tekan
Sorotan terbaru dari Tag # tekan
Vertical Soil Health Penting Tekan Ganoderma dan Pulihkan Produktivitas Sawit
Medan, katakabar.com - Perbaikan praktik budidaya sawit selama bertahun-tahun belum sepenuhnya mampu menghentikan penurunan produktivitas jangka panjang. Pada 3rd ISGANO 2026, Rais Andersen dari Pascal Biotech Sdn Bhd, menjabarkan akar persoalan terletak pada cara industri memahami kesehatan tanah. Kesehatan tanah, ulas Rais, tidak hanya ditentukan parameter kimia seperti pH dan unsur hara tetapi aspek fisika dan biologi tanah. Tetapi, selama ini hampir seluruh pengukuran dan intervensi dilakukan pada lapisan 0 hingga 20 centimeter atau topsoil. “Masalahnya, performa kelapa sawit tidak ditentukan oleh 20–30 cm pertama. Ia ditentukan oleh sistem akar yang memanjang hingga 100–150 cm,” jelasnya, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Ahad sore. Kata Rais arsitektur akar sawit terbagi dalam dua zona biologis. Pertama, feeder root zone (0–20/30 cm): zona serapan hara, responsif terhadap pupuk. Kedua, structural root zone (30–100+ cm): zona kelangsungan hidup, tempat akar lignifikasi menyimpan karbohidrat, menopang pohon, mengakses kelembapan dalam, dan menentukan toleransi stres serta potensi hasil jangka panjang. Ia menyebut adanya “Hidden 80%”, sekitar 80% sistem akar sawit, 80% residu kayu, dan 80% karbon tanah berada di bawah 20 cm. Bahkan inokulum Ganoderma dapat bertahan hingga kedalaman 1,5 meter. Namun ironisnya, 95% intervensi agronomi saat ini hanya memengaruhi lapisan atas tanah. Paparan tersebut juga menyoroti fenomena soil fatigue, yaitu kelelahan tanah akibat siklus budidaya panjang. Literatur menunjukkan tiga bentuk kelelahan tanah: • Chemical fatigue – penurunan bahan organik, tanah makin asam, unsur hara kurang tersedia. • Physical fatigue – pemadatan subsoil meningkat, volume efektif perakaran menyempit, infiltrasi air menurun. • Biological fatigue – keanekaragaman mikroba lapisan dalam runtuh, subsoil menjadi anaerob dan miskin karbon. Kondisi tersebut mengubah tanah dari suppressive soil (tanah yang menekan patogen) menjadi conducive soil (tanah yang mendukung perkembangan patogen). “Jika melihat gedung tinggi, jangan hanya melihat warna catnya. Lihat pondasinya. Kalau ingin menyelesaikan masalah, kita harus memperbaiki hingga ke dasar,” analoginya. Menurut Rais, pupuk yang diaplikasikan pada TM 1–TM 2 memang merangsang akar serabut di lapisan atas sehingga kebun tampak responsif dalam beberapa tahun awal. Namun seiring waktu, akar struktural di kedalaman mengalami degradasi karena tanah padat, anaerob, dan biologinya kosong. Pada zona inilah Ganoderma hidup dan mengkolonisasi residu akar lignifikasi. Sementara mikroba permukaan seperti mikoriza dan Trichoderma tidak mampu bertahan atau berfungsi efektif di kedalaman lebih dari 30 cm. Rais memperkenalkan konsep Vertical Soil Health, yakni pendekatan perbaikan tanah hingga lapisan subsoil. Solusi biologis yang diusulkan adalah pemanfaatan Streptomyces, mikroba tanah dalam yang mampu bertahan di kondisi rendah oksigen, tanah padat, dan lingkungan miskin karbon. Aplikasi pada lubang tanam dan zona akar dalam bertujuan membangun kembali lapisan kelangsungan hidup (30–100 cm), meningkatkan porositas subsoil, memperbaiki umur akar, dan mengembalikan efisiensi pupuk. “Topsoil memberi hasil hari ini. Deep soil memberi hasil 25 tahun ke depan,” ucapnya. Ia menekankan masa depan pengelolaan Ganoderma bersifat ekologis, bukan sekadar kimiawi. Jika subsoil kembali aktif secara biologis, maka inokulum Ganoderma dapat dinetralkan, karbon tanah meningkat secara alami, akar struktural tumbuh optimal, produktivitas naik. Dengan pendekatan vertical soil health ini, industri sawit diharapkan mampu keluar dari siklus kelelahan tanah dan membangun kembali sistem pertahanan biologis kebun secara menyeluruh.
