Tinjau
Sorotan terbaru dari Tag # Tinjau
Pastikan Kesiapan Layanan Angkutan Lebaran 2026, Dirut KAI Lihat LRT Jabodetabek
Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama (Dirut) Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin tinjau stasiun LRT Jabodebek, pastikan fasilitas, pelayanan, dan operasional siap untuk Angkutan Lebaran 2026, Minggu (22/3) kemarin. Dirut KAI tidak sendirian lihat stasiun LRT Jabodetabek guna pastikan kelancaran operasional Angkutan Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026. Tapi Ia didampingi Executive Vice President LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudyo, serta jajaran manajemen LRT Jabodebek. Peninjauan dilakukan di Stasiun Jati Mulya, Halim, Cawang, Harjamukti, dan Dukuh Atas sebagai titik strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran serta penerapan dari tarif Rp1 pada H1 dan H2 lebaran 2026. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa Dirut KAI bersama EVP LRT Jabodebek dan jajaran melakukan beberapa peninjauan, meliputi aspek fasilitas stasiun, kelancaran perjalanan kereta, hingga kualitas pelayanan kepada pengguna. Pada kesempatan ini pula, Dirut KAI menyapa pengguna LRT Jabodebek di dalam kereta menuju Stasiun Dukuh Atas. “LRT Jabodebek berperan penting dalam mendukung Mulai dari konektivitas antarmoda seperti Kereta Cepat Whoosh, Commuter Line, KA Bandara, MRT Jakarta, Transjakarta, hingga terhubung dengan destinasi wisata seperti TMII dan pusat perbenlanjaan. Dengan keunggulan tersebut, layanan ini diharapkan mampu menunjang mobilitas masyarakat secara optimal,” ucapnya. Langkah ini, ujarnya, menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal selama masa angkutan Lebaran 2026. Kesiapan operasional tidak hanya difokuskan pada aspek teknis, tetapi juga pada pengalaman pengguna secara menyeluruh. “LRT Jabodebek memastikan semua lini pelayanan, baik di stasiun maupun di dalam kereta, berada dalam kondisi optimal. Kesiapan petugas frontliner juga menjadi perhatian utama agar pengguna mendapatkan layanan yang responsif dan informatif selama periode Lebaran 2026,” jelasnya. Sebagai moda transportasi berbasis rel di kawasan perkotaan, LRT Jabodebek siap mendukung mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026. Dimana lokasi stasiun LRT Jabodebek juga terhubung dengan pusat aktivitas, kawasan permukiman, serta simpul transportasi lainnya.
Tinjau Progres KPP Papua Selatan, Menteri PU Tekankan Pentingnya Sistem Drainase Berkelanjutan
Merauke, katakabar.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja tinjau progres pembangunan Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) Provinsi Papua Selatan yang berlokasi di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Salor, Kabupaten Merauke, di awal pekan kedua Februari 2026 lalu. Peninjauan ini bertujuan memastikan pembangunan infrastruktur di Daerah Otonomi Baru (DOB) tersebut berjalan sesuai rencana dengan tetap mengedepankan aspek keberlanjutan. Dalam tinjauannya, Dody memberikan perhatian khusus terhadap sistem drainase kawasan. Ia menekankan kesiapan drainase merupakan faktor krusial untuk mengantisipasi potensi genangan dan banjir, terutama mengingat dinamika perubahan pola cuaca yang terjadi saat ini. “Saya titip kepada jajaran Cipta Karya, Sumber Daya Air, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, drainasenya harus benar-benar dijaga. Jangan sampai ketika hujan turun justru menimbulkan genangan. Walaupun daerah ini dikenal relatif kering, kita tetap harus antisipasi karena pola cuaca sekarang berubah-ubah," tegas Dody di lokasi pembangunan. Dody menambahkan, pengawasan dan pemeliharaan sistem drainase harus menjadi bagian integral dari pembangunan kawasan. Hal ini dinilai vital agar pusat pemerintahan Provinsi Papua Selatan dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang tanpa gangguan persoalan banjir. Pembangunan KPP Provinsi Papua Selatan terdiri dari sejumlah infrastruktur utama, antara lain Kantor Gubernur, Gedung DPRD, Gedung Majelis Rakyat Papua (MRP), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan jaringan perpipaan, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), serta Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Lingkup pekerjaan juga meliputi land development seperti penyiapan lahan, aksesibilitas kawasan, utilitas dasar, dan penataan lingkungan. Ia mengapresiasi capaian pembangunan yang telah berjalan sejak tahun 2024 tersebut. Menurutnya, perkembangan fisik di lapangan menunjukkan hasil yang signifikan. “Tadi saya mendarat masih sore, saya langsung menyempatkan diri melihat ke lokasi. Saya tidak kaget, progresnya sudah bagus,” jelasnya. Selain fokus pada kawasan inti pemerintahan, Kementerian PU juga berkomitmen menuntaskan infrastruktur konektivitas pendukung. Dody memastikan bahwa sejumlah ruas jalan akses menuju KPP Provinsi Papua Selatan yang belum tertangani akan diselesaikan secara bertahap pada Tahun Anggaran 2026. Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di Merauke, Menteri PU juga meninjau progres pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam. Di agenda tersebut, Kementerian PU berdialog langsung dengan para petani setempat untuk menyerap aspirasi guna memastikan dukungan infrastruktur pertanian dapat diberikan secara tepat sasaran sesuai kewenangan kementerian. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Lewat Padat Karya
Padang, katakabar.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo tinjau penanganan tanggap darurat bencana banjir di Sungai Air Dingin, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (29/1) lalu. Di kunjungan tersebut, Menteri PU menekankan dua hal utama, yakni percepatan normalisasi sungai untuk mengembalikan fungsi irigasi dan pentingnya pelibatan masyarakat terdampak melalui skema padat karya. Ditegaskannya, penanganan darurat ini krusial bagi aktivitas warga dan sektor pertanian. Oleh karena itu, ia menginstruksikan jajarannya untuk bekerja secara intensif. "Kita percepat penyelesaian ini. Normalisasi sungainya kita percepat. Saya sampaikan kepada Kepala BWS Sumatera V, kalau memang diperlukan, minta tolong ke penyedia jasa untuk bekerja 24 jam," tegas Dody di lokasi peninjauan. Selain aspek teknis, Dody menyoroti aspek sosial ekonomi masyarakat pascabencana. Mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU juga berupaya memastikan mata pencaharian warga tidak terputus akibat bencana. "Arahan Presiden RI, H Prabowo Subianto, mata pencaharian masyarakat tidak boleh ikut putus. Makanya saya minta tim untuk memikirkan bagaimana supaya ada program padat karya. Sehingga masyarakat yang terdampak bencana, mata pencahariannya tidak berhenti dan tetap ada income," jelasnya. Ia menambahkan skema padat karya ini dapat segera diterapkan pada tahapan pekerjaan teknis yang memungkinkan, seperti pada pemasangan bronjong. Pada konteks ketahanan pangan, pemulihan suplai air ke lahan pertanian menjadi prioritas utama menjelang musim tanam. Di kawasan ini terdapat lahan sawah sekitar 700 hektare bergantung pada irigasi teknis dari aliran sungai. Kementerian PU berkewajiban menyediakannya. "Itu sudah menjadi kewajiban Kementerian PU untuk menyiapkan air irigasi. Saya tidak mau sawah yang masih produktif kekurangan air atau malah tidak ada air saat musim tanam," terang Dody. Saat ini air sungai telah dialirkan menggunakan pompa sementara guna memastikan pasokan masuk ke saluran irigasi serta memenuhi kebutuhan air bersih warga. "Air irigasi ini bukan hanya untuk sawah, tapi juga digunakan untuk masyarakat sebagai air bersih. Jadi, dua hal ini harus kita pastikan