Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) taja Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit.

Kegiatan FGD ini dilakukan secara hybrid dibuka Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS, Kabul Wijayanto. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mengukur secara ilmiah terkait keberhasilan pelaksanaan program BPDPKS mencapai tujuan diperlukan adanya suatu kajian Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit.

FGD undang stakeholder terkait, yakni ALPENSI yang terdiri dari pengurus dan lembaga pendidikan yang menjadi anggota ALPENSI.

Sedang, lembaga pendidikan yang hadir adalah lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan, dan pelatihan SDM PKS yang memenuhi kriteria untuk menyelenggarakan Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit berdasarkan Keputusan BPDPKS.  

Selain stakeholder terkait, hadir 3 narasumber, yakni Dr. Rusman Heriawan, Wakil Menteri Pertanian 2011-2014, Dr. Gulat ME Manurung, MP., C.IMA., C.APO, Ketua Umum DPP Apkasindo, dan Ir. Darmansyah Basyaruddin, MSc, Ketua Komite Pengembangan SDM PKS BPDPKS.

Wakil Menteri Pertanian 2011-2014 paparkan mengenai ”Pertumbuhan Industri Kelapa Sawit Terhadap Kebutuhan SDM Industri Sawit”.

Dia Rusman menekankan beberapa catatan, yakni persaingan global yang semakin ketat akan terus terjadi, PHK di sektor-sektor non sawit yang tidak kompetitif memerlukan lapangan kerja baru.

Siapkah sektor penyedia tenaga kerja memenuhi kebutuhan SDM sawit yang semakin beragam, bukan kuantitasnya saja, tapi lebih pada kualitasnya? Sebut Rusman dilansir dari laman resmi website BPDPKS, Kamis (17/10).

Untuk ini, kata Rusman, jawabannya ada pada dunia pendidikan (perguruan tinggi dan politeknik), dan dunia pelatihan dