indonesia Swasembada Aluminium! Default
Default
Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:00 WIB

Punya Cadangan Bauksit Terbesar Keenam Dunia, Mampukah Indonesia Swasembada Aluminium!

Jakarta, katakabar.com - Indonesia punya modal kekayaan alam yang sangat kuat, tapi hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan aluminium nasional secara mandiri. Kondisi ini menunjukkan kepemilikan cadangan mineral yang besar belum otomatis menjamin kemandirian industri, tanpa didukung rantai hilirisasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Indonesia dinilai perlu memperkuat rantai pasok hilirisasi bauksit, alumina, hingga aluminium secara terintegrasi agar mampu mengoptimalkan sumber daya alamnya dalam mencukupi kebutuhan bahan baku strategis bagi industrialisasi dan pembangunan peradaban masa depan. Data US Geological Survey (USGS) mencatat cadangan bauksit dunia berada di kisaran 30 miliar ton dengan produksi global sekitar 400 juta ton per tahun. Dengan total sumber daya bauksit mencapai sekitar 7,78 miliar ton dan cadangan terbukti sekitar 2,68 miliar ton, Indonesia menempati peringkat keenam dunia sebagai negara dengan cadangan bauksit terbesar. Keunggulan geologis tersebut seharusnya menjadi modal utama bagi Indonesia untuk memproduksi aluminium di dalam negeri. Faktanya, Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan aluminium nasional yang mencapai sekitar 1,2 juta ton per tahun. Kebutuhan tersebut hingga kini masih banyak dipenuhi melalui impor, sementara pasar aluminium global masih didominasi oleh Australia, Guinea, dan China. Ketua Badan Keahlian Pertambangan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Rizal Kasli, menilai tantangan utama Indonesia bukan lagi pada ketersediaan cadangan, melainkan pada kemampuan mengolah bauksit menjadi aluminium di dalam negeri. Menurutnya, besarnya cadangan bauksit tidak akan memberikan dampak signifikan tanpa percepatan pembangunan industri pengolahan yang terintegrasi. Rizal menyebut percepatan hilirisasi bauksit dan alumina terintegrasi menjadi solusi utama untuk menjembatani kesenjangan antara kepemilikan sumber daya dan kebutuhan industri nasional. Dalam konteks ini, peran Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dinilai strategis dalam membangun ekosistem hulu–hilir yang berkelanjutan. MIND ID memiliki PT Aneka Tambang Tbk yang mampu memproduksi bauksit secara mandiri untuk memasok kebutuhan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah. Selanjutnya, alumina yang dihasilkan diproses kembali menjadi aluminium oleh PT Indonesia Asahan Aluminium, yang juga merupakan bagian dari Holding MIND ID. Rantai pasok terintegrasi ini terus diperkuat untuk menjadi penopang pemenuhan kebutuhan aluminium nasional yang mencapai 1,2 juta ton per tahun, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis. Ke depan, percepatan proyek hilirisasi bauksit terintegrasi dinilai menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pemilik cadangan besar, tetapi juga sebagai produsen aluminium yang mandiri dan berdaya saing global. Dengan perencanaan matang, integrasi hulu–hilir, serta dukungan industri manufaktur, Indonesia berpeluang mengubah keunggulan geologinya menjadi kekuatan ekonomi nyata dan berkelanjutan.

Perkuat Swasembada PN 2026, Polres Kepulauan Meranti Panen Raya Jagung Serentak di Bagan Melibur Hukrim
Hukrim
Kamis, 08 Januari 2026 | 15:00 WIB

Perkuat Swasembada PN 2026, Polres Kepulauan Meranti Panen Raya Jagung Serentak di Bagan Melibur

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti menunjukkan komitmen konkret dukung program Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026 dengan menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I, Kamis (8/1). Kegiatan panen raya ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., dan menjadi simbol kuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat tani menjaga dan memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Turut hadir di kegiatan tersebut jajaran Pejabat Utama Polres Kepulauan Meranti, Deputi Area Manager PT ITA Hadi Purnawan, Camat Merbau Wan Jumiati, S.E., M.Si., Danramil 06 Merbau Kapten Arh Rikman Sinaga, Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., Sekretaris Desa Bagan Melibur Soni Afrizal, S.Pd., M.M., Kelompok Tani Jaya Desa Bagan Melibur, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Merbau. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, sambutan dari Deputi Area Manager PT ITA, serta sambutan Kapolres Kepulauan Meranti. Acara kemudian dilanjutkan dengan panen jagung secara simbolis, sesi foto bersama, dan partisipasi dalam Zoom Panen Raya Jagung Serentak Nasional Tahun 2026 yang digelar secara terpusat. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menegaskan Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk ketahanan dan swasembada pangan. “Panen raya jagung ini merupakan bentuk dukungan nyata Polres Kepulauan Meranti terhadap program Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026, sekaligus wujud kolaborasi Polri bersama masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah,” tegas Kapolres. Ia berharap, kegiatan ini mampu memperkuat stabilitas pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ke depan, Polres Kepulauan Meranti akan terus melakukan koordinasi dengan Bulog terkait penyerapan hasil panen, sekaligus mendorong keberlanjutan program pertanian berbasis kemitraan antara aparat, pemerintah, dunia usaha, dan kelompok tani. Dengan sinergi lintas sektor tersebut, Polres Kepulauan Meranti optimistis kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional akan semakin kuat dan berkelanjutan.