MIND ID Bina Lebih dari 10.000 UMKM Perkuat Ekonomi Lokal dan Tekan Kemiskinan
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, perkuat komitme dukung agenda pemerintah menurunkan tingkat kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM. Hingga 2025, Grup MIND ID telah membina lebih dari 10.000 pelaku UMKM di seluruh daerah operasional, menjadikannya salah satu BUMN yang paling proaktif dukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan lokal. Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menegaskan hilirisasi tidak boleh dipahami semata sebagai proyek industri, melainkan sebagai strategi transformasi ekonomi yang menghubungkan proses produksi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya dari hulu sumber daya alam hingga hilir kehidupan sosial dan ekonomi lokal. “Hilirisasi tidak boleh berhenti pada output industri. Ukurannya adalah seberapa jauh ia melahirkan pelaku usaha baru, memperkuat yang kecil, dan memperluas fondasi ekonomi nasional. Ketika 10.000 UMKM meningkat kapasitasnya, itu bukan sekadar program sosial itu strategi ekonomi yang memperdalam struktur produktif kita,” ujarnya. Dany menegaskan UMKM bukan sekadar pelengkap struktur ekonomi, melainkan basisnya. Ketika diberi akses, pendampingan, dan kepastian ekosistem usaha, UMKM mampu meningkatkan produktivitas, menyerap tenaga kerja itulah cara paling rasional dan berkelanjutan untuk menekan kemiskinan. Program pembinaan MIND ID mencakup pelatihan dan peningkatan kapasitas usaha, pendampingan dan mentoring bisnis, fasilitasi pameran dan promosi produk, serta dukungan akses pembiayaan dan permodalan. Semua program disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi ekonomi lokal agar UMKM dapat tumbuh secara organik dan berkelanjutan. Salah satu contoh keberhasilan program pemberdayaan UMK terlihat dari pembinaan PT Timah Tbk kepada UMK Pempek Udang Mama Sabil yang dikelola Kardina 41 tahun, perempuan asal Desa Kerabut, Pangkalpinang. Melalui fasilitasi pameran, peningkatan kualitas produk, dan pendampingan usaha, usahanya kini semakin dikenal luas dan mengalami peningkatan omzet yang signifikan. Kardina kini menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya sekaligus inspirasi bagi banyak perempuan di Pangkalpinang untuk ikut berdaya dan mandiri. Contoh lainnya adalah program pemberdayaan masyarakat oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Sumatra Selatan. Lebih dari 30 ibu rumah tangga dari Desa Lingga, Keban Agung, dan Pasar Tanjung Enim dihimpun dalam kelompok SIBA Rosella, yang memproduksi minuman herbal teh rosella kaya vitamin C. Sejak dibentuk 2019 lalu, kelompok ini mendapat dukungan pendanaan, pelatihan, hingga penguatan aspek pemasaran. Kini produk mereka telah dipasarkan secara nasional dengan kapasitas produksi sekitar 100 kotak per hari, menghasilkan omzet sebesar Rp5 hingga Rp60 juta per bulan bergantung permintaan pasar. Keberhasilan tersebut juga mendorong lahirnya usaha baru bernama SIBA Rajut, yang beranggotakan 15 ibu rumah tangga dari desa-desa sekitar operasi PTBA. Kelompok ini menjadi wadah pemberdayaan baru yang bukan hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga mempererat solidaritas perempuan lokal. Dany menegaskan MIND ID berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, tetapi juga mendorong mereka untuk naik kelas dan menjadi penggerak pembangunan lokal. “Mengurangi kemiskinan adalah baseline. Menaikkan kelas adalah strategi. Kami ingin masyarakat di wilayah operasional tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” sebutnya.
