WEI

Sorotan terbaru dari Tag # WEI

SLKS WEI Tingkatkan Produktivitas dan Kemandirian Usaha Petani Sawit Swadaya Sawit
Sawit
Rabu, 25 Desember 2024 | 18:05 WIB

SLKS WEI Tingkatkan Produktivitas dan Kemandirian Usaha Petani Sawit Swadaya

Tembilahan, katakabar.com - Widya Erti Indonesia atau WEI taja Hari Temu Tani usung tema “Sekolah Lapangan Meningkatkan Produktivitas dan Kemandirian Usaha Petani Sawit Swadaya Melalui Pembentukan Entitas”, di Gedung PSHT, Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi peserta Sekolah Lapangan Kelapa Sawit atau SLKS untuk presentasikan hasil belajar mereka, dan promosikan program praktik pertanian terbaik (Good Agricultural Practices/GAP), serta menggalang dukungan rencana tindak lanjut menuju pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan. Kepala BP3 Kecamatan Kempas dan Kemuning, Forkopimcan setempat, perwakilan asosiasi petani PKTSTKM, dan ASAGRI, serta petani dan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani atau KWT dampingan WEI turut hadir.

WEI Sukses Tingkatkan Kapasitas Petani Sawit Swadaya Tujuh Desa di Inhil Sawit
Sawit
Kamis, 19 Desember 2024 | 19:19 WIB

WEI Sukses Tingkatkan Kapasitas Petani Sawit Swadaya Tujuh Desa di Inhil

Tembilahan, katakabar.com - Widya Erti Indonesia atau WEI terus melakukan pendampingan kepada ratusan petani kelapa sawit swadaya di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau guna meningkatkan produktivitas dan kemandirian usaha. Melalui program Sekolah Lapangan Kelapa Sawit atau SLKS, pekebun diajarkan presentasikan dan promosikan praktik pertanian terbaik (Good Agricultural Practices/GAP) menuju pengelolaan sawit berkelanjutan.

Kerja Sama GIZ dan WEI Latih Fasilitator Sawit Berkelanjutan di Kutai Timur Sawit
Sawit
Kamis, 10 Oktober 2024 | 19:33 WIB

Kerja Sama GIZ dan WEI Latih Fasilitator Sawit Berkelanjutan di Kutai Timur

Sangatta, katakabar.com - Widya Erti Indonesia (WEI) bersama GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit) sukses gelar pelatihan fasilitator sawit berkelanjutan di Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Pelatihan yang berada di bawah payung program SASCI+SUSTAIN ini berlangsung selama tiga hari dan bertujuan untuk membekali fasilitator agar mereka dapat mendampingi petani sawit swadaya dengan lebih efektif dan berkelanjutan.

Emak-emak Petani di Inhu Kini Punya Gerai Oleh-oleh Berkat Bimbingan WEI dan Unilever Sawit
Sawit
Kamis, 14 Desember 2023 | 21:09 WIB

Emak-emak Petani di Inhu Kini Punya Gerai Oleh-oleh Berkat Bimbingan WEI dan Unilever