dengan cepat," ucapnya. Saat ini, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V telah melakukan perbaikan alur sungai sepanjang 2.439 meter dan perkuatan tebing sepanjang 1.916 meter. Langkah ini diambil untuk melindungi Bendung Koto Tuo serta mengendalikan sedimen dan puing (debris) kayu. Desain penanganan juga dilengkapi dengan sand pocket dan groundsill untuk menjaga stabilitas dasar sungai. Kepala BWS Sumatera V Padang, Naryo Widodo, mengutarakan seluruh penanganan tanggap darurat ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan. Naryo Widodo menyatakan BWS Sumatera V telah mengerahkan sejumlah alat berat berupa excavator, dump truck, dan telah menyediakan material yang dibutuhkan di lapangan antara lain berupa geobag, bronjong, dan jumbo bag. "Penanganan tanggap darurat ini diharapkan dapat segera memulihkan fungsi sungai, menjamin suplai air irigasi dan air bersih bagi masyarakat, serta mengurangi risiko banjir susulan di wilayah Sungai Air Dingin," kupas Naryo. Program kerja ini bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Wakapolda Riau Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan SDN 18 Semulut
Kepulauan Meranti, kataķabar.com - Wakapolda Riau, Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi SIK MH, bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Riau melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Minggu (18/1) pagi. Kunjungan tersebut tinjau lokasi rencana pembangunan jembatan di SDN 18 Semulut, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi. Brigjen Pol Hengki hadir bersama Karo Ops Polda Riau, Kombes Pol Dr. Ino Harianto SIK MM, Dansat Brimob Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa SIK, Personel Bid Humas Brigadir Jumaidi Rahman SH, serta Tim Teknis Polda Riau Saipul dan Yusuf. Kegiatan yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB ini turut dihadiri Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, beserta jajaran PJU Polres Kepulauan Meranti. Hadir pula unsur Forkopimda dan pejabat daerah, diantaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti Tunjiarto MPd, Kepala Dinas PUPR Rahmat Kurnia ST, Camat Tebing Tinggi, Juwita Ratna Sari S.Farm Apt, serta Kepala Desa Banglas Barat, Aznawi Nazar S.Ip. Setibanya di Pelabuhan Semulut, rombongan Wakapolda Riau langsung menuju lokasi jembatan rusak di SDN 18 Semulut. Di lokasi, Kapolsek Tebing Tinggi,AKP JA. Lubis SH MH, memaparkan kondisi jembatan sebelum dan sesudah mengalami kerusakan, serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat dan dunia pendidikan setempat. Wakapolda Riau bersama PJU Polda Riau kemudian melakukan peninjauan dan pemeriksaan secara langsung terhadap kondisi jembatan yang rrusak Kegiatan tersebut juga diisi dengan asesmen teknis awal guna mendukung rencana pembangunan dan perbaikan jembatan tersebut. Wakapolda Riau menegaskan kegiatan ini tidak bersifat seremonial semata, melainkan bagian dari upaya konkret Polri dalam mendukung Program Jembatan Merah Putih Presisi serta kebijakan pemerintah pusat terkait pemerataan pembangunan. "Polri hadir memastikan sinergi lintas sektor berjalan dengan baik,” tegas Brigjen Pol Hengki. Diketahui, cecara geografis Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, merupakan wilayah terpencil dengan keterbatasan akses transportasi darat dan laut. Kerusakan jembatan selama ini berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar dan mobilitas warga. Dengan adanya rencana pembangunan jembatan tersebut, diharapkan keterisolasian wilayah dapat teratasi dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Sekira pukul 09.45 WIB, rombongan Wakapolda Riau dan PJU Polda Riau meninggalkan lokasi peninjauan dan kembali menuju Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, dan akan kembali bertolak ke Pekanbaru.
