Australia

Sorotan terbaru dari Tag # Australia

Krakatau Sarana Properti Resmikan Perluasan Gudang Australia Respons Tingginya Daya Serap Pasar Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 13 Juli 2025 | 19:08 WIB

Krakatau Sarana Properti Resmikan Perluasan Gudang Australia Respons Tingginya Daya Serap Pasar

Cilegon, katakabar.com - PT Krakatau Sarana Properti atau KSP meresmikan perluasan Gudang Australia di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, belum lama ini. Peresmian perluasan Gudang Australia di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, upaya strategis KSP respons peningkatan permintaan pasar akan fasilitas logistik yang modern, efisien, dan siap pakai serta tingginya serapan pasar sebagai indikator utama keberhasilan perluasan ini. Pengembangan ini perkuat posisi KSP sebagai penyedia layanan kawasan industri yang adaptif terhadap tren kebutuhan industri. Kebutuhan industri ini memiliki potensi besar mendukung kelancaran sistem rantai pasok nasional khususnya di sektor manufaktur dan petrokimia Sejumlah tenant penyewa potensial tengah dalam proses finalisasi kerja sama. Sedang sebagian unit telah dikonfirmasi oleh tenant yang selama ini ada. Salah satu tenant strategis adalah PT Chandra Asri Pacific atau CAP yang telah menjadi mitra jangka panjang sejak tahun 2018. Kurun waktu lebih dari lima tahun, jumlah gudang yang disewa CAP meningkat dari 8 unit menjadi 20 unit, mencerminkan hubungan kolaboratif yang solid dan berkelanjutan dalam mendukung operasional sektor petrokimia nasional. Sehingga perluasan ini diyakini semakin memperkuat efisiensi dan keandalan rantai pasok bahan baku yang dikelola oleh CAP. Ini sekaligus menunjukkan fasilitas KSP mampu menjawab kebutuhan tenant skala besar. Diketahui, mengawali bulan Juli 2025 Krakatau Sarana Properti telah meresmikan perluasan Gudang Australia, diresmikan Direktur Infrastruktur dan Operasi Krakatau Steel Utomo Nugroho, disaksikan jajaran direksi Krakatau Steel Group, jajaran komisaris dan direksi PT Krakatau Sarana Properti, serta sejumlah mitra strategis. Di mana perluasan tersebut mencakup tiga unit tambahan dengan luas masing-masing 2.880m² yang berhasil dibangun dalam waktu sangat singkat selama tiga bulan dengan tetap menjaga standar mutu dan ketepatan waktu. Direktur Utama PT Krakatau Sarana Properti, Syafiq Hadi menuturkan, Gudang Australia merupakan bagian dari pengembangan fasilitas logistik strategis di Kawasan Industri Krakatau, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan tenant akan gudang yang modern, efisien, dan siap pakai. “Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek ini, termasuk PT Krakatau Engineering sebagai kontraktor pelaksana dan PT Krakatau Konsultan sebagai pengawas teknis,” ujarnya, lewat rilis resmi diterima katakabar.com, Minggu siang Direktur Infrastruktur dan Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., Utomo Nugroho ucapkan apresiasi atas penyelesaian proyek ini sebagai bagian dari strategi penguatan infrastruktur industri nasional.

Persyaratan Hukum Utama bagi Perusahaan Australia Kala Masuki Pasar Indonesia Nusantara
Nusantara
Minggu, 08 Desember 2024 | 10:33 WIB

Persyaratan Hukum Utama bagi Perusahaan Australia Kala Masuki Pasar Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Indonesia punya potensi pasar yang besar dan lokasinya yang strategis di Asia Tenggara, telah menjadi tujuan menarik bagi para pebisnis Australia. Menurut Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA), perdagangan dan investasi antara kedua negara telah berkembang pesat, membuka pintu baru bagi perusahaan-perusahaan Australia. Tapi, memasuki pasar Indonesia memiliki kerumitan hukum. Memahami dan mematuhi persyaratan peraturan di Indonesia sangat penting untuk mencapai keberhasilan dan menghindari kesalahan hukum.

Kebijakan Naker Sektor Sawit Diadopsi dari Praktik Terbaik dari Australia dan Thailand Sawit
Sawit
Jumat, 06 Desember 2024 | 15:41 WIB

Kebijakan Naker Sektor Sawit Diadopsi dari Praktik Terbaik dari Australia dan Thailand

Jakarta, katakabar.com - Klaster Interaksi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Sosial, Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia atau UI serahkan rekomendasi kebijakan guna mendukung keberlanjutan sektor kelapa sawit kepada Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker)l. Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Estiarty Haryani mengatakan, dokumen tersebut dapat menjadi masukan penting menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Bagaimana Warga Australia Dapat Mendaftarkan Bisnis di Bali Cepat dan Legal Nasional
Nasional
Rabu, 04 Desember 2024 | 10:16 WIB

Bagaimana Warga Australia Dapat Mendaftarkan Bisnis di Bali Cepat dan Legal

Bali, katakabar.com - Bali telah lama menjadi tujuan impian bagi warga Australia, tidak hanya sebagai surga liburan tetapi juga sebagai pusat kewirausahaan. Dengan bentang alamnya yang menakjubkan, industri pariwisata yang berkembang, dan perekonomian lokal yang berkembang, Bali menghadirkan peluang bisnis yang luar biasa bagi orang asing. Tapi, memulai bisnis di Bali memerlukan penyesuaian terhadap kerangka hukum Indonesia, yang mungkin tampak rumit tanpa panduan yang tepat. Panduan komprehensif ini menguraikan langkah-langkah yang perlu diambil warga Australia untuk mendaftarkan bisnis mereka di Bali dengan cepat dan legal. 1. Mengapa Memilih Bali untuk Bisnis Anda? Posisi Bali sebagai pusat pariwisata global menawarkan banyak peluang bagi bisnis yang menargetkan pasar lokal dan internasional. Warga Australia, khususnya, sangat cocok untuk sukses di Bali karena keakraban budaya yang ada dan banyaknya wisatawan Australia yang berkunjung setiap tahunnya. Ide bisnis populer mencakup usaha perhotelan, toko ritel, pusat kesehatan, tur dan perjalanan, dll Memahami budaya lokal dan sistem hukum sangat penting untuk memanfaatkan potensi bisnis Bali secara efektif. Hal ini membuat perencanaan yang matang dan pendekatan strategis yang tepat menjadi penting. 2. Memutuskan Struktur Bisnis yang Tepat Memilih struktur bisnis yang tepat adalah keputusan besar pertama ketika mendirikan bisnis di Bali. Bagi investor asing, ada dua pilihan utama: Badan Usaha Milik Asing (PT PMA) PT PMA adalah struktur yang paling umum bagi orang asing yang menginginkan kendali penuh atas bisnis mereka. Namun, perusahaan ini memiliki persyaratan modal minimum sebesar Rp 10 miliar (~ AUD 1 juta) untuk banyak sektor. Struktur ini memungkinkan kepemilikan asing langsung dan ideal untuk investasi jangka panjang di Bali.

Apresiasi Digitalisasi PalmCo Regional 3, Ini Kata Perusahaan Teknologi Australia Riau
Riau
Senin, 11 Desember 2023 | 19:47 WIB

Apresiasi Digitalisasi PalmCo Regional 3, Ini Kata Perusahaan Teknologi Australia

