Tangtangan

Sorotan terbaru dari Tag # Tangtangan

Membangun Solidaritas, Gagasan Richard Rorty Hadapi Tantangan Sosial di Era Modern Pendidikan
Pendidikan
Jumat, 14 Juni 2024 | 20:45 WIB

Membangun Solidaritas, Gagasan Richard Rorty Hadapi Tantangan Sosial di Era Modern

Jakarta, katakabar.com - Binus Media dan Publishing gelar peluncuran dan bedah buku Filsafat Solidaritas, Perspektif Richard Rorty, di penghujung Mei 2024 lalu. Acara ini menghadirkan Redemtus Kono, M.Fil. dan Dr. Frederikus Fios, S.Fil., M.Th. sebagai pembicara sekaligus penulis. Dimoderatori oleh Margaretha Engge Kharismawati, M.Fil., yang dihadiri Mahasiswa, sejumlah akademisi, praktisi di bidang filsafat, acara ini berlangsung secara hybrid. Buku ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai konsep solidaritas melalui perspektif filsuf Amerika, Richard Rorty. Prof. Dr. Engkos Achmad Kuncoro, S.E., M.M., menekankan pentingnya filsafat yang membumi. “Ibu dari kebenaran adalah filsafat,” ucap Prof. Engkos dalam sambutannya. Beliau berharap buku ini dapat menjadi salah satu jembatan yang menghubungkan teori filsafat dengan realitas sehari-hari di Indonesia. “Filsafat masyarakat Indonesia ialah Pancasila,” tambahnya, menegaskan pentingnya nilai-nilai lokal dalam konteks filosofi yang lebih luas. Prof. Dr. Engkos Achmad Kuncoro menyebutkan bahwa buku ini sangat mudah dipahami karena ditulis oleh para ahli yang mampu menyederhanakan konsep-konsep kompleks menjadi lebih accessible bagi pembaca umum. Buku ini diharapkan dapat membantu pembaca memahami bagaimana solidaritas tidak hanya ditemukan, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang positif dengan cara membina dan memberdayakan masyarakat melalui interaksi sosial dan budaya yang konstruktif. Binus Publishing memberikan diskon 25 persen hingga pada 30 Juni 2024. Kalian bisa mengunjungi koleksi BINUS Publishing melalui shopee https://shopee.co.id/binuspublishing, Tokopedia https://tokopedia.com/binuspublishing, email di publishing@binus.edu, bisa juga dm di instagram kami di @publishingbinus atau kunjungi Beehive di Kampus BINUS @Anggrek Lt. Dasar.

Sub Holding PalmCo Berdiri, Ini Kata Pengamat Ekonomi dan Akademisi UGM Nasional
Nasional
Minggu, 24 Desember 2023 | 21:00 WIB

Sub Holding PalmCo Berdiri, Ini Kata Pengamat Ekonomi dan Akademisi UGM

Jakarta, katakabar.com - Pengamat ekonomi dan akademisi Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmy Radhi menilai, dengan adanya PalmCo bakal mampu meningkatkan efisiensi lantaran sebelumnya bisnis kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dikelola terpisah-pisah selama ini “Adanya sub holding PalmCo, pendalaman usaha terbentuk. Jadi, perusahaan lebih fleksibel atasi sejumlah masalah dan tantangan yang dihadapi perusahaan dan pemerintah dalam industri kelapa sawit nasional,” ujarnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (24/12). PalmCo, kata Fahmy, bisa lebih leluasa mengembangkan bisnis di industri kelapa sawit, apakah untuk pangan atau untuk bahan baku energi. Selain itu, PalmCo diyakini dapat berperan mengurangi sejumlah tantangan dalam industri sawit nasional masih sangat kompleks selama ini. "Kebijakan nasional belum tegas selama ini, apakah kelapa sawit ini untuk pangan atau energi. Jadi, PalmCo kalau konsisten dengan visi awalnya dapat mengurangi dampak masalah sawit,” ulasnya. Dijabarkan Fahmy, ada tiga tantangan industri kelapa sawit saat ini. Pertama, simalakama mengenai kelapa sawit, apakah untuk pangan atau untuk energi. “Kalau digunakan banyak untuk energi, ada potensi kekurangan bahan baku kelapa sawit untuk pangan, misalnya minyak goreng. Bisa jadi harga minyak goreng naik di dalam negeri. Ini bisa jadi masalah,” jelasnya. Sisi lain, ucap Fahmy, Indonesia belum punya teknologi di dalam negeri yang dapat mengolah sawit 100 persen menjadi bahan bakar nabati. Koordinasi dengan lembaga atau perusahaan pemerintah lain sangat dibutuhkan. Misalnya dengan Pertamina terkait bahan baku apa yang digunakan untuk biofuel, berapa jumlahnya, dan tahun berapa secara bertahap dilakukan. Tantangan kedua, masih sering terjadi harga sawit yang masih berfluktuasi, terutama saat harga minyak sawit di pasar dunia naik. Keinginan perusahaan untuk mengekspor Crude Palm Oil (CPO) sangat besar kalau harga di pasar global naik sehingga terjadi kalangkaan di dalam negeri yang disusul dengan terjadinya lonjakan harga di pasar domestik. “Tantangan ini mestidiantisipasi. Bagaimana rencana bisnis yang harus dilakukan di saat akhirnya harga naik atau sebaliknya sewaktu harga turun,” tuturnya. Tantangan ketiga, penolakan dari berbagai negara, terutama Eropa Barat, terhadap ekspor produk sawit karena isu lingkungan. "PalmCo harusnya terlibat dalam melakukan lobi-lobi, agar peluang ekspor Indonesia tidak terhambat," sarannya. Diketahui, pendirian Sub Holding PalmCo yang khusus mengelola bisnis kelapa sawit terealisasi awal Desember 2023 lalu. PalmCo adalah penggabungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI dan XIII ke dalam PTPN IV sebagai surviving entity dan pemisahan tidak murni PTPN III (Persero) ke dalam PTPN IV.