Rehabilitasi Kelar, Pemkab Kepulauan Meranti Fungsikan Pelabuhan dan Jembatan Desa Bandul
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan berat, pelabuhan dan jembatan akses utama masyarakat Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, kini kembali dapat dimanfaatkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Perhubungan telah menyelesaikan rehabilitasi infrastruktur vital tersebut. Rehabilitasi dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait kondisi pelabuhan dan jembatan yang rusak parah dan membahayakan keselamatan warga. Menindaklanjuti laporan itu, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turun langsung meninjau lokasi. Di peninjauan tersebut, Bupati Kepulauan Meranti menegaskan pelabuhan dan jembatan Desa Bandul memiliki peran strategis sebagai akses transportasi penumpang, bongkar muat barang, serta jalur evakuasi dan rujukan pasien ke Selatpanjang hingga Pekanbaru. “Saat ini pelabuhan dan jembatan Desa Bandul sudah diperbaiki dan bisa kembali dimanfaatkan masyarakat. Akses ini sangat penting untuk aktivitas penumpang, bongkar muat, serta rujukan pasien sakit,” ujar H Asmar, Selasa (6/1). Meski demikian, Ia mengakui masih terdapat sejumlah pelabuhan dan jembatan lain di wilayah Kepulauan Meranti yang kondisinya rusak, dan belum seluruhnya dapat direalisasikan perbaikannya. “Kami mohon masyarakat bersabar. Beberapa titik lainnya sudah menjadi prioritas dan telah kami sampaikan ke dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti,” jelasnya. Perbaikan infrastruktur tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Bandul. Salah seorang warga, Mas Anto, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan warga. “Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Pelabuhan dan jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, baik untuk penumpang, buruh bongkar muat, maupun keperluan mendesak seperti orang sakit,” ucapnya. Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Bandul, H. Karyawan, disapa akrab H Wawan. Ia menyebut pelabuhan dan jembatan tersebut sebagai urat nadi kehidupan masyarakat desa. “Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Bandul, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti. Pelabuhan dan jembatan ini menjadi akses utama seluruh aktivitas warga, termasuk rujukan pasien ke kabupaten dan provinsi,” tuturnya. Dengan rampungnya rehabilitasi ini, aktivitas masyarakat Desa Bandul diharapkan kembali berjalan lebih aman dan lancar, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Puncak Nataru, Bupati Kepulauan Meranti Tinjau Pelabuhan Tanjung Harapan di Puncak Nataru
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H Asmar, tinjau Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus melakukan inspeksi arus lalu lintas penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Selasa (30/12), persis di puncak arus libur Nataru sekaligus pasca libur sekolah. Di kegiatan tersebut, H Asmar, secara umum arus penumpang di pelabuhan utama Kabupaten Kepulauan Meranti masih terpantau relatif aman dan terkendali, meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang pada sejumlah rute. “Alhamdulillah, hingga hari ini lonjakan penumpang masih dalam kondisi aman dan terkendali. Tetapi, untuk rute Meranti–Batam terpantau cukup padat,” ujar Asmar di sela-sela peninjauan. Menurut data yang dihimpun petugas, jumlah penumpang keluar dan masuk Pelabuhan Tanjung Harapan sejak 18 hingga 29 Desember 2025 tercatat mencapai sekitar 30 ribu orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat, khususnya yang bepergian ke luar daerah dan membawa anak-anak, agar meningkatkan kewaspadaan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, mengingat kondisi gelombang laut saat ini cukup besar,” jelasnya. Selain itu, H Asmar mengingatkan masyarakat agar mematuhi seluruh arahan dan imbauan petugas di pelabuhan maupun pos pelayanan demi kelancaran, dan keselamatan bersama. Ia turut menekankan pentingnya menjaga keamanan rumah bagi warga yang meninggalkan kediaman selama liburan. “Pastikan rumah keadaan aman, kunci pintu dan jendela dengan baik, sehingga saat kembali dari liburan rumah tetap aman,” imbuhnya. Peninjauan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Camat Tebingtinggi, serta petugas pelayanan dan pengamanan di Pelabuhan Tanjung Harapan.
Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti Sembangi Pos Nataru Beri Tali Asih
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti, Polda Riau lakukan Peninjauan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Ops Lilin Lancang Kuning Tahun 2025, melalui Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitongga SH, serta Pemberian Tali Asih dari Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti, Senin (29/12) pagi, di Pos Pelayanan Nataru Ops Lilin Lancang Kuning 2025 yang berada di Pelabuhan Tanjung Harapan Jalan Tanjung Harapan Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, serta di Pos Pengamanan Nataru Ops Lilin Lancang Kuning 2025 di Taman Cik Puan Jalan Merdeka Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten. Kepulauan Meranti. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, menyampaikan kami bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Polres Kepulauan Meranti melakukan peninjauan terhadap Pos Yan dan Pos Pam dalam rangka Bhayangkari Peduli kepada Personil yang terlibat Operasi lilin Lancang Kuning 2025. "Peninjauan itu bertujuan guna melihat kesiapan personel dalam pelaksanaan pengamanan serta menghimbau kepada Personel Pos Yan dan Pos Pam untuk meningkatkan kewaspadaan, selalu humanis dalam setiap memberikan pelayanan," ujar Wakapolres. Kata Wakapolres, kita beserta Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti memberikan talih asih berupa bingkisan makanan, minuman dan alat kesehatan kepada personel yang melaksanakan pengamanan Pos Yan dan Pos Pam Nataru Ops Lilin Lancang Kuning Tahun 2025. Lepas itu, Wakapolres bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Polres Kepulauan Meranti juga memberikan masukan terhadap personel yang melaksanakan pengamanan Pos Yan dan Pos Pam Nataru untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam pelaksanaan tugas serta selalu menjaga kesehatan dan tetap semangat. "Tentunya dengan kegiatan ini, Polres Kepulauan Meranti untuk dapat memberikan dampak positif terhadap moril dan motivasi personel yang bertugas di Pos Yan dan Pos Pam Ops Lilin Lancang Kuning 2025 dan Pemberian tali asih dari Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti merupakan bentuk kepedulian dan dukungan nyata terhadap personel yang melaksanakan tugas pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025 dan 2026," kata Kompol Detis. Wakapolres Kepulauan Meranti berharap, kesiapan personel, serta sarana dan prasarana di Pos Yan dan Pos Pam terpantau dalam kondisi baik dan siap mendukung kelancaran pengamanan. Selain itu, Bhayangkari secara langsung dapat meningkatkan kedisiplinan, kewaspadaan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Ops Lilin Lancang Kuning 2025.
Pastikan Pelayanan, Tim Supervisi Ops LLK 2025 Polda Riau Turun ke Polres Kepulauan Meranti
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Tim Supervisi Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 Kepolisian Daerah (Polda) Riau turun ke Mapolres Kepulauan Meranti, di pulau seberang, Jumat (26/12) kemarin. Selain pastikan pelayanan, dan keamanan masyarakat yang merayakan Nataru berjalan aman, tertib dan damai. Tim Supervisi Operasi LLK 2025 tinjau sejumlah Pos Pelayanan (Posyan) dan Pos Pengamanan (Pospam) Operasi Lilin Lancang Kuning (LK) 2025 di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, dan langkah-langkah pengamanan berjalan maksimal dalam memberikan pelayanan dan keamanan selama arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Rombongan Tim Supervisi Ro Ops Polda Riau, yang dipimpin Kabag Dalops Roops Polda Riau, AKBP Zaini,S.Ag dan Kasubdit Gasum Samapta Polda Riau, AKBP Robet Arizal, S.Sos. Selamat Kegiatan berlangsung, didampingi loleh Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H, Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, Kompol Wan Muntazzakka, S.H.,MH, Kabag SDM Polres Kepulauan Meranti, Kompol Ali, Azar, S.Sos, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, AKP Roemin Putra, S.H.,MH, Kasat Intelkan Polres Kepulauan Meranti, Iptu Roly Irvan, S.H., M.H. Tim Supervisi melaksanakan peninjauan dan pengecekan secara langsung ke Pos Pelayanan (Pos Yan) Pelabuhan Penumpang Tanjung Harapan, guna memastikan kesiapan personel pengamanan, kelengkapan administrasi operasional, serta sarana dan prasarana pendukung pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Lilin. Ketika peninjauan di Pos Yan Pelabuhan Tanjung Harapan, Tim Supervisi melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas personel, pola pengamanan, sistem pelayanan kepada penumpang, koordinasi lintas instansi (Polri, TNI, KSOP, Dishub, dan instansi terkait), serta penerapan langkah-langkah preventif untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas dan potensi kecelakaan di area pelabuhan. Selanjutnya, Tim Supervisi Operasi LLK 2025 Polda Riau melanjutkan peninjauan ke Pos Pengamanan (Pos Pam) Taman Cik Puan, dengan melakukan pengecekan kesiapsiagaan personel, pembagian tugas dan ploting pengamanan, serta kelengkapan peralatan pendukung operasional Pos Pam. Di Pos Pam Taman Cik Puan, Tim Supervisi memberikan arahan dan penekanan kepada personel yang bertugas agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, profesionalisme, serta memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Selesai melaksanakan kunjungan ke Pos Yan dan Pos Pam, Tim Supervisi lanjut dengan kegiatan Asistensi dan pendalaman terkait