Pekanbaru - Kasus pencabulan bocah TK oleh teman sekolahnya yang terjadi di Kota Pekanbaru masih berlanjut. Belum ada kesepakatan antara kedua keluarga, baik korban maupun terduga pelaku.
Ayah korban menyebutkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, pihak sekolah serta keluarga pelaku, Senin (15/1) pagi tadi.
Akan tetapi, pertemuan itu tidak membuahkan hasil yang memuaskan untuk keluarga korban. Bahkan sejauh ini pihak sekolah belum memberikan solusi terbaik untuk korban.
"Belum ada kesepakatan," kata ayah korban, Senin malam.
Dia mengatakan, pihaknya akan terus mengikuti proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian.
"Kami ikuti proses hukum sudah berjalan lagi sekarang. Ujungnya seperti apa, ya kita lihat nanti aja sampai mana prosesnya," kata dia.
Lebih lanjut, ayah korban berharap agar anaknya bisa mendapatkan perawatan psikologis dengan baik.
"Pokoknya permintaan kami dari awal itu bawa anak kami berobat, bawa ke psikolog untuk diterapi kesembuhan mental dan psikisnya," pungkasnya.
Sebelumnya, dia menyebutkan bahwa saat ini terdapat perbedaan perilaku yang terjadi pada anak laki-lakinya itu usai menjadi korban pencabulan teman sekolahnya.
"Perilaku anak saya sekarang lebih sering membangkang, tidak mau dikasih tahu, susah menurut, melawan, emosian, memukul, menghancurkan, dan melempar apa yang ada," ungkap ayah korban.
"Selalu memberi ancaman kepada kami sebagai orang tuanya, termasuk adiknya, adiknya sering jadi pelampiasan jika semua permintaan tidak dituruti," sambungnya.
Selain perubahan emosional, korban juga mengaku mendapat ancaman dari terduga pelaku, yang notabene adalah teman sekelasnya. Korban dan pelaku keduanya laki-laki.
"Dari pengakuan anak saya juga, ada mendapat ancaman dari pelaku. Jika anak kami tidak mau membuka celana, tidak mau menuruti permintaan, pelaku tidak mau berteman dengan anak dan memusuhi anak saya," ujar ayah korban.
Ayah korban juga menyebutkan bahwa pihak sekolah tidak pernah menghubungi atau bertanya tentang kabar dan kondisi anaknya yang diduga sudah menjadi korban pencabulan oleh teman sekolahnya ini.
Orang tua korban telah membawa anaknya ke psikiater dan menjalani visum di RS Bhayangkara Polda Riau. Hasilnya, menunjukkan bahwa sang anak mengalami trauma.
"Pihak sekolah tidak pernah menghubungi saya, tidak pernah bertanya kabar dan kondisi anak saya," kata ayah korban.
Alamai Trauma, Ayah Bocah TK Korban Pencabulan Minta Anaknya Diterapi hingga Sembuh
Diskusi pembaca untuk berita ini