Pekanbaru, katakabar.com - Para petani kelapa sawit dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah praktik pembuatan laporan keuangan, dan perpajakan dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat atau Aspekpir Provinsi Riau, di Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Riau atau UIR.

Kegiatan ini hasil kolaborasi antara Aspekpir Indonesia dan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan atau BPDP, serta didukung Program Studi Doktor Sains Manajemen program pasca sarjana Univesitas Islam Riau, yang menghasilkan 100 pelaku UMKM di Provinsi Riau.

Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono mengutarakan, kegiatan ini sangat penting bagi petani kelapa sawit khususnya yang berkecimpung di dunia koperasi, dan para pelaku UMKM.

“Kegiatan ini kita inisiasi lantaran ada keresahan kita melihat banyaknya koperasi yang diperiksa badan perpajakan bahkan hingga aparat penegak hukum atau APH. Di antaranya mengenai laporan keuangan yang masih belum maksimal,” jelasnya, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Jumat (5/9).

Menurutnya, kegiatan ini menjadi antispasi agar tidak lagi terjadi kesalahan-kesalahan pada laporan keuangan baik di koperasi maupun UMKM.

“Pembelajaran untuk pembuatan laporan keuangan sangat diperlukan. Sehingga kita berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Sehingga wawasan dan pengetahuan mengenai laporan keuangan meningkat,” harapnya.

Direktur Program Pascasarjana UIR, Prof. Dr. H. Detri Karya, S.E., M.A menimpali, pihaknya sangat apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. "Asosiasi dan petani kelapa sawit adalah tamu yang memang ditunggu. Lantaran pihak yang langsung bergelut, dan berhasil di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi komoditi andalan Indonesia," ucapnya.

Kketertiban laporan keuangan, kupas Detri, mendorong kekuatan berorganisasi. Sehingga lahir koperasi-koperasi yang kuat, dan mampu bersaing hingga kancah internasional tawarkan produk dan hasil karyanya. Jadi, target pemerintah Indonesia Emas tahun 2045 mendatang terwujud dengan dukungan perekonomian yang kuat dari koperasi, dan UMKM.

“Untuk mendukung kemajuan pembuatan laporan keuangan dalam koperasi dan UMKM kita akan hadirkan lembaga konsultasi untuk UMKM, dan koperasi. Otomatis kita ikut berpartisipasi  mendukung kemajuan UMKM mulai dari provinsi Riau. Kemudian juga memperkuat SDM salah satunya di sektor perkebunan sawit,” sebutbMantan rektor Universitas Perkebunan Pelalawan itu.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan, dan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah BPDP, Helmi Muhansah menyatakan, beruntung sekali kegiatan ini dapat dilaksanakan di UIR yang menjadi salah satu pusat pendidikan di Provinsi Riau. Apalagi universitas yang berada di jalan Kaharuddin Nasution ini memiliki program studi Sains Manajemen.

“Peserta yang berasal dari koperasi dan UMKM dapat menggali ilmu lebih dalam dari kegiatan ini,” ulasnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi petani dan pelaku UMKM dapat menikmati sejumlah program yang dihadirkan oleh BPDP.

“Harapan kita petani, koperasi dan UMKM tidak hanya menjadi penyumbang devisa saja namun juga dapat menikmati kerja kerasnya perkebunan kelapa sawit lewat program BPDP,” tuturnya.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Defris Hatmaja yang membuka gelaran menekankan, kegiatan yang digelar Aspekpir sejalan dengan program Disbun Riau, yakni pengembangan SDM.

Sehingga, Ia sangat apresiasi, dan terbantu dengan gelaran ini. “Kita berharap ini dapat menambah pengetahuan para peserta dan menciptakan SDM-SDM yang berwawasan dan berilmu pengetahuan,” tegasnya.

Salah satu faktor yang sangat penting usaha kelapa sawit adalah dari sistem tata kelolanya. Salah satunya di tubuh lembaga atau koperasi. Untuk itu, kegiatan ini sangat penting mendukung koperasi dalam berusaha lebih profesional.

Di kegiatan ini Aspekpir Indonesia menggandeng sejumlah pemateri yang menjabarkan mengenai seluk beluk laporan keuangan dan perpajakan antara lain Ketua Program Studi Sarjana Akuntansi IBT Pelita Indonesia DR. Mimelientesa Irman, SE.,Ak.,M.Ak.,CA, Ketua Prodi Doktor Sains Manajemen Universitas Islam Riau Assoc. Prof Dr Annisa Mardatillah.,M.Si dan Founder dan Owners Rumah Tamadun Hendra Dermawan.