Terminal

Sorotan terbaru dari Tag # Terminal

Sambut Arus Mudik Lebaran, Pelindo Multi Terminal Siagakan 15 Terminal Penumpang Sumut
Sumut
Kamis, 19 Maret 2026 | 07:03 WIB

Sambut Arus Mudik Lebaran, Pelindo Multi Terminal Siagakan 15 Terminal Penumpang

Medan, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan layanan terminal penumpang di seluruh wilayah operasionalnya guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pelindo Multi Terminal siagakan 15 terminal penumpang untuk menghadapi potensi peningkatan arus penumpang selama masa angkutan lebaran. Berbagai langkah kesiapan dilakukan mulai dari penguatan fasilitas terminal, penyiapan personel operasional, hingga pengaturan jalur pergerakan penumpang dan kendaraan guna memastikan proses pelayanan berjalan aman, tertib, dan lancar. Terminal penumpang yang dikelola tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yakni: Sumatera (Terminal Penumpang Sibolga, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Harapan, Sri Bintan Pura, Kijang), Jawa (Terminal Penumpang Tanjung Emas, Gresik, Gapura Surya Nusantara, Kalianget, Tanjung Wangi), Nusa Tenggara (Terminal Penumpang Gili Mas, Kedaro, Bima), Kalimantan (Terminal Penumpang Bandarmasih), serta Sulawesi (Terminal Penumpang Parepare). Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal, Arif Rusman Yulianto, mengatakan, perusahaan terus berupaya memastikan pengalaman perjalanan masyarakat melalui terminal penumpang dapat berlangsung nyaman dan tertib selama periode Angkutan Lebaran. “Pelindo Multi Terminal telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan layanan terminal penumpang dapat berjalan optimal selama periode Angkutan Lebaran, mulai dari penguatan personel dan fasilitas di pelabuhan, peningkatan standar prosedur operasi, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan. Kami berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan aman selama menggunakan layanan transportasi laut,” kata Arif. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kenyamanan bagi para penumpang, Pelindo Multi Terminal juga siapkan berbagai fasilitas pendukung di area terminal seperti ruang tunggu yang nyaman, area informasi, fasilitas keamanan, hingga akses jaringan gratis yang dapat dimanfaatkan oleh penumpang selama berada di terminal. “Momentum mudik Lebaran merupakan periode dengan mobilitas yang tinggi, karena itu kami terus berupaya memastikan seluruh layanan terminal penumpang yang kami kelola dapat memberikan kenyamanan serta keamanan bagi masyarakat selama melakukan perjalanan. Kami berharap masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman dengan penuh kebahagiaan, serta dapat kembali ke tempat aktivitasnya dengan selamat dan lancar,” jelas Arif.

Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Dukung Kelancaran Angleb Idul Fitri 1447 H Nasional
Nasional
Senin, 16 Maret 2026 | 08:08 WIB

Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Dukung Kelancaran Angleb Idul Fitri 1447 H

Semarang, katakabar.com – Menjelang periode angkutan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijria Tahun 2026 Masehi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas pastikan kesiapan Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas dalam menghadapi peningkatan mobilitas penumpang selama arus mudik dan arus balik lebaran, jelang periode angkutan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijria Tahun 2026 Masehi. Berbagai langkah kesiapan telah dilakukan guna memastikan pelayanan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjung Emas, S. Joko, menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang diperkirakan meningkat selama periode angkutan Lebaran. “Seluruh tim di lapangan kami instruksikan untuk memastikan layanan berjalan lebih cepat, aman, dan nyaman, dengan standar operasi yang telah ditingkatkan khusus untuk periode angkutan Lebaran,” ujarnya. Dari sisi fasilitas, Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas telah dilengkapi berbagai sarana penunjang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, di antaranya ruang tunggu yang nyaman, area check-in yang tertata, fasilitas disabilitas, ruang laktasi, area bermain anak, serta sistem auto gate bagi kendaraan maupun penumpang guna mempercepat proses keluar–masuk area pelabuhan. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan seperti pendingin ruangan tambahan, water station, standarisasi troli, serta pelayanan porter yang lebih tertib. Pelindo juga menghadirkan posko terpadu angkutan Lebaran untuk memastikan koordinasi layanan berjalan optimal selama periode mudik. Dari aspek kebersihan dan kenyamanan, pengelola terminal turut menambah tenaga kebersihan serta meningkatkan pengawasan di seluruh area pelayanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi terminal tetap bersih dan nyaman di tengah meningkatnya aktivitas penumpang. Sementara. dari sisi operasional pelabuhan, kesiapan sandar kapal, layanan pandu dan tunda, serta peralatan operasional lainnya juga telah dipastikan dalam kondisi optimal. Pengaturan jalur embarkasi dan debarkasi penumpang dilakukan secara lebih terstruktur guna menghindari penumpukan serta memperlancar arus pergerakan penumpang di area terminal. Untuk menjaga kelancaran aktivitas pelabuhan secara keseluruhan, Pelindo juga memastikan pemisahan jalur penumpang dan logistik sehingga proses bongkar muat barang tetap berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas penumpang. Seluruh kesiapan tersebut dipantau melalui Plan and Control System yang terintegrasi, sehingga arus kapal, pergerakan penumpang, serta kesiapan fasilitas dapat dimonitor secara real time dan respons terhadap potensi gangguan layanan dapat dilakukan dengan cepat.