Polda Riau Tuntaskan Pelatihan 475 Personel Tim RAGA, Siap Tekan Kejahatan Jalanan Jelang Ramadhan
Pekanbaru, katakabar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi tutup Pelatihan Tim RAGA Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan SPN Polda Riau, Sabtu (14/2). Penutupan dipimpin langsung Irwasda Polda Riau, Kombes Pol Prabowo Santoso dan dihadiri KA SPN Polda Riau, Kombes Pol Indra Duaman serta para pejabat utama. Pelatihan gelombang kedua ini berlangsung sejak 9 hingga 14 Februari 2026 dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik. Materi yang diberikan mencakup sosialisasi KUHP, penggunaan kekuatan, teknik penangkapan, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), hingga pertempuran jarak dekat. Respons Strategis Hadapi Dinamika Kamtibmas Irwasda Polda Riau, Kombes Pol Prabowo Santoso, menegaskan dinamika keamanan di Provinsi Riau menunjukkan kecenderungan meningkatnya potensi gangguan kamtibmas, mulai dari kejahatan jalanan, kenakalan remaja hingga premanisme. Menurutnya, pembentukan Tim RAGA merupakan langkah strategis sebagai respons atas tantangan tersebut. “Polri tidak hanya menjadi penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perubahan sosial yang positif. Tim RAGA dibentuk sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi kehidupan sosial masyarakat secara nyata,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ketegasan dan kebijaksanaan dalam penegakan hukum. Prinsip proporsionalitas, kata dia, menjadi landasan utama agar setiap tindakan personel tetap berorientasi pada perlindungan masyarakat dan pencegahan kerusakan sosial, bukan sekadar pembalasan. Total 475 Personel Siap Bertugas Sementara, KA SPN Polda Riau Kombes Pol Indra Duaman menjelaskan, pelatihan ini bertujuan memperkuat kesiapan personel dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Riau. Gelombang pertama diikuti 231 personel, sedangkan gelombang kedua diikuti 244 personel. Dengan demikian, total 475 personel Tim RAGA telah terlatih dan siap diterjunkan ke lapangan. “Diharapkan Tim RAGA dapat bergerak efektif dalam menekan angka street crime yang meresahkan masyarakat. Kehadiran 475 personel ini merupakan langkah nyata dan respons strategis Polda Riau dalam memberikan rasa aman kepada seluruh warga,” ujarnya. Perkuat Pengamanan Jelang Ramadhan Menjelang bulan suci Ramadhan, keberadaan Tim RAGA diharapkan semakin memperkuat upaya preventif dan responsif dalam menjaga situasi kamtibmas, khususnya di wilayah Riau dan Kota Pekanbaru. Selain peran aparat, masyarakat juga diimbau untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Apabila melihat, mendengar, maupun mengalami tindak pidana atau gangguan kamtibmas, warga dapat segera menghubungi layanan darurat Kepolisian melalui call center 110. Layanan tersebut dapat diakses gratis selama 24 jam dan terintegrasi dengan jajaran Polda Riau. Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh petugas terdekat guna memastikan respons cepat dan tepat di lapangan. Partisipasi aktif masyarakat melalui pelaporan dini diharapkan mampu mencegah meluasnya gangguan keamanan sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Bupati dan DPRD Kepulauan Meranti Teken MoU KUA-PPAS APBD Perubahan 2025
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kepulauan Meranti bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD resmi tandatangani Nota Kesepakatan (MoU) Kebijakan Umum Anggaran–Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Tahun Anggaran 2025. Agenda ini sekaligus disertai dengan penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Tahun 2025 dalam rapat paripurna di Balai Sidang DPRD Kepulauan Meranti, Rabu (17/9). Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar menegaskan, perubahan KUA-PPAS 2025 bagian dari siklus pengelolaan keuangan daerah yang harus menyesuaikan dengan dinamika pembangunan. Menurutnya, penyesuaian ini penting untuk merespon kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi, serta kebutuhan mendesak masyarakat. “Melalui perubahan ini, kita berharap program pembangunan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Alokasi anggaran juga harus semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran, serta tetap sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam RPJMD dan RKPD Perubahan 2025,” ujar H Asmar. Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan, dan segenap anggota DPRD atas kerja sama serta komitmen dalam pembahasan perubahan KUA-PPAS. "Semua proses pembahasan, termasuk adanya perbedaan pandangan, pada akhirnya bermuara pada tujuan bersama untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," ucapnya. Penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan APBD sesuai dengan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2025.
