Pelalawan, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan berhasil ungkap kasus penjualan BBM subsidi ilegal di Parit Melati, Teluk Dalam, Kuala Kampar, Pelalawan. Dua tersangka insial NDP dan H, ditangkap tim Unit Tipidter Satreskrim Polres Pelalawan, Selasa (7/4) lalu.
Dari pengungkapan kasus mafia minyak ini Polres tetapkan dua orang tersangka, yakni NDP 37 tahun, warga Jalan Pelabuhan, Teluk Dalam, Kuala Kampar, dan H 38 tahun, warga Teluk Dalam, Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan.
Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.
Penangkapan bermula dari informasi masyarakat tentang adanya penjualan BBM subsidi ilegal di lokasi tersebut. Tim Unit Tipidter Satreskrim Polres Pelalawan mendatangi lokasi dan menemukan 8 unit baby tank berisi BBM jenis solar subsidi dan 25 drum plastik berisi BBM jenis solar subsidi.
Barang bukti yang disita antara lain 8 unit baby tank, 25 drum plastik, 2 unit mesin robin, 2 selang isap, 2 selang buang, dan 5 buah gerigen berisi BBM jenis solar subsidi. Tersangka dan barang bukti saat ini diamankan di Polsek Kuala Kampar untuk proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, S.I.K, menyatakan penangkapan ini hasil kerja keras tim Unit Tipidter Satreskrim Polres Pelalawan.
"Kami akan terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap penjualan BBM subsidi ilegal di wilayah Pelalawan," jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi, S.T.K., S.I.K., M.H, menimpali tersangka akan dijerat dengan pasal yang berlaku.
"Kami akan terus melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap kasus-kasus serupa," tegasnya.
Kapolres Pelalawan mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada informasi tentang penjualan BBM subsidi ilegal di wilayah Pelalawan dan dapat melaporkan melalui Call centre Telp 110 Polres Pelalawan siap menerima laporan selama 1 X 24 jam.
Unit Tipder Reserse Polres Pelalawan Ungkap Puluhan Ton BBM Subsidi
Diskusi pembaca untuk berita ini