Samarinda, katakabar.com - Dinas Perkebunan atau Disbun Provinsi Kalimantan Timur sambangi Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS Medan, Provinsi Sumatera Utara. Tujuannya Kalimantan Timur berambisi jadi penghasil kelapa sawit kompetitif.
Itu sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas sektor kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur. Lantaran itu, Dinas Perkebunan atau Disbun Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan pembelajaran ke PPKS Medan.
PPKS adalah unit kerja dari PT Riset Perkebunan Nusantara, anak perusahaan Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) lembaga strategis berfokus pada riset, dan pengembangan industri kelapa sawit nasional.
Kepala Disbun Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal, yang pimpin kunjungan tersebut, didampingi Kepala UPTD Produsen Benih Tanaman Perkebunan (PBTP), Mahmud Kahfi, dan Kepala UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP), Ruspiansyah.
Manajer Kemitraan, Reni Yuliasari, dan Manajer Pemasaran, Jumrah Hadi sambut hangat rombongan.
Disbun Kaltim bersama UPTD PBTP, dan UPTD P2TP memang sangat relevan dengan tugas dan fungsinya terkait pengembangan produksi benih, sehingga berkesempatan menggali informasi mendalam tentang produksi benih unggul bermutu.
Menurut Rizal, kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur.
"Kami melihat PPKS Medan sebagai pusat riset unggulan yang memiliki peran penting dalam riset dan pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit nasional. Dari sini, kami berharap dapat membawa praktik terbaik yang akan mendukung kualitas dan keberlanjutan perkebunan sawit di Kalimantan Timur," kata Rizal lewat rilis Disbun Kaltim dilansir dari laman EMG, Jumat (15/11).
Selama kunjungan berlangsung, Disbun Kaltim menjelajahi berbagai area PPKS, mulai dari Kebun Induk Sei Aek Pancur yang merupakan pusat polinasi benih, hingga Pre Nursery dan Main Nursery yang menjadi tempat pembesaran kecambah kelapa sawit.
"Pada aspek produksi, PPKS berhasil mencapai produksi 6 juta butir benih pada tahun 2024, dengan lebih dari 4,7 juta butir didistribusikan kepada mitra penangkar di seluruh Indonesia. "Termasuk 159.600 butir yang disalurkan ke Kalimantan Timur," ulasnya.
Dengan adopsi praktik terbaik ini, ucap Rizal, Kaltim diharapkan dapat menjadi wilayah penghasil kelapa sawit yang kompetitif di tingkat nasional.
"Kami ingin memastikan benih yang ditanam di wilayah kami adalah benih unggul bermutu, dengan produktivitas tinggi dan ramah lingkungan, demi kesejahteraan petani dan kemajuan industri perkebunan kita," tegasnya.
Dengan kunjungan ini, diharapkan dapat memperoleh wawasan berharga mengenai praktik terbaik dalam pengelolaan produksi benih berkualitas dan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di Kalimantan Timur guna mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit di wilayah tersebut.
Bertandang ke PPKS Medan, Disbun Kaltim Berambisi Jadi Penghasil Sawit Kompetitif
Diskusi pembaca untuk berita ini