Energy Academy Taja Pelatihan Penanganan Gas H2S Tekan Risiko Kecelakaan di Sektor Migas
Jakarta, katakabar.com - Sebagai bentuk dedikasi pada peningkatan keselamatan kerja di industri migas, Energy Academy sukses gelar Pelatihan Penanganan Bahaya Gas H2S secara online. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai karakteristik, risiko, dan teknik penanggulangan gas Hidrogen Sulfida (H2S) yang sangat berbahaya. Training Penanganan Bahaya Gas H2S dilaksanakan secara daring tanpa mengurangi kedalaman materi, dan kualitas pelatihan. Peserta dari berbagai wilayah Indonesia dapat mengikuti Diklat Penanganan Bahaya Gas H2S dengan fleksibel dan tetap aktif berpartisipasi dalam diskusi dan simulasi virtual. Program ini mengacu pada Peraturan Menteri No. 20 Tahun 2008 serta standar internasional seperti API 49 dan ANSI Z3190.1. Sertifikasi Penanganan Bahaya Gas H2S diterbitkan oleh BNSP, menjamin bahwa peserta memiliki kompetensi yang diakui secara nasional. Selama Pelatihan Penanganan Bahaya Gas H2S, peserta dibekali dengan pengetahuan teknis mengenai pengukuran gas, penggunaan alat pelindung diri (APD), penggunaan SCBA, prosedur pertolongan pertama, dan penyelamatan korban paparan gas beracun. Semua materi disampaikan oleh instruktur bersertifikasi dari Energy Academy. Antusiasme peserta dalam mengikuti Training Penanganan Bahaya Gas H2S menjadi indikasi meningkatnya kepedulian terhadap pentingnya keselamatan di lingkungan kerja migas. Selama Diklat Penanganan Bahaya Gas H2S, peserta terlibat aktif dalam studi kasus dan praktik prosedur tanggap darurat.
Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Pasbar Kerja Sama dengan Perusahaan Sawit dan Perbankkan
Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) dengan perusahaan kelapa sawit dan perbankan tingkatkan kebijakan penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) guna penanggulangan kemiskinan, percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, dan percepatan penurunan stunting. Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi di Simpang Empat menyatakan, pihaknya sudah melaksanakan beberapa kegiatan bersama perusahaan.
Manfaatkan Hubungan dengan Pemerintah Kurangi Dampak Krisis
Jakarta, katakabar.com - Di tengah lingkungan yang tidak stabil saat ini, krisis dapat muncul secara tak terduga, memberikan tekanan besar pada organisasi untuk merespons dengan cepat dan efektif. Mulai dari bencana alam hingga perubahan regulasi, peristiwa-peristiwa ini dapat berdampak signifikan pada operasional bisnis. Salah satu strategi yang sering diabaikan tapi sangat efektif untuk mengurangi dampak tersebut adalah dengan memanfaatkan hubungan dengan pemerintah.
Produk Tembakau Alternatif Tekan Penyakit Lantaran Kebiasaan Merokok
Jakarta, katakabar.com - Kehadiran produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan, memberikan angin segar bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok. Soalnya, kebiasaan merokok sering kali dikaitkan dengan risiko penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Setelah diteliti secara ilmiah, produk tersebut terbukti memiliki risiko lebih rendah daripada rokok sehingga bisa membantu perokok dewasa memperbaiki kualitas hidupnya. Kehadiran produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan, memberikan angin segar bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok. Apalagi, kebiasaan merokok sering kali dikaitkan dengan risiko penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Setelah diteliti secara ilmiah, produk tersebut terbukti memiliki risiko lebih rendah daripada rokok sehingga bisa membantu perokok dewasa memperbaiki kualitas hidupnya. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR), Shoim Hidayat menjelaskan, produk tembakau alternatif menerapkan sistem pemanasan, sehingga hanya menghasilkan uap air atau aeosol, bukan asap seperti pada rokok. "Melalui sistem pemanasan tersebut, produk tembakau alternatif mampu mengurangi paparan risiko zat berbahaya dan berpotensi berbahaya hingga 90-95 persen lebih rendah daripada rokok," ujar Shoim. Berhenti merokok secara langsung sulit dilakukan perokok dewasa. Menurut jurnal psikologi bertajuk Success rates in smoking cessation: Psychological preparation plays a critical role and interacts with other factors such as psychoactive substances (2017), sebanyak 73 persen perokok ingin menghentikan kebiasaannya, tapi hanya 22 persen di antaranya yang benar-benar mencoba menghentikan kebiasaan tersebut, dan hanya 5 persen yang berhasil berhenti merokok tanpa bantuan profesional seperti terapis, psikolog, atau pemanfaatan produk tembakau alternatif. Untuk itu, perlu ada upaya pencegahan dan pengurangan potensi risiko penyakit berbahaya akibat kebiasaan merokok. Pemanfaatan produk tembakau alternatif dapat membantu perokok dewasa dalam meminimalisir potensi bahaya yang timbul dari kebiasaan merokok, termasuk penyakit kanker. Selain memanfaatkan produk tembakau alternatif untuk beralih dari kebiasaan merokok, ada beberapa cara mencegah penyakit berbahaya, yakni: - Menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga dan aktivitas yang teratur - Mengatur waktu tidur agar badan mendapatkan istirahat yang cukup - Mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan sumber protein yang cukup, serta mengurangi makanan olahan - Hindari konsumsi minuman beralkohol - Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan Tidak ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan hidup sehat sehingga risiko penyakit bisa ditekan semaksimal mungkin. Selain itu, pemanfaatan inovasi teknologi juga dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup dan mengurangi potensi penyakit berbahaya.