BPDP Dukung Samade Dorong Kemandirian Ekonomi dan Swasembada Pangan di Rohil Sawit
Sawit
Rabu, 08 Oktober 2025 | 16:34 WIB

BPDP Dukung Samade Dorong Kemandirian Ekonomi dan Swasembada Pangan di Rohil

Bagansiapiapi, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dukung Asosiasi Sawit Masa Depanku (Samade) gelar Pelatihan Penguatan UKMK Produk Sawit untuk Kemandirian Ekonomi dan Swasembada Pangan di Kabupaten Rokan Hilir, untuk Indonesia, di Gedung Pertemuan H Misran Rais Bagansiapiapi, Minggu (5/10) lalu. Staf Ahli Bupati Rokan Hilir, Azuar, SE., yang buka kegiatan dihadiri Ketua Umum DPP Samade diwakili Sekretaris DPD Samade Rokan Hilir, Adharsam, SE, Direktur Utama BPDP diwakili Staf Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM, Linda Sitanandra, Fungsional Bidang Perkebunan DKPP Rokan Hilir, Hermana, SP, MMP, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Rokan Hilir diwakili Eva Diana Roza SE, MM., serta seratus orang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari Rokan Hilir sekitarnya. Ketua Panitia Pelaksana, Anisa Armarosa, menjelaskan kegiatan pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta dari Asosiasi Samade. Di kegiatan ini, para pelaku UMKM diberikan pemahaman bagaimana upaya dilakukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan Swasembada pangan khususnya dari bahan kelapa sawit. "Ada tiga narasumber kami siapkan, di antaranya dari Dinas Koperasi, DKPP, dan Asosiasi Samade. Para pelaku UMKM diberi pelatihan bagaimana mengolah dan berkreasi untuk membuat berbagai olahan produk yang berasal dari bahan kelapa sawit," ujar Anisa, dilansir dari laman EMG, Rabu (8/10). Menurut Anisa, ada banyak produk yang bisa dihasilkan melalui bahan kelapa sawit jika dikelola dengan baik. Selain berbentuk minyak, ada produk lain bisa dihasilkan melalui bahan kelapa sawit. "Di sini, para pelaku UMKM diberikan pemahaman apa saja bahan kelapa sawit bisa menjadi produk yang bernilai ekonomis, seperti mengolah lidi, sabun, lilin, parfum bahkan produk kerajinan tangan lainnya, artinya sawit tidak hanya menghasilkan minyak saja melainkan banyak produk yang bisa di hasilkan melalui bahan kelapa sawit," terangnya. Staf Divisi Kerja Sama, Humas dan UMKM BPDP, Linda Sitanandra berharap melalui kegiatan ini bermanfaat bagi pelaku UMKM, dan petani kelapa sawit sehingga muncul berbagai inovasi mengolah bahan kelapa sawit. "Kami berharap melalui kegiatan ini bisa memberi output secara maksimal, dan bermanfaat bagi petani kelapa sawit, dan pelaku UMKM, sehingga kegiatan ke depan lebih berwarna, dan banyak inovasi dari teman UMKM," ucapnya "Kami tetap selalu mendampingi teman teman UMKM hingga sukses kedepan," tambah Linda. Sekretaris DPD Samade Rohil, Adharsam, SE, mengajak seluruh peserta UMKM untuk memanfaatkan pelatihan ini guna meningkatkan kualitas dan kuantitas berkreasi dan berinovasi mengolah bahan kelapa sawit jadi produk yang bernilai ekonomi. "Saya berpesan kepada seluruh peserta, manfaatkan momen pelatihan ini untuk mengasah kemampuan kita dalam mengolah bahan kelapa sawit menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis. Yakinlah ilmu yang didapat melalui pelatihan ini tidak hanya sebatas mengasah kemampuan namun juga bisa meningkatkan perekonomian jika diikuti dengan baik dan benar," tuturnya. Staf Ahli Bupati Rokan Hilir Bidang Ekonomi, Azuar, SE., mengapresiasi pihak Samade dan BPDP yang telah menggelar kegiatan pelatihan ini. Ia berharap ini langkah kongkrit yang dilakukan oleh Samade dan BPDP dalam meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM di Rokan Hilir. "Kami mewakili dari pemerintah daerah sambut baik, dan dukung atas terlaksananya kegiatan ini. Pemerintah menilai kelapa sawit aset bangsa memiliki multi fungsi untuk kehidupan manusia. Dengan pelatihan ini akan banyak kreatifitas, dan inovasi yang diciptakan dari bahan kelapa sawit," jelasnya. Jika pelatihan ini diikut,i dan diterapkan dengan benar, sebut Azuar, ke depan akan terbuka lapangan pekerjaan dengan mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya para pelaku UMKM.