Terminal Gilimas Siapkan Perencanaan Operasional Cegah Lonjakan Distribusi Ternak Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 08 Maret 2026 | 12:08 WIB

Terminal Gilimas Siapkan Perencanaan Operasional Cegah Lonjakan Distribusi Ternak

Lombok Barat, katakabar.com - Kesiapan layanan pelabuhan mendukung kelancaran distribusi hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 mendatang terus menjadi perhatian berbagai pihak. Sejumlah langkah antisipatif dilakukan untuk memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan tertib dan mampu mengakomodasi potensi peningkatan arus kendaraan pengangkut ternak, khususnya di Terminal Gilimas, Nusa Tenggara Barat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, tim dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan kunjungan kerja ke Terminal Gilimas, Selasa (3/3) lalu. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah, Djoko Hartoyo bersama Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri, Ridky Irfan guna memastikan kesiapan layanan pelabuhan menjelang Idul Adha. Pada peninjauan lapangan, tim melihat langsung kesiapan fasilitas sandar kapal, pola bongkar muat kendaraan, serta pengaturan arus kendaraan pengangkut ternak di atas kapal. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dini untuk mengantisipasi potensi lonjakan distribusi hewan kurban yang diperkirakan meningkat pada periode puncak menjelang hari raya. Rangkaian kunjungan juga diisi dengan diskusi bersama para pemangku kepentingan, antara lain operator pelabuhan, Balai Karantina, Dinas Peternakan Provinsi NTB, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Di forum tersebut dibahas proyeksi pergerakan ternak, kapasitas layanan pelabuhan, serta strategi pengendalian kepadatan berbasis kondisi riil di lapangan. Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Lembar, Kunto Wibisono, menyampaikan kapasitas ruang tunggu kendaraan di Terminal Gilimas saat ini mampu menampung sekitar 100 truk. Tetapi kapasitas tersebut tidak secara khusus diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut ternak, melainkan digunakan bersama dengan truk logistik lainnya. “Perlu dilakukan penyiapan area buffer oleh dinas terkait di luar kawasan Terminal Gilimas yang dapat difungsikan sebagai lokasi feeding dan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum memasuki area pelabuhan,” jelasnya. Menurut Kunto, pengaturan jadwal keberangkatan kendaraan dari daerah asal juga perlu disesuaikan dengan jadwal kedatangan kapal di Gilimas guna menurunkan waktu tunggu di pelabuhan. “Sebagai langkah alternatif, perlu dipertimbangkan pula layanan pengangkutan dari pelabuhan asal lainnya seperti Bima dan Dompu yang langsung menuju Pulau Jawa,” ucapnya. Usulan tersebut dinilai sebagai langkah antisipatif guna menjaga kelancaran operasional serta memastikan distribusi hewan kurban di wilayah NTB tetap terkendali. Pelindo Multi Terminal Branch Lembar berkomitmen untuk memastikan pelayanan kendaraan pengangkut ternak di area pelabuhan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku, sekaligus tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesejahteraan hewan. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi teknis dan aparat pengawasan, guna menjamin kelancaran arus kendaraan serta meminimalkan potensi kepadatan selama periode puncak menjelang Idul Adha 2026 mendatang.

