Pekanbaru, katakabar.com - Perusahaan Australia yang bergerak di bidang teknologi agroindustri, Beanstalk AgTech, mengapresiasi transformasi signifikan yang dilakukan PalmCo Regional 3 Provinsi Riau telah bertransformasi teknologi secara masif dan berkelanjutan.
Director Beanstalk AgTech, Justin Ahmed didampingi Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian-ICASEPS Kementerian Pertanian, Dr Wahida Maghraby bertandang ke Kantor Direksi PalmCo Regional 3.
Kata Justin, Sub Holding di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara berhasil melakukan transformasi secara masif dan turut mengubah wajah industri perkebunan konservatif menjadi industri 4.0 yang lebih modern usung teknologi informasi.
"Sejujurnya ini sangat mengesankan, dalam waktu singkat perusahaan berhasil melaksanakan transformasi teknologi dari industri 0.4 menjadi industri 4.0," ujarnya lewat siaran pers, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (11/12).
Menurutnya, bukan hal yang mudah untuk mentransformasi perusahaan yang memiliki ribuan karyawan dan budaya konservatif yang melekat selama puluhan tahun, seperti PalmCo Regional 3 yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN V tersebut. Terlebih lagi, perusahaan ini menjalankan unit bisnis yang menyebar di berbagai wilayah terpencil di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau.
Tapi, hanya kurun waktu empat tahun perusahaan mampu melakukan perubahan begitu masif melalui pemanfaatan digitalisasi sebagai akselerator transformasi. Peta jalan digital yang disusun empat tahun lalu terus berjalan secara berkesinambungan hingga membalikkan posisi perusahaan selayaknya industri 0.4 menjadi 4.0.
"Sangat mengesankan. Apalagi strategi yang dipakai dengan memanfaatkan tim dengan talenta terbaik untuk percepatan digitalisasi melalui SWAT timnya. Cara perusahaan mengatur proses yang sangat spesifik seputar perbaikan berkelanjutan dan pengelolaan sistem sungguh luar biasa," jelasnya.
Saya memberikan kredit positif, lanjutnya, kala pendekatan teknologi yang dilaksanakan perusahaan yang fokus pada usaha perkebunan kelapa sawit, tidak hanya fokus pada kegiatan inti untuk operasional perusahaan, melainkan turut memperkuat para petani mitra.
Pendekatan digitalisasi dilaksanakan perusahaan lewat sejumlah sistem informasi digital sebagai upaya perkuat kemitraan melalui berbagai aplikasi, seperti Pamela atau Plasma Monitoring dan Evaluation Application, Simoga atau Sistem Monitoring Grading, serta Sawit Rakyat Online atau SRO.
Aplikasi terakhir, yakni aplikasi berbasis Android yang dimanfaatkan untuk membantu petani mendapatkan bibit sawit unggul bersertifikat.
"Proses dari hulu ke hilir yang terjadi baik dari inti, plasma, dan petani pihak ketiga dalam satu kesatuan berjalan sangat baik. Strategi perusahaan yang melibatkan semua petani kecil dan pihak ketiga juga bagian dari proyek yang ingin kami kemukakan," beber Project Leader Beanstalk AgTech, Andrea Coello.
"Ini gerakan yang mempertimbangkan partisipasi semua orang menuju tujuan bersama. Jadi, kami mau melakukan pendekatan terhadap praktik terbaik yang ada di industri ini," terangnya.
Andrea menuturkan, Beanstalk sendiri lembaga inovasi yang berdedikasi untuk memajukan ekosistem inovasi pangan pertanian di Asia-Pasifik, dengan membantu perusahaan memperkuatinovasi, mendukung perusahaan rintisan dan UKM untuk menetapkan dan mencapai tujuan, dan membangun platform untuk meningkatkan kapasitas, konektivitas, serta hasil bagi industri lokal.
Di Indonesia, Beanstalk telah kerja sama dengan Universitas Brawijaya dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam memperkuat petani melalui digitalisasi.
"Kita mau ambil peran dengan langkah yang dilaksanakan perusahaan dalam memperkuat petani sawit Indonesia," imbuhnya.
Head Region PalmCo Regional 3 Provinsi Riau, Rurianto menimpali, empat tahun terakhir perusahaan terus melaju melalui beragam inovasi.
Semangat transformasi yang diusung CEO PTPN V, Jatmiko Santosa kini Direktur Utama Sub Holding PalmCo dari 2019 lalu menempatkan digitalisasi sebagai akselerator. Peta jalan digital yang disusun dilaksanakan secara berkesinambungan.
"Hingha kini, PTPN V dalam fase integrasi penuh digital melalui program E-Plantation dan ditargetkan rampung 2024 mendatang," ucapnya.
Hasilnya, urainya, perusahaan mampu meningkatkan kinerja secara signifikan yang dibuktikan dengan peningkatan efesiensi serta berhasil mencatatkan kinerja finansial tertinggi sepanjang sejarah selama tiga tahun berturut-turut.
Selanjutnya, berdasarkan penilaian INDI 4.0 (Indonesia Industry 4.0 Readiness Index) yang dilaksanakan Kementerian BUMN, PalmCo Regional 3 menjadi salah satu perusahaan kluster perkebunan dengan kesiapan matang menuju digitalisasi era industri 4.0.
Sejumlah inovasi IoT yang dihasilkan perusahaan menjadi acuan bagi berbagai anak perusahaan Holding Perkebunan seperti Millena (Mill Excelence Indicator) atau pemantau operasional pabrik berbasis sensorik, Intank Control atau pemantau penyimpanan Crude Palm Oil (CPO) di tangki simpan secara real time.
Selain itu, PalmCo memiliki Fleet Management sebagai alat untuk pelacak angkutan CPO dari pabrik menuju pelabuhan, FOSS Nir yang merupakan IoT untuk pemeriksaan kualitas CPO dan memantau kehilangan secara cepat.
Lalu, terdapat Suplesi DAN, Autotec, serta terakhir Nusaklim yang merupakan pemantau cuaca di perkebunan secara tepat waktu.
"PalmCo telah memiliki pondasi yang sangat kuat. Insya Allah, tugas kita adalah memastikan seluruh peta jalan yang telah ditetapkan berjalan sesuai waktunya," timpal Ruri.
Apresiasi Digitalisasi PalmCo Regional 3, Ini Kata Perusahaan Teknologi Australia
Diskusi pembaca untuk berita ini