Rengat, katakabar.com - Para istri petani kelapa sawit binaan Swadaya Karya Serumpun setahun lamanya digembleng kreatif membangun pondasi pendapat sampingan lewat pemberdayaan ekonomi okeh Widya Erti Indonesia (WEI) dan Unilever. Rupanya, buah kerja keras itu sebelas Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam unit usaha Karya Serumpun memiliki gerai oleh-oleh produk hasil dari kreativitas. Pusat perbelanjaan makanan ringan berlokasi di Jalan Lintas Timur, Desa Ringin, Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu, Riau, diresmikan pada Kamis (14/12). Kuliner yang ditampilkan berasal dari hasil pertanian lokal seperti peyek paku, stick pepaya, dodol labu, hingga keripik pisang salai dan singkong. Selain itu, ada makanan ringan stick keju, kulit ayam crispy, kerupuk ikan bilis, dan berbagai kerajinan tangan hasil tenunan istri para petani. "Ini semua dampak positif dari Widya Erti Indonesia yang berkelanjutan setelah Karya Serumpun berkembang dari Program Sekolah Lapangan Kelapa Sawit (SLKS) dari tahun 2017. Upaya itu untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga maupun kelompok," kata Ketua Karya Serumpun, Juliono dalam sambutannya. "Terima kasih kepada Widya Erti Indonesia (WEI) dan Unilever, pemerintah daerah maupun setingkat desa dan kecamatan yang telah membiarkan ruang atau dukungan dalam menjalankan kegiatan positif hingga pada titik saat sekarang ini," ujarnya. Adanya pusat oleh-oleh ini, sebut Juliono, mudah-mudahan jadi tempat ibu-ibu KWT untuk berkreasi membuat produk unggulannya. Diketahui, bermula dari program Sekolah Lapang Kelapa Sawit (SLKS), Karya Serumpun telah berkembang menjadi komunitas yang kuat. Fokus mereka tidak hanya pada pencapaian sertifikasi RSPO, tapi pada penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan. Dukungan Widya Erti Indonesia dan Unilever terhadap pendampingan 11 Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam naungan Karya Serumpun bagian penting dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga petani. Inisiatif ini memberikan kesempatan kepada perempuan untuk berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga, membuka jalan bagi mereka untuk mengambil peran lebih aktif dalam ekonomi lokal. Pembukaan gerai pusat oleh-oleh hasil nyata dari usaha bersama. Komitmen perkembangan positif dalam upaya meningkatkan kualitas hidup petani dan keluarga. Asosiasi itu tidak hanya menjadi simbol keberhasilan dalam pertanian sawit berkelanjutan, tapi menjadi panutan dalam pemberdayaan perempuan di sektor pertanian. "Gerai ini mudah-mudahan mendorong lebih banyak perempuan daerah lainnya untuk berpartisipasi aktif dalam ekonomi lokal, dan mengambil peran penting dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan," harapnya. Di peresmian gerai oleh-oleh Karya Serumpun, hadir Camat Batang Gansal, Basuki, perwakilan dari Disperindag Inhu, Raja Tamrin, tokoh adat setempat, bhabinkamtibmas, dan beberapa kepala desa.

SLL RSPO Perkuat Jaringan Petani Sawit Swadaya di Internasional Nusantara
Nusantara
Rabu, 22 November 2023 | 19:23 WIB

SLL RSPO Perkuat Jaringan Petani Sawit Swadaya di Internasional

Jakarta, katakabar.com - Acara Smallholder Linking and Learning RSPO menjadi wadah penting bagi petani kelapa sawit swadaya untuk memperkuat jaringan, membagikan praktik terbaik, dan bersama-sama hadapi tantangan pertanian kelapa sawit berkelanjutan. Kelompok Tani (Poktan) kelapa sawit swadaya binaan Widya Erti Indonesia (WEI) dan Unilever ikut berpartisipasi aktif serta menunjukan komitmen di acara Smallholder Linking and Learning yang ditaja Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di Century Park Sudirman, Jakarta. Pekebun kelapa sawit asal Provinsi Riau di kegiatan itu bernama Karya Serumpun, Indragiri Hulu (Inhu) dan Tunas Karya Mandiri dari Indragiri Hilir (Inhil), serta ASAGRI yang menerapkan pertanian berkelanjutan. Selain itu, petani kelapa sawit asal Malaysia, Thailand, Colombia, Ghana, dan India turut di acara. "Mereka menjadikan kegiatan itu sebagai ajang berbagi dan belajar dalam memajukan praktik pertanian kelapa sawit berkelanjutan," ujar Executive Director WEI, Wiranatha Krisna, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (22/11). Cerita Wiranatha Krisna, binaannya Karya Serumpun berkesempatan menjadi pembicara untuk memaparkan perjalanan kelompok menuju kewirausahaan dan penguatan kelompok wanita tani. Ketua Asosiasi Karya Serumpun Juliono menimpali, keberhasilan Karya Serumpun mengelola dana kelompok dapat menginisiasi dan menjadi pembelajaran bagi kelompok lain untuk menerapkan strategi serupa. Sementara, dilihat dari versi Tunas Karya Mandiri diakui berdiskusi dengan kelompok tani memberikan banyak perspektif. "Petani yang datang dari berbagai negara bisa menambah wawasan tentang menghadapi tantangan yang ada, termasuk peningkatan kesadaran rekan-rekan petani pentingnya bersertifikat RSPO," jelas Sumantono, Ketua Koperasi. Ketua ASAGRI, Muhaimin ucapkan apresiasinya atas peluang yang diberikan. "Pengalaman ini sangat berharga. Kami tidak sangka sebagai petani, kami berkesempatan untuk mengikuti acara yang memberikan begitu banyak pelajaran. "Kami berterima kasih kepada Widya Erti Indonesia dan Unilever yang telah memberikan ASAGRI kesempatan yang sangat berharga ini," tuturnya.

