Semarang, katakabar.com - Sempena memperingati komitmen kolektif pelestarian lingkungan, LindungiHutan merilis data terbaru mengenai perusahaan-perusahaan yang paling aktif dukung kegiatan penghijauan melalui program Corporate Social Responsibility atau CSR.
Di antara perusahaan paling menonjol tahun ini adalah PT Bussan Auto Finance atau BAF, melalui inisiatif BAF ECO Move, telah melakukan penanaman mangrove secara konsisten dari tahun 2023 di berbagai wilayah pesisir.
Melalui kerja sama dengan LindungiHutan, BAF telah merealisasikan aksi tanam pohon di tiga lokasi strategis sepanjang Mei 2025, yakni Pantai Mangunharjo di Semarang, Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara, dan Pantai Kartika Jaya di Kendal.
Lokasi-lokasi ini dipilih lantaran mengalami tekanan lingkungan cukup tinggi, seperti abrasi pantai, dan degradasi ekosistem pesisir, sehingga membutuhkan intervensi ekologis yang cepat dan berkelanjutan.
Selain itu, ketiga lokasi kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi dan penurunan kualitas lingkungan akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim. Di masing-masing wilayah, penanaman mangrove menjadi fokus utama sebagai solusi alami dalam menahan laju abrasi, meningkatkan kualitas air, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis fauna pesisir.
"Keterlibatan korporasi seperti BAF dukung program pemulihan lingkungan menunjukkan bahwa sektor bisnis dapat berperan aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem," ujar Miftachur "Ben" Robani, CEO LindungiHutan.
Menurut data LindungiHutan, kata Ben, kontribusi CSR dari sektor swasta alami peningkatan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Program BAF ECO Move 2025 menjadi salah satu contoh implementasi CSR yang berorientasi pada dampak jangka panjang. Selain aksi tanam pohon, kegiatan ini melibatkan edukasi lingkungan bagi komunitas lokal dan pemberdayaan petani penggerak yang menjadi ujung tombak pemulihan ekosistem.
"Kami mencatat adanya peningkatan partisipasi dari sektor swasta, tidak hanya dalam bentuk pendanaan, tetapi juga dalam keterlibatan langsung karyawan mereka di lapangan," ucap Aminul Ichsan, Ketua Yayasan LindungiHutan.
Menurut Global Mangrove Alliance (2023), Indonesia memiliki sekitar 20 persen hutan mangrove dunia, namun ekosistem ini terus terancam alih fungsi lahan. Di tengah tekanan tersebut, aksi seperti penanaman mangrove bersama BAF menjadi langkah penting. Riset pun menunjukkan lonjakan minat terhadap konservasi mangrove, menandai urgensi pemulihan ekosistem pesisir secara kolaboratif.
LindungiHutan berharap data yang dirilis ini menjadi pemicu bagi lebih banyak entitas bisnis untuk mengadopsi praktik CSR yang berorientasi pada keberlanjutan. Semakin banyak perusahaan yang terlibat, semakin besar pula peluang keberhasilan Indonesia dalam memulihkan ekosistem yang terdegradasi.
Aksi Tanam Pohon 2025, LindungiHutan Rilis Data CSR Teraktif
Diskusi pembaca untuk berita ini