Dorong UKMK Gunakan Produk Berbahan Sawit, BPDPKS Tekan Ketergantungan Bahan Baku Impor
Sukoharjo, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS dorong kalangan pelaku usaha kecil, menengah, dan koperasi atau UKMK gunakan produk-produk berbahan baku sawit. Dengan penggunaan bahan dari kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis bangsa Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana sekaligus Pelaksana Tugas (Pit) Direktur Kemitraan BPDPKS, Kabul Wijayanto di Wokshop UKMK, Oleofood Berbahan Sawit di Hotel Grand Mercure Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu (12/6) menyatakan, dorongan ini bagian dari penguatan hilirisasi untuk mendapat nilai tambah dari kelapa sawit sebagai bahan mentah. "Selama ini kita hanya menggunakan bahan mentahnya dan tidak diproses menjadi turunan-turunannya, kita tidak mendapat manfaat lebih," ujarKabul Wijayanto, dilansir dari laman resmi BPDPKS, pada Jumat (14/6). Produk turunan dari kelapa sawit menurut Kabul, diharapkan bisa digunakan untuk kebutuhan domestik bahkan untuk ekspor. Penguatan UKMK dalam penggunaan bahan dari kelapa sawit tersebut difokuskan salah satunya di UKMK batik. "Kenapa batik? Sebab batik produk budaya Indonesia yang hampir semua daerah punya batik dengan kekhasan dan cirinya masing-masing. Lihat, dari Jawa Tengah, ada Solo dan Jogja, Pekalongan, di Jawa Timur, belum lagi masuk ke kabupaten, seperti Cirebon, Madura, bahkan Sumatera ada," bebernya. Ia mengambil contoh pembuatan batik saat ini banyak menggunakan lilin atau parafin atau malam sebagai salah satu bahan bakunya. Padahal sebagian besar lilin tersebut saat ini diimpor. "Nah kalau impor artinya bahan bakunya mahal, sehingga kalau itu mahal otomatis produk batik yang dijual kepada masyarakat ini harganya ikut terdongkrak," ulasnya. BPDPKS menurut Kabul berupaya mendorong para pelaku UKMK beralih menggunakan lilin atau malam yang berbahan baku sawit. Lilin berbahan sawit tersebut salah satu produk hasil penelitian dari kerja sama BPDPKS dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN. Selain lilin atau malam berbahan sawit, Kabu menyebut BPDPKS bersama BRIN telah menghasilkan sejumlah produk lain yang merupakan produk-produk turunan kelapa sawit. Melalui wokshop UKMK saat ini dan besok, ke depan diharapkan semakin banyak pelaku UKMK beralih atau menggunakan produk-produk olahan kelapa sawit dan turunannya itu. Di kegiatan itu dikenalkan tentang oleofood, yakni beragam produk kuliner yang berbahan dari turunan sawit. Selain diberikan pengetahuan dan materi terkait produk-produk kuliner berbahan sawit didemonstrasikan beragam produk oleofood sawit kepada peserta. "Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk untuk mempromosikan kebaikan-kebaikan sawit," tuturnya. Kegiatan itu, lanjutnya, sebagai upaya BPDPKS untuk mengambil peran dari sisi Exit Srategy, yakni mendukung pemulihan dan percepatan ekonomi dari sektor promosi hasil minyak sawit, dan promosi hasil hasil penelitian sawit yang dapat digunakan untuk pengenalan serta pengembangan industri kelapa sawit mendorong peningkatan volume ekspor maupun industri kelapa sawit Indonesia.