pelaksanaan Ops Lilin LK-25 diwilayah hukum Polres Kepulauan Meranti. Tim Supervisi ingin mengetahui sejauh mana Ops Lilin LK-25 telah dilaksanakan. Untuk perbaikan dan lebih memantapkan, Tim memberikan petunjuk dan arahan, masukan serta rekomendasi kepada seluruh pejabat operasi. Peninjauan yang dilakukan Tim Supervisi Operasi LLK 2025 Polda Riau ke Pos Yan Pelabuhan Penumpang Tanjung Harapan dan Pos PAM Taman Cik Puan langkah strategis dalam rangka memastikan pelaksanaan Operasi Lilin berjalan sesuai dengan rencana operasi, SOP, serta arahan pimpinan, khususnya dalam menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Kehadiran Tim Supervisi secara langsung di lapangan memberikan dampak positif terhadap kesiapsiagaan, dan disiplin personel yang bertugas, baik dari segi pelaksanaan tugas pengamanan, pelayanan kepada masyarakat, maupun kelengkapan administrasi dan sarana prasarana pendukung. Hal ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan dan pengendalian agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan tugas. Pelabuhan Penumpang Tanjung Harapan sebagai salah satu objek vital dan pintu masuk utama masyarakat memiliki potensi kerawanan berupa kepadatan penumpang, gangguan Kamtibmas, serta risiko kecelakaan. Lantaran itu, pengecekan langsung terhadap pola pengamanan dan sinergitas lintas instansi dinilai sangat penting guna meminimalisir potensi gangguan dan memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Peninjauan ke Pos Pam Taman Cik Puan menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan di pusat aktivitas masyarakat. Evaluasi terhadap kesiapan personel dan pola pengamanan di lokasi tersebut menjadi upaya preventif untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, seperti kerumunan massa, tindak kriminalitas, serta gangguan ketertiban umum selama masa libur Nataru. Arahan dan penekanan yang diberikan oleh Tim Supervisi kepada personel di kedua Pos diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme, kewaspadaan, dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kegiatan peninjauan ditutup dengan peninjauan posko dan pemeriksaan serta memberikan pengarahan kepada personel satgas dan memberikan pengarahan terkait Layanan Polisi Call Center 110 untuk disosialisasikan kepada masyarakat, kegiatan berakhir pukul 15.30 WIB, dan selama kegiatan berlangsung situasi aman Kondusif dan terkendali.
Pastikan Situasi Kondusif, Wakapolres Kepulauan Meranti Sambangi Gereja Saat Ibadah Natal
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti Polda Riau tinjau pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (25/12) pagi. Pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti berjalan dengan baik, dan sesuai dengan rencana pengamanan yang telah ditetapkan. Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitongga Mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi bersama Danramil 02 Tebing Tinggi, dan para Pejabat Utama Polres Kepulauan Meranti melaksanakan peninjauan langsung terhadap kesiapan personel, sarana prasarana pendukung, serta sistem pengamanan pada sejumlah lokasi gereja yang melaksanakan ibadah malam Natal. "Adapun lokasi gereja yang menjadi sasaran peninjauan pelaksanaan pengamanan yakni Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI), Jalan Yos Sudarso juga Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Stasi Jalan Yos Sudarso serta mengamankan di Gereja HKBP yang berlokasi di Jalan Tengku Umar dan Gereja GPIB yang berlokasi Jalan Teratai," ujar Kapolres Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Wakapolres, Kompol Detis Mayer Silitongga. Menurut Wakapolres, di masing -masing lokasi tersebut dilakukan peninjauan terhadap kesiapan personel pengamanan, pengaturan akses keluar masuk jemaat, serta pengamanan di sekitar area gereja. "Seluruh personel Polres Kepulauan Meranti yang terlibat dalam pengamanan melaksanakan tugas sesuai dengan ploting dan tanggung jawab masing-masing. Personel terlihat siaga di titik-titik pengamanan, baik di dalam maupun di sekitar area gereja, serta melaksanakan pengaturan arus lalu lintas guna memberikan rasa aman, nyaman, dan kelancaran bagi jemaat yang melaksanakan Ibadah Natal," jelasnya. Dijelaskan Wakapolres, Kesiapan personel pengamanan pada Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI), Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Stasi, Gereja HKBP dan Gereja GPIB menunjukkan perencanaan dan penggelaran kekuatan telah dilakukan secara tepat dan proporsional. Penempatan personel di titik-titik strategis serta pengamanan terbuka dan tertutup mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas selama pelaksanaan ibadah malam Natal. Tentunya, ucap Wakapolres Kepulauan Meranti, sinergi yang terjalin antara Polri, TNI, dan pengurus gereja menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Koordinasi yang baik serta komunikasi yang intensif memungkinkan setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi secara dini, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. "Situasi Kamtibmas yang tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah malam Natal di seluruh gereja yang ditinjau menunjukkan efektivitas pelaksanaan pengamanan yang telah dilakukan. Hal ini mencerminkan keberhasilan Polres Kepulauan Meranti dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga toleransi, dan kerukunan antarumat beragama di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti," tandasnya.