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan Nasional
Nasional
Rabu, 04 Februari 2026 | 16:35 WIB

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Jakarta, katakabar.com - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) terus perkuat kinerja operasional terminal kendaraan melalui transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi. Upaya ini tercermin dari capaian kinerja operasional yang meningkat 15,09 persen secara konsolidasi (CBU, Alat Berat dan Truck/Bus), didukung implementasi PTOS-C sebagai platform digital operasional pada terminal internasional dan domestik. Hal ini mendorong peningkatan efektivitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa. Konsistensi tersebut juga mendapat apresiasi dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan melalui penghargaan yang diraih sebagai bagian dari komitmen IPCC dalam menghadirkan layanan yang andal dan berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global dan domestik, IPCC menunjukkan komitmen kepada pemegang saham dan pengguna jasa melalui kinerja operasional yang terus bertumbuh secara berkelanjutan. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan paling signifikan pada segmen kargo Truck/Bus yang meningkat 46,32 persen secara tahunan (YoY) atau bertambah 80.893 unit, serta kinerja kunjungan kapal konsolidasi yang mencatatkan 3.604 kunjungan, meningkat 685 kunjungan YoY atau tumbuh 23,46 persen. Sebagai entitas bisnis Pelindo Group di bawah pengelolaan Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) yang berfokus pada core bisnis pelabuhan di bidang kargo nonpetikemas, kinerja operasi IPCC selama satu tahun penuh di 2025 berhasil melayani kargo konsolidasi yang terdiri dari CBU, truck/bus, dan alat berat secara total sebanyak 1.245.840 unit dan meningkat sebesar 188.009 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2024. “Peningkatan kinerja operasional ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan cerminan dari upaya kami membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Melalui penerapan PTOS-C, kami ingin memastikan setiap proses operasional berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC. Seiring berkembangnya tren kendaraan ramah lingkungan, terminal Branch Jakarta IPCC mencatat masuknya kendaraan berbasis BEV (Battery Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle), dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dengan total 101.713 unit, atau sekitar 10,62 persen dari total CBU yang dilayani pada tahun 2025. Capaian ini mencerminkan tingginya minat pasar domestik terhadap kendaraan rendah emisi, dengan dominasi merek asal Benua Asia seperti BYD, VinFast, AION, serta berbagai merek lainnya, sekaligus menegaskan peran IPCC dalam mendukung transisi industri otomotif yang lebih berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan aktivitas ekspor kendaraan turut memperkuat kinerja operasional IPCC dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada segmen kargo CBU. Hingga Desember 2025, IPCC berhasil menangani 390.803 unit CBU, meningkat 9% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis industri otomotif yang semakin dipercaya pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar, mencapai 77.181 unit kendaraan hingga Desember 2025. Adapun kinerja operasional pada segmen kargo CBU mengalami peningkatkan yang solid, secara konsolidasi berhasil melayani 957.661 unit, tumbuh 100.791 unit atau meningkat 11,76 persen YoY. Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Perseroan dalam memperkuat peran strategis terminal kendaraan di tengah transformasi industri otomotif nasional. “Kami melihat pertumbuhan ini tidak semata sebagai peningkatan volume, tetapi sebagai bagian dari proses membangun ekosistem logistik kendaraan yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. IPCC berkomitmen untuk terus mendukung daya saing industri otomotif nasional, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun memperluas kontribusi Indonesia di pasar global,” kata Sugeng. Sejalan dengan penguatan peran IPCC dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang berkelanjutan serta ekosistem hilirisasi pertambangan yang dicanangkan Pemerintah, Perseroan mencatat kinerja positif pada layanan kargo alat berat yang menempati posisi kedua terbesar, dengan pertumbuhan 24 persen YoY atau bertambah 6.325 unit, sehingga total penanganan alat berat secara konsolidasi mencapai 32.677 unit pada tahun 2025. Sementara itu, peningkatan paling signifikan terjadi pada layanan kargo truk/bus yang tumbuh 46,32 persen YoY, 80.893 unit lebih banyak atau secara konsolidasi menjadi 255.502 unit. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas pertambangan domestik seiring implementasi program hilirisasi industri sumber daya mineral, yang mendorong kebutuhan sarana angkut dalam jumlah besar. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IPCC secara berkelanjutan memperluas cakupan layanannya dengan mengoperasikan lima terminal satelit, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih merata, adaptif, dan efisien yang dilengkapi oleh sistem operasi terintegrasi dan berbasis digitalisasi. “Kami menjalankan setiap inisiatif dengan semangat melayani sepenuh hati. Transformasi digital melalui PTOS-C, inovasi layanan berupa PDC, layanan terintegrasi dan end to end service, serta penguatan kolaborasi kami yakini bukan hanya mendorong kinerja, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang. Melalui tagline baru Integrated Auto Solutions, IPCC berkomitmen untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengguna jasa, pemangku kepentingan, dan ekosistem logistik nasional,” sebut Sugeng.