Bekat WEI Asosiasi Karya Serumpun Bertengger di Tingkat Internasional Internasional
Internasional
Senin, 20 November 2023 | 15:49 WIB

Bekat WEI Asosiasi Karya Serumpun Bertengger di Tingkat Internasional

Rengat, katakabar.com - Widya Erti Indonesia (WEI) dan Unilever membina petani kelapa sawit sudah tidak diragukan lagi. Salah satu buktinya, melalui program Sekolah Lapangan Kelapa Sawit (SLKS) antarkan Asosiasi Karya Serumpun, Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu, Riau dikenal di negara luar. Pembinaan sistem kelola sawit ramah lingkungan yang diterapkan mendapat sertifikasi bikinan Eropa, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) membikin kelembagaan mandiri itu bertengger di tingkat internasional. Bahkan, kelembagaan ini tidak sekadar bagian peserta seperti tamu undangan lainnya, melainkan tampil jadi pembicara. "Saya berterimakasih kepada Widya Erti Indonesia (WEI) dan Unilever yang telah membimbing kami petani menuju sawit berkelanjutan, capaian ini membanggakan kami," ulas Juliono, Ketua Karya Serumpun, Juliono, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (20/11). Yayasan WEI, ujar Juliono, memberikan hasil yang konkret dan berkelanjutan hingga ke hilirisasi. Cara kerjanya bertujuan untuk membantu petani dalam perbaikan budidaya tanaman kelapa sawit hingga peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya di daerah marjinal dan pedesaan. Petani sudah merasakan manfaat pendampingan dimulai dari tahun 2017 lalu. Beragam ilmu diperoleh, mulai dari tata cara berkebun sawit yang baik, ramah lingkungan, mengelola pupuk organik dan hayati serta pemberdayaan istri petani untuk mendapatkan penghasilan tambahan. "Gemblengan WEI bukan seremon semata, tapi memberikan dampak positif jangka panjang yang dirasakan pekebun. Buktinya, kami sampai pada titik sumringah dan dapat membesarkan nama asosiasi dan mengangkat derajat petani lainnya yang tergabung dalam Asosiasi Karya Serumpun," jelasnya. "Alhamdulillah, berkat kerja keras akhirnya Karya Serumpun terima sertifikasi RSPO pada 2021 lalu, di mana diketahui untuk menuju sertifikat ini tidak mudah," sebutnya.

Unilever Bersama Mitra WEI Dorong Era Pertanian Berkelanjutan Nasional
Nasional
Jumat, 17 November 2023 | 20:47 WIB

Unilever Bersama Mitra WEI Dorong Era Pertanian Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Unilever bersama salah satu mitranya Widya Erti Indonesia (WEI) berpartisipasi dalam kegiatan "Smallholders Farm Visit and Program Discussion" di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Vuce-president and managing Director Cimate And Nature Fund di Unilever, Eric Soubeiran injakkan kaki di Indonesia, untuk melihat inisiatif pembinaan dan pengembangan petani yang dilakukan WEI dan mitra-mitra lainnya. Widya Erti Indonesia salah satu Smallholders Unilever yang telah menunjukkan dedikasi tinggi membina kelompok petani lokal dengan penerapan praktik pertanian yang baik. Tidak hanya itu, Widya Erti Indonesia fokuskan perhatian pada pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT). Mereka dibimbing untuk mengembangkan berbagai produk inovatif dari bahan baku lokal, seperti pisang, singkong, kelapa, hingga lidi kelapa sawit. Produk yang dihasilkan emak-emak beragam, berupa makanan, minuman serta kerajinan tangan yang tidak hanya menciptakan nilai tambahan ekonomi, tapi membantu peluang baru bagi wanita tani untuk berkontribusi dalam peningkatan ekonomi keluarga. "Kami di WEI percaya pemberdayaan perempuan dan pengembangan pertanian berkelanjutan mesti seiring dengan membangun komunitas yang lebih kuat dan mandiri. Inisiatif ini, jalan bagi wanita di pedesaan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka menjadi terbuka," cerita Wiranatha Krisna, Executive Director WEI, dilansir dari laman elaeis.co, Jumat (17/11). Ekonomi sirkular penting, kata Krisna, WEl berhasil mengimplementasikan strategi di mana bahan baku seperti daun kelapa sawit diolah menjadi pakan ternak, dan dikonversi menjadi pupuk organik untuk digunakan kembali di lahan pertanian. Siklus ini menciptakan rantai nilai yang menguntungkan dan ramah lingkungan. Saya sangat mengapresiasi kerja sama yang tercipta dan berharap kolaborasi ini akan terus berkembang untuk mendorong pengembangan lebih lanjut komunitas-komunitas marginal dan pedesaan. "Kami sangat antusias untuk melanjutkan kerja sama ini dan berharap ada lebih banyak lagi inisiatif bersama antara Unilever, WEI, dan smalholders lainnya yang berfokus pada pengembangan masyarakat," ujarnya. Di kegiatan ini, diskusi program antara Unilever dan smallholders membuka dialog penting tentang bagaimana peranan Unilever dalam membantu smallholders mewujudkan sektor agrikultur yang bertanggung jawab di masa kini dan masa depan.

