Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dapat pesan sarat makna dari mahasiswa dari Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), Benny.

Anak pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sampaikan petuah tersebut, selepas sukses mengikuti acara ASEAN Youth Economic Forum atau Forum Ekonomi Pemuda ASEAN (AYEF) 2024 usung tema “Sustainable Agriculture and Food Security” di Vientiane, Laos, belum lama ini, seperti dilansir dari laman elaeis.co pada Sabtu (13/4).

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis semester 2 ini berharap agar BPDPKS mempertimbangkan untuk memberikan atensi pada penguatan pengalaman global bagai kalangan generasi muda.

"Generasi muda adalah generasi penerus kepemimpinan perkebunan kelapa sawit di masa depan," terang Benny.

Itu setelah melihat keterlibatan aktif 100 pemuda dari berbagai negara, ujar Benny, khususnya dari anggota ASEAN, dalam acara AYEF 2024 tersebut.

Di acara itu, Benny berkesempatan belajar dari pelaku agrikultur berkelanjutan dan ketahanan pangan dari berbagai negara.

"Sekaligus kami melakukan sesi berbagi ilmu pengetahuan atau knowledge sharing tentang pertanian," beber Benny.

Semua yang kami pelajari ini, ulas Benny, jadi relevan saat semua insan sawit nasional saat ini tengah melakukan  penguatan sawit berkelanjutan di Indonesia.

Untuk itu, harap Benny, dukungan dari BPDPKS di masa depan mampu membuat ITSI membuka peluang bagi para mahasiswanya untuk berkesempatan mendapatkan pengalaman global.

"Terutama partisipasi melawan black campaign terhadap perkebunan kelapa sawit yang dilakukan segelintir oknum," sebutnya.