KAI Logistik Percepat Penambahan Terminal Bersertifikat Halal Default
Default
Jumat, 18 Juli 2025 | 17:04 WIB

KAI Logistik Percepat Penambahan Terminal Bersertifikat Halal

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Logistik atau KAI Logistik kembali perkuat komitmen mendukung ekosistem logistik halal nasional dengan mempercepat penambahan terminal bersertifikat halal di tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menyediakan layanan logistik yang tidak hanya andal, tapi memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan terhadap distribusi produk halal, sejalan dengan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Sebelumnya, KAI Logistik telah resmi mengantongi sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan nomor ID00410018283070424 pada 14 Juni 2024 untuk jenis jasa pendistribusian. Sertifikasi ini telah mencakup tiga terminal utama, yakni Terminal Barang Area Sungai Lagoa, Terminal Barang Area Klari, dan Terminal Barang Area Kalimas. Pada tahun 2025 ini, KAI Logistik menargetkan penambahan satu terminal bersertifikasi halal yaitu Terminal Barang Area Ronggowarsito di Semarang, dengan target penyelesaian proses sertifikasi di Triwulan III tahun 2025. Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah menyampaikan, di tahun 2025 ini, kami melakukan perluasan sertifikasi halal ke Terminal Ronggowarsito, dan ke depan tidak menutup kemungkinan seluruh terminal logistik kami dapat bersertifikat halal. "Hal ini menjadi bagian dari visi jangka panjang kami untuk memastikan keyakinan pelanggan, khususnya dalam distribusi produk yang wajib halal sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor 748 Tahun 2021 dan Nomor 944 Tahun 2024," jelasnya. Agus Suryanto, selaku Kepala Lembaga Pemeriksa Halal atau LPH PT Sucofindo mengutarakan, apresiasinya terhadap komitmen KAI Logistik. "KAI Logistik menunjukkan keseriusan dalam menjamin ekosistem logistik halal. Dalam hal ini, KAI Logistik berperan penting dalam memastikan distribusi produk berjalan sesuai prinsip halal. Mereka juga menjadi BUMN pertama di sektor logistik yang secara aktif melakukan proses sertifikasi halal," tegas Agus.

Terminal Kendaraan Makin Kinclong, IPCC Hadiahi Investor Dividen Final Fantastis Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 22 Juni 2025 | 11:00 WIB

Terminal Kendaraan Makin Kinclong, IPCC Hadiahi Investor Dividen Final Fantastis

No. Keterangan Tanggal 1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 19 Juni 2025 2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 25 Juni 2025 3. Recording Date yang berhak atas Dividen Tunai final 30 Juni 2025 4. Cum Dividen di Pasar Tunai 30 Juni 2025 5. Ex Dividen Interim di Pasar Tunai 1 Juli 2025 6. Pelaksanaan pembayaran Dividen Tunai 17 Juli 2025 Selama tahun 2024, IPCC mencatatkan peningkatan volume kendaraan yang ditangani, diantaranya kendaraan Completely Built-Up (CBU) 865.870 Unit meningkat 7,94 persen (yoy), alat berat 26.352 Unit meningkat 38,71% (yoy), truk dan bus 174.609 Unit meningkat 69,21 persen.

