Bengkulu, katakabar.com - Andai disuruh memilih antara perbaikan infrastruktur jalan ke kebun kelapa sawit dengan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit masih rendah saat ini.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKS) Provinsi Bengkulu pilih bereskan dulu masalah harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit meski perbaikan infrastruktur sangat dibutuhkan di Provinsi Bengkulu.

Ketua APKS Bengkulu, Edy Masyhuri menegaskan, harga TBS kelapa sawit mesti jadi perhatian serius dan utama. Lantaran harga yang tidak stabil berdampak kepada pendapatan petani kelapa sawit.

"Harga TBS naik turun bisa sebabkan ketidakpastian ekonomi bagi para petani kelapa sawit membuat sulit rencana usaha berkelanjutan di Provinsi Bengkulu," kata Edy dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (25/7).

Diceritakan Edy, kami saat ini hadapi tantangan serius mengenai harga TBS kelapa sawit. Itu sebabnya, pemerintah dan pemangku kepentingan mesti kerja sama mencari solusi guna mencapai stabilitas harga yang adil bagi para petani kelapa sawit.

Masalah harga TBS kelapa sawit tidak cuma menyangkut para petani tapi bisa pengaruhi perekonomian daerah secara keseluruhan. Kelapa sawit itu komoditas ekspor utama Provinsi Bengkulu, sehingga harga TBS turun naik dan berdampak kepada pendapatan asli daerah.

Harapannya pemerintah daerah dapat lebih aktif mendukung petani kelapa sawit dan kerja sama dengan pihak terkait mencari peluang baru pasarkan produk kelapa sawit.

Menurutnya, perlu langkah-langkah strategis untuk menghadapi harga tidak stabil bisa terjadi di pasar global.

Bila masalah harga TBS kelapa sawit tuntas, baru masalah selanjutnya diatasi, seperti infrastruktur jalan yang memadai. Apalagi infrastruktur yang baik dukung transportasi hasil panen menjadi lebih lancar, dan meningkatkan efisiensi serta mengurangi biaya logistik.

"Mayoritas jalan-jalan ke kebun sawit masih perlu perbaikan. Infrastruktur yang memadai petani mudah mengakses pasar dan pabrik pengolahan kelapa sawit. Endingnya, dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatan bagi petani," jelasnya.

Ditegaskan Edy lagi, kita butuh jalan, tapi prioritas utama saat ini stabilitas harga TBS kelapa sawit. Hal ini memberikan kepastian bagi para petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan dan lebih baik ke depan.