Pekanbaru, katakabar.com - Perusahaan Australia yang bergerak di bidang teknologi agroindustri, Beanstalk AgTech, mengapresiasi transformasi signifikan yang dilakukan PalmCo Regional 3 Provinsi Riau telah bertransformasi teknologi secara masif dan berkelanjutan. Director Beanstalk AgTech, Justin Ahmed didampingi Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian-ICASEPS Kementerian Pertanian, Dr Wahida Maghraby bertandang ke Kantor Direksi PalmCo Regional 3. Kata Justin, Sub Holding di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara berhasil melakukan transformasi secara masif dan turut mengubah wajah industri perkebunan konservatif menjadi industri 4.0 yang lebih modern usung teknologi informasi. "Sejujurnya ini sangat mengesankan, dalam waktu singkat perusahaan berhasil melaksanakan transformasi teknologi dari industri 0.4 menjadi industri 4.0," ujarnya lewat siaran pers, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (11/12). Menurutnya, bukan hal yang mudah untuk mentransformasi perusahaan yang memiliki ribuan karyawan dan budaya konservatif yang melekat selama puluhan tahun, seperti PalmCo Regional 3 yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN V tersebut. Terlebih lagi, perusahaan ini menjalankan unit bisnis yang menyebar di berbagai wilayah terpencil di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau. Tapi, hanya kurun waktu empat tahun perusahaan mampu melakukan perubahan begitu masif melalui pemanfaatan digitalisasi sebagai akselerator transformasi. Peta jalan digital yang disusun empat tahun lalu terus berjalan secara berkesinambungan hingga membalikkan posisi perusahaan selayaknya industri 0.4 menjadi 4.0. "Sangat mengesankan. Apalagi strategi yang dipakai dengan memanfaatkan tim dengan talenta terbaik untuk percepatan digitalisasi melalui SWAT timnya. Cara perusahaan mengatur proses yang sangat spesifik seputar perbaikan berkelanjutan dan pengelolaan sistem sungguh luar biasa," jelasnya. Saya memberikan kredit positif, lanjutnya, kala pendekatan teknologi yang dilaksanakan perusahaan yang fokus pada usaha perkebunan kelapa sawit, tidak hanya fokus pada kegiatan inti untuk operasional perusahaan, melainkan turut memperkuat para petani mitra. Pendekatan digitalisasi dilaksanakan perusahaan lewat sejumlah sistem informasi digital sebagai upaya perkuat kemitraan melalui berbagai aplikasi, seperti Pamela atau Plasma Monitoring dan Evaluation Application, Simoga atau Sistem Monitoring Grading, serta Sawit Rakyat Online atau SRO. Aplikasi terakhir, yakni aplikasi berbasis Android yang dimanfaatkan untuk membantu petani mendapatkan bibit sawit unggul bersertifikat. "Proses dari hulu ke hilir yang terjadi baik dari inti, plasma, dan petani pihak ketiga dalam satu kesatuan berjalan sangat baik. Strategi perusahaan yang melibatkan semua petani kecil dan pihak ketiga juga bagian dari proyek yang ingin kami kemukakan," beber Project Leader Beanstalk AgTech, Andrea Coello. "Ini gerakan yang mempertimbangkan partisipasi semua orang menuju tujuan bersama. Jadi, kami mau melakukan pendekatan terhadap praktik terbaik yang ada di industri ini," terangnya. Andrea menuturkan, Beanstalk sendiri lembaga inovasi yang berdedikasi untuk memajukan ekosistem inovasi pangan pertanian di Asia-Pasifik, dengan membantu perusahaan memperkuatinovasi, mendukung perusahaan rintisan dan UKM untuk menetapkan dan mencapai tujuan, dan membangun platform untuk meningkatkan kapasitas, konektivitas, serta hasil bagi industri lokal. Di Indonesia, Beanstalk telah kerja sama dengan Universitas Brawijaya dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam memperkuat petani melalui digitalisasi. "Kita mau ambil peran dengan langkah yang dilaksanakan perusahaan dalam memperkuat petani sawit Indonesia," imbuhnya. Head Region PalmCo Regional 3 Provinsi Riau, Rurianto menimpali, empat tahun terakhir perusahaan terus melaju melalui beragam inovasi. Semangat transformasi yang diusung CEO PTPN V, Jatmiko Santosa kini Direktur Utama Sub Holding PalmCo dari 2019 lalu menempatkan digitalisasi sebagai akselerator. Peta jalan digital yang disusun dilaksanakan secara berkesinambungan. "Hingha kini, PTPN V dalam fase integrasi penuh digital melalui program E-Plantation dan ditargetkan rampung 2024 mendatang," ucapnya. Hasilnya, urainya, perusahaan mampu meningkatkan kinerja secara signifikan yang dibuktikan dengan peningkatan efesiensi serta berhasil mencatatkan kinerja finansial tertinggi sepanjang sejarah selama tiga tahun berturut-turut. Selanjutnya, berdasarkan penilaian INDI 4.0 (Indonesia Industry 4.0 Readiness Index) yang dilaksanakan Kementerian BUMN, PalmCo Regional 3 menjadi salah satu perusahaan kluster perkebunan dengan kesiapan matang menuju digitalisasi era industri 4.0. Sejumlah inovasi IoT yang dihasilkan perusahaan menjadi acuan bagi berbagai anak perusahaan Holding Perkebunan seperti Millena (Mill Excelence Indicator) atau pemantau operasional pabrik berbasis sensorik, Intank Control atau pemantau penyimpanan Crude Palm Oil (CPO) di tangki simpan secara real time. Selain itu, PalmCo memiliki Fleet Management sebagai alat untuk pelacak angkutan CPO dari pabrik menuju pelabuhan, FOSS Nir yang merupakan IoT untuk pemeriksaan kualitas CPO dan memantau kehilangan secara cepat. Lalu, terdapat Suplesi DAN, Autotec, serta terakhir Nusaklim yang merupakan pemantau cuaca di perkebunan secara tepat waktu. "PalmCo telah memiliki pondasi yang sangat kuat. Insya Allah, tugas kita adalah memastikan seluruh peta jalan yang telah ditetapkan berjalan sesuai waktunya," timpal Ruri.