Pelindo Multi Terminal Tanjung Intan Layani Bongkar Muat 1.213 Ekor Sapi Perah Impor Nusantara
Nusantara
Kamis, 22 Mei 2025 | 16:02 WIB

Pelindo Multi Terminal Tanjung Intan Layani Bongkar Muat 1.213 Ekor Sapi Perah Impor

Cilacap, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal atau SPMT, Subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang terminal nonpetikemas, komitmenbdukung ketahanan pangan nasional. Melalui Branch Tanjung Intan, Pelindo Multi Terminal memastikan kesiapan penuh dalam melayani kegiatan bongkar muat 1.213 ekor sapi perah di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (15/5) lalu secara aman, efisien, dan sesuai standar operasional yang berlaku. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjung Intan, Miftah Fajrisal menegaskan, Pelindo Multi Terminal melalui Tanjung Intan berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan bongkar muat yang andal, termasuk untuk komoditas khusus seperti ternak hidup yang memerlukan penanganan ekstra. "Pelabuhan Tanjung Intan telah menyiapkan fasilitas, infrastruktur, serta personel untuk menjamin keamanan dan keselamatan hewan selama proses bongkar muat. Seluruh kegiatan dilakukan dengan memperhatikan prinsip animal welfare dan standar Kesehatan hewan yang ketat," terangnya. Dari total ternak yang tiba, rincinya, total 1.013 ekor bagian dari skema joint shipment antara 62 perusahaan dan PT Global Dairy Alami atau GDA. Sedang, 200 ekor lainnya diimpor PT Lunar Chemplast. Seluruh sapi yang masuk berada dalam kondisi bunting dengan masa kehamilan antara dua hingga lima bulan. Sapi-sapi tersebut bakal didistribusikan ke berbagai koperasi peternak di Indonesia, seperti KAN Jabung (Malang), Koperasi Larasati (Kuningan), KPBS Pangalengan (Bandung), Chibugary (Jakarta Timur), serta kawasan Kunak (Bogor). Distribusi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor peternakan nasional melalui penyediaan bibit unggul dan peningkatan produktivitas susu dalam negeri.

Proyek PTPP, Pembangunan Terminal Kalibaru Tahap 1B Capai 75 Persen di Pelabuhan Tanjung Priok Nasional
Nasional
Rabu, 05 Maret 2025 | 09:13 WIB

Proyek PTPP, Pembangunan Terminal Kalibaru Tahap 1B Capai 75 Persen di Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta, katakabar.com - Proyek pembangunan Terminal Kalibaru Tahap 1B di Pelabuhan Tanjung Priok terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, realisasi progres fisik sudah mencapai 75 persen, proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp3,83 triliun ini dilaksanakan PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), salah satu perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Priok sebagai gerbang utama distribusi ekspor dan impor di Indonesia. Mengingat posisinya yang strategis dan terhubung dengan berbagai pelabuhan lain, pengembangan kawasan pelabuhan menjadi prioritas untuk mengakomodasi peningkatan volume kargo dan logistik serta meningkatkan pelayanan bongkar muat. Dalam kontrak Pekerjaan Terminal Kalibaru Tahap 1B, PTPP menggarap sejumlah lingkup pekerjaan strategis, di antaranya reklamasi dan perbaikan tanah pada area Terminal Petikemas 2 (CT2), Inner Port Road, dan Reserved Area. Pembangunan struktur dermaga CT2 sepanjang 800 meter dan dermaga CT3 sepanjang 150 meter dan pengerukan kolam dermaga CT2 dan pembangunan breakwater serta penggunaan teknologi inovatif seperti metode Vacuum Preloading dan drone LIDAR untuk mempercepat pelaksanaan serta memastikan akurasi pekerjaan reklamasi. Vacuum Preloading Method adalah solusi untuk memperbaiki lapisan tanah lunak (very soft soil) guna menjamin stabilitas struktur. Lalu penggunaan material hasil pengerukan sebagai bahan reklamasi untuk mendukung prinsip konstruksi berkelanjutan. Selain itu digunakan teknologi BIM (Building Information Modeling) dan Drone LIDAR untuk pengukuran topografi dan volume reklamasi secara presisi.