Kepulauan Meranti, katakabar.com - Badan Pengawan Pemilihan Umum atau Bawaslu Kepulauan Meranti gelar Evaluasi Pengawasan Pemilihan Serentak Tahun 2024, dan 'Ngabuburit' Pengawasan, di ballroom Grand Meranti, Jumat (14/3).
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, SM MM, Ketua KNPI, Ketua PMII, Danramil Kepulauan Meranti, TNI Al Kepulauan Meranti Ketua LAM Riau, serta lainnya turut di sana.
Ketua Bawaslu Kepulauan Meranti, Syamsurizal menegaskan, kegiatan Ngabuburit Evaluasi Pengawasan Pilkada Serentak tahun 2024 menjadi penutup rangkaian evaluasi pengawasan pelaksanaan Pilkada di Kepulauan Meranti. Kegiatan ini sengaja digelar di bulan ramadhan, sekaligus sebagai momen menunggu pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk kemudian berbuka puasa bersama.
Menurut Syamsurizal, evaluasi ini menjadi bahan refleksi guna memperbaiki pelaksanaan Pemilu di masa mendatang. Apa yang sudah berjalan baik akan dipertahankan, sedang kekurangan yang ditemukan jadi fokus perbaikan.
"Kami menyadari kerja ini bukan hanya tugas penyelenggara Pemilu, bukan hanya tugas kami sebagai pengawas dan KPU, tapi kerja bersama dengan stakeholder lainnya," terang Syamsurizal.
Saya mengapresiasi semua pihak, kata Syamsurizal, yang telah berkontribusi menjaga integritas Pilkada Serentak tahun 2024. Hingga tahapan akhir, tidak ada pelanggaran netralitas ASN, TNI, dan Polri, serta tidak ada sengketa Pilkada yang sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Sejak awal tahapan, kita sudah melaksanakan deklarasi netralitas bersama ASN, TNI, dan Polri, bertekad menciptakan Pilkada tanpa intervensi. Itu terbukti, tidak ada satu pun pelanggaran netralitas ASN serta tidak ada sengketa Pilkada di MK. Ini sebuah pencapaian luar biasa," bebernya.
Keberhasilan Pilkada Kepulauan Meranti tahun 2024, jelasnya, tanpa adanya sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi bukti kerja keras bersama seluruh pihak menciptakan Pemilu yang transparan, adil, dan demokratis.
Ditegaskannya, tidak adanya gugatan di MK menunjukkan pasangan calon yang kalah tidak menemukan celah pelanggaran yang dapat dijadikan dasar untuk menggugat hasil pemilihan.
"Alhamdulillah, Kepulauan Meranti menjadi salah satu daerah yang tidak memiliki permohonan sengketa di MK, dari total 280 permohonan yang masuk. Bayangkan jika ada gugatan, kita pasti akan kelimpungan mencari anggarannya, apalagi dengan kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami efisiensi. Bahkan, di beberapa daerah lain ada yang menyatakan tidak sanggup melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU)," sebut Syamsurizal.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin mengapresiasi jalannya Pilkada Serentak tahun 2024 yang berlangsung damai di wilayahnya.
Keberhasilan ini, ulas Muzamil, bukan hanya karena dirinya dan pasangannya memenangkan kontestasi, tapi karena prosesnya benar-benar berjalan dengan baik, jujur, dan adil.
"Alhamdulillah, kami akui Pilkada di Kepulauan Meranti berjalan dengan sangat baik. Ini bukan hanya soal siapa yang menang, tapi bagaimana prosesnya bisa berlangsung tanpa ada sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Bisa dibayangkan jika harus menghadapi sengketa seperti yang terjadi di daerah tetangga, tentu APBD akan terkuras untuk pelaksanaan pemilihan ulang. Selain itu, atmosfer politik juga bisa menjadi kacau, dan ini adalah hal yang paling dihindari oleh semua pihak," imbuhnya.
"Jika Pilkada berjalan lancar dan tidak berujung pada perselisihan di MK, ini adalah pertanda baik bagi kita semua. Artinya, kita bisa segera melangkah ke depan dan bekerja membangun Kepulauan Meranti tanpa terganggu konflik politik yang berkepanjangan. Ini menjadi titik awal yang baik untuk memastikan visi pembangunan dapat diwujudkan dengan lebih optimal," ulasnya lagi.
Wabup Kepulauan Meranti ini menegaskan, pasca Pilkada, saatnya semua pihak bersatu untuk membangun daerah. Ia mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi dengan para kontestan yang turut serta di Pilkada sebelumnya untuk membahas arah pembangunan Kepulauan Meranti ke depan.
Saya ingin sampaikan, kata Muzamil, saya sudah bertelepon, duduk bersama, dan ngopi dengan para calon lain. Kami sudah berbicara tentang bagaimana masa depan Kabupaten Kepulauan Meranti, bagaimana nasib masyarakat, ekonomi, serta pembangunan ke depan. Jika kami sebagai kontestan sudah berdamai dan bersama-sama, maka seharusnya tim di bawah bisa mencontoh hal yang sama. Kalau calonnya sudah baik-baik saja, mengapa tim masih belum saling menyapa?
Lantas ia mengingatkan, tujuan utama Pilkada untuk memilih pemimpin guna membangun negeri, bukan untuk menciptakan permusuhan atau memperpanjang perselisihan.
"Pilkada bukan ajang mencari musuh, melainkan momentum menentukan pemimpin yang akan membawa perubahan bagi daerah kita. Saat ini, keadaan Kepulauan Meranti tidak sedang baik-baik saja, baik dari segi pemerintahan, ekonomi, maupun pembangunan. Itu sebannya, kita butuh kekompakan dan kolaborasi agar bisa bersama-sama menata masa depan Meranti yang lebih baik," urainya.
Dengan ajakan ini, Muzamil berharap semua pihak bisa kembali bersatu dan bahu-membahu demi kemajuan Kepulauan Meranti. Sebab, membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dari semua elemen masyarakat.
"Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam suksesnya pelaksanaan Pilkada, terutama KPU, Bawaslu, Forkopimda, serta berbagai leading sektor yang terlibat dalam proses demokrasi tersebut," tandasnya.
Bawaslu Kepulauan Meranti Ngabuburit Evaluasi Pengawasan Pilkada Serentak 2024
Diskusi pembaca untuk berita ini