Kementerian PU Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang di Halmahera Default
Default
Senin, 01 September 2025 | 18:00 WIB

Kementerian PU Revitalisasi Jaringan Irigasi Akedaga dan Opiyang di Halmahera

pembawa sekunder sepanjang 1,4 km di Daerah Irigasi (DI) Akedaga-Tutiling-Meja. Pasokan air untuk jaringan ini berasal dari Bendung Akedaga yang memanfaatkan aliran Sungai Dodoga. 2. Jaringan Irigasi Opiyang: Mencakup perbaikan bangunan kantong lumpur, bangunan sadap, serta saluran pembawa primer dan sekunder sepanjang 4,3 km di DI Opiyang-Mancalele. Hingga akhir Agustus 2025, progres seluruh pekerjaan konstruksi dilaporkan telah mencapai 70 persen, dan ditargetkan akan rampung sepenuhnya pada Desember 2025.

Dukung Swasembada Pangan di Malut, Kementerian PU Realisasikan Program Inpres Jalan Daerah Nasional
Nasional
Minggu, 31 Agustus 2025 | 16:35 WIB

Dukung Swasembada Pangan di Malut, Kementerian PU Realisasikan Program Inpres Jalan Daerah

Ternate, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum atau PU, melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional atau BPJN Maluku Utara, umumkan pelaksanaan program Instruksi Presiden atau Inpres Jalan Daerah atau IJD di Provinsi Maluku Utara. Program ini dirancang dalam dua tahap untuk mempercepat peningkatan konektivitas antarwilayah guna mendukung program swasembada pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menyatakan, ketersediaan infrastruktur konektivitas yang andal adalah fondasi penting untuk meningkatkan daya saing bangsa. “Peningkatan jalan daerah yang cepat dan efektif akan memaksimalkan potensi pangan dan sumber-sumber energi di daerah, serta memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Menteri Dody. Program IJD Tahap 1 akan mencakup pengerjaan pada tiga ruas prioritas, yaitu: 1. Peningkatan Jalan Lapter-Wayamii di Kabupaten Halmahera Timur. 2. Peningkatan Jalan Kusuri-Tolabit di Kabupaten Halmahera Utara. 3. Preservasi Jalan Dalam Kota Ternate. Di samping program IJD, Kementerian PU juga melaksanakan sejumlah proyek infrastruktur strategis lainnya di Maluku Utara. Sebagai bagian dari mitigasi bencana pascabanjir bandang di Kota Ternate pada 25 Agustus 2024, telah diselesaikan pembangunan tiga unit Sabo Dam dan pembuatan alur sungai baru. Konsekuensi dari pekerjaan tersebut adalah pembangunan Jembatan Ake Rua Baru sepanjang 15 meter yang akan dilaksanakan dengan skema tahun jamak 2025-2026 dengan alokasi biaya sebesar Rp6 miliar. Rencana kontrak pekerjaan jembatan akan dilakukan 25 September 2025. Sedang, progres pembangunan infrastruktur jembatan lainnya juga terus berjalan. Proyek pembangunan Jembatan Gantung Gayok dan Jembatan Gantung Desa Todowongi (yang merupakan pekerjaan tahun jamak 2024-2025) telah mencapai progres fisik 100 persen. Proyek lainnya yang sedang berjalan di tahun 2025 meliputi pembangunan Jembatan Sungai Kalibutu, serta penggantian Jembatan Ake Meja IV dan Jembatan Ake Hale I.

Capai Swasembada Aluminium, MIND ID Perkuat Kapasitas Produksi 900 Ribu KTPA Nasional
Nasional
Kamis, 31 Juli 2025 | 13:38 WIB

Capai Swasembada Aluminium, MIND ID Perkuat Kapasitas Produksi 900 Ribu KTPA

Untuk menjamin integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir di wilayah operasional Mempawah, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin melakukan kunjungan ke SGAR Fase I di Mempawah pada Kamis (24/7). Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Grup MIND ID lainnya, Maroef meninjau proses produksi alumina SGAR Fase I, persiapan pembangunan SGAR Fase II, serta rencana pembangunan smelter aluminium baru. Maroef menyampaikan bahwa bauksit, alumina, dan aluminium adalah bahan baku yang memiliki peran krusial dalam mendukung industri manufaktur dan energi terbarukan yang berkelanjutan di Indonesia.

Wapres RI Tinjau Panen Raya Tebu dan Program Swasembada Gula di Kebun Jolondoro Banyuwangi Nasional
Nasional
Senin, 30 Juni 2025 | 23:00 WIB

Wapres RI Tinjau Panen Raya Tebu dan Program Swasembada Gula di Kebun Jolondoro Banyuwangi

Nusantara atau SGN, Mahmudi, menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas kebun Jolondoro menjadi bukti konkret keberhasilan kolaborasi antara perusahaan dan petani. “Kebun Jolondoro telah menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan, dari 69 ton per hektare pada 2023, naik menjadi 97 ton per hektare pada 2024, dan ditargetkan mencapai 114 ton per hektare pada 2025,” ucapnya.