Forkopimda Riau Tinjau Kesiapan Natal dan Tahun Baru, Ajak Jemaat Doakan Korban Bencana di Sumatera
Pekanbaru, katakabar.com - Menjelang perayaan Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau melakukan peninjauan langsung ke sejumlah gereja dan pos pengamanan di Kota Pekanbaru, Rabu (24/12) kemarin petang. Selain memastikan kesiapan pengamanan, rombongan juga mengajak jemaat untuk mendoakan para korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan dimulai dari Gedung Daerah Provinsi Riau di Jalan Diponegoro. Rombongan kemudian bergerak ke Gereja HKBP Pekanbaru di Jalan Hangtuah yang berdampingan dengan Masjid Agung An-Nur, menunjukkan kuatnya toleransi antarumat beragama di Riau. Peninjauan berikutnya dilakukan di Gereja Katolik Santo Paulus, di mana Forkopimda berdialog dengan jemaat serta meninjau sistem pengamanan yang disiagakan selama ibadah berlangsung. Tidak hanya gereja, Forkopimda juga mengunjungi Pos Pengamanan Purna MTQ yang menjadi salah satu titik Operasi Lilin Lancang Kuning 2025. Di pos tersebut, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menyerahkan bingkisan untuk petugas sekaligus melakukan video konferensi dengan jajaran pengamanan di kabupaten/kota se Riau. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho serta Wakil Wali Kota Markarius Anwar turut mendampingi. Dalam penjabarannya, petugas menjelaskan kesiapan Posko, jumlah personel yang dikerahkan, serta sarana pendukung untuk mengamankan masa libur Natal dan Tahun Baru. Kapolda Riau juga memastikan seluruh Kapolres se Riau telah meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kondusivitas wilayah. Plt Gubernur, SF Hariyanto, menegaskan kehadiran Forkopimda merupakan wujud kebersamaan pemerintah dalam menciptakan perayaan Natal yang aman dan damai. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban bencana yang tengah berjuang di Aceh, Sumut, dan Sumbar. “Kami hadir bersama dalam suasana Natal ini, menjaga semuanya agar berjalan aman dan tertib. Kita juga mendoakan saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar diberi kekuatan dan ketabahan,” kata SF Hariyanto. Ia mengimbau masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru secara sederhana, tidak melakukan konvoi atau penggunaan kembang api berlebihan, sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di wilayah terdampak bencana. Sementara, Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menjelaskan kunjungan Forkopimda menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman pada masyarakat. “Kunjungan ini untuk merasakan suasana natal bersama masyarakat, sekaligus berdoa bagi saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah agar selalu diberi kekuatan. Kita adalah satu, dan bersama-sama bangkit menuju Indonesia yang damai,” ujarnya. Kapolda Riau merinci, lebih dari 1.100 personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan organisasi masyarakat dikerahkan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru. “Seluruh personel disiagakan untuk memastikan perayaan natal dan pergantian tahun berjalan aman, lancar, dan penuh kedamaian,” terangnya.