Luncurkan 'Bung Selamat' Sebulan Penuh Ditlantas Polda Riau Tekan Fasilitas di Jalan Raya
Pekanbaru, katakabar.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau yang dinahkodai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H kembali luncurkan program terobosan tentang keselamatan dalam berlalu lintas guna menciptakan lalu lintas yang aman, tertib lancar, dan berkeselamatan usung kegiatan tematik Bulan Angkutan Umum Berkeselamatan "Bung Selamat'. Program tersebut guna menindaklanjuti arahan Kakorlantas Polri beberapa waktu lalu, tujuan utama untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan angkutan umum, baik kendaraan angkutan barang maupun kendaraan angkutan orang, pada Selasa (21/5). Adapun sasaran dari program 'Bung Selamat' ada tiga, yakni bagaimana mewujudkan perilaku pengemudi angkutan umum yang berkeselamatan, bagaimana mewujudkan kendaraan angkutan umum yang berkeselamatan, dan bagaimana melakukan rekayasa lantas titik-titik daerah rawan laka lantas. "Kita dari Ditlantas Polda Riau bersinergi dengan semua stakeholder terkait bagaimana menekan angka kecelakaan di Provinsi Riau yang melibatkan kendaraan angkutan umum baik barang maupun angkutan orang. Itu sebababnya, kita hadirkan Program Bulan Angkutan Umum yang kita sebut 'Bung Selamat'," ujar Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat kepada wartawan, pada Selasa. Data laka lantas saat ini terangkum, ulas Kombes Pol Taufik, masih tinggi angka fatalitas saat ini yang melibatkan kendaraan angkutan umum pada tahun 2024, tercatat hingga saat ini, kendaraan umum yang terlibat dalam kecelakaan mencapai 56 kasus kecelakaan, sedang kendaraan angkutan orang mencapai 34 kasus, seperti laka lantas yang viral di mana melibatkan bis wisata terjadi di Subang mengakibatkan 11 korban laka lantas meninggal Dunia. "Secara data, kan bisa kita lihat, tahun ini laka lantas cukup tinggi, dan banyak melibatkan kendaraan angkutan umum, banyak aktifitas kendaraan 'over dimensi over load' atau ODOL yang mengakikatkan jalan rusak, serta adanya keluhan masyarakat karena terjadinya kemacetan yang disebabkan iring-iringan kendaraan 'ODOL' tersebut," jelasnya Beberapa rencana kegiatan telah kita susun, terang Kombes Pol Taufik, meliputi melaksanakan rapat forum lalu lintas dan angkutan jalan untuk membuat kebijakan bersama guna menekan angka laka lantas yang melibatkan kendaraan angkutan umum, melaksanakan sinergi dengam dishub dan BPTD melakukan pengecekan laik kendaraan angkutan umum baik di terminal maupun pol dan ditempat parkir kendaraan angkutan umum, edukasi dan pelatihan kepada para sopir angkutan umum dengan melibatkan diklat tenaga kerja kementrian maupun provisi, serta sekolah-sekolah mengemudi yang terakreditasi, melakukan pengecekan kesehatan dan narkoba kepada para sopir angkutan umum, dan melakukan penegakan hukum gabungan kepada kendaraan-kendaraan angkutan umum yang melanggar 'ODOL', serta melakukan rekayasa lantas terhadap daerah-daerah yang rawan laka lantas. "Melalui program 'Bung Selamat' ini dilaksanakan serentak di seluruh Satlantas Jajaran Polda Riau, saya berharap angka kecelakan lalu lintas, kemacetan dan pelanggaran "ODOL" angkutan umum dapat kita tekan semaksimal mungkin," tegasnya. Ingat, sebutnya, utamakan keselamatan dari pada kecepatan saat berkendara, berkendaralah yang tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas yang ada, jangan ugal-ugalan di jalan raya, melalui Program 'Bung Selamat' ini, mari kita wujudkan berkendara yang penuh berkeselamatan, di mana program 'Bung Selamat' ini kita gelar selama satu bulan penuh, baik itu Ditlantas Polda Riau bersama Istansi terkait dan stakeholder, program tersebut dilaksanakan Satlantas Jajaran bersama instansi samping," bebernya. Untuk itu, imbau Dirlantas Polda Riau, kepada seluruh pengusaha angkutan umum dan para drivernya agar lebih meningkatkan kesadaran saat berkendara, dan cek kondisi fisik kendaraan angkutan yang digunakan sebelum beraktivitas, seperti Lampu Rem, Lampu Sen, kondisi Ban kendaraan dan kelengkapan lainnya.