Titi Masa Depan Hijau, WEI Pandu  Petani Kelapa Sawit di Ketapang Sawit
Sawit
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 21:09 WIB

Titi Masa Depan Hijau, WEI Pandu Petani Kelapa Sawit di Ketapang

Kalimantan Barat, katakabar.com - Para petani kelapa sawit swadaya telah komitmen menancapkan tonggak perubahan positif industri kelapa sawit berkelanjutan, di Ketapang, Kalimantan Barat Total dua ratus pasang mata siap meniti masa depan hijau dipandu Widya Erti Indonesia dan Goodhope, lewat program Sekolah Lapangan Kelapa Sawit (SLKS). "Pembelajaran praktik tani berkelanjutan kepada petani lokal perlu dilakukan untuk masa depan yang hijau," tutur Direktur Eksekutif Widya Erti Indonesia, Wiranatha Krisna, dilansir dari laman elaeis.co, penghujung paruh bulan Oktober 2023, weekend. Penerapan praktik pertanian terbaik ini, ujar Krisna, bakal jadi pondasi petani yang efektif dan berkelanjutan. Kami percaya kunci utama kemajuan industri kelapa sawit terletak pada pemberdayaan petani melalui pendidikan dan pembelajaran langsung mengenai implementasi praktik sawit. Total seratus atau dua ratus pasang mata telah bergabung mendapatkan bimbingan dari Widya Erti Indonesia. Di mana program sekolah lapangan kelapa sawit gebrakan tepat membantu petani melakukan perbaikan, peningkatan produksi secara intensif dan bertanggungjawab. "Kami bersama petani berkontribusi menciptakan ekosistem usaha kelapa sawit yang ramah lingkungan, menghasilkan produk berkualitas, dan memberikan manfaat ekonomi yang adil bagi semua pihak," jelasnya. Masa depan hijau, sebut Krisna, semuanya harus berkolaborasi dan bertindak dimulai dari sekarang. Seperti langkah ini, Widya Erti Indonesia dan Goodhope menyatukan visi untuk membentuk masa depan industri kelapa sawit yang lebih ramah lingkungan, dan lestari. "Keberhasilan program ini jadi bukti nyata pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan tidak hanya mimpi, tapi dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian Indonesia," bebernya.

Cerita WEI dan Petani Lokal Tingkatkan Produksi Kelapa Sawit Berkualitas Nasional
Nasional
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 20:45 WIB

Cerita WEI dan Petani Lokal Tingkatkan Produksi Kelapa Sawit Berkualitas

Kalimantan Barat, katakabar.com - Di weekend paruh bulan Oktober 2023, Widya Erti Indonesia (WEI) gembleng para petani kelapa sawit di Ketapang, Kalimantan Barat. Kegiatan itu sebagai langkah kongkrit untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kelapa sawit petani Indonesia. "Melalui praktik-praktik pertanian terbaik Sekolah Lapangan Kelapa Sawit (SLKS) terobosan nyata agar petani paham sistim pengelolaan perkebunan," ujar Direktur Eksekutif Widya Erti Indonesia, Wiranatha Krisna, dilansir dari laman elaeis.co. Proyek ini, kata Krisna, menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pihak swasta, organisasi non-pemerintah, dan komunitas lokal menciptakan dampak positif industri serta masyarakat. Di Ketapang misalnya, petani memulai dengan fokus utama pada peningkatan keterampilan melalui berbagai pengetahuan yang mencakup seluruh aspek dari hulu hingga hilir budidaya kelapa sawit. Tujuannya untuk membekali para petani dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar menghasilkan produk tidak hanya berkualitas tinggi, tapi penting memperhatikan kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati sekitar. Widya Erti Indonesia bertekad, tutur Krisna, program sekolah lapangan kelapa sawit dalam bentuk nyata bersama-sama menciptakan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang. "Organisasi kami ini komit meningkatkan kualitas hidup komunitas pedesaan dan marjinal melalui pendidikan dan pengembangan ekonomi," jelasnyam WEI, tambahnya, tidak bisa bekerja sendiri dengan artian wajib berkolaborasi dengan berbagai pihak mendorong pencarian SDGs di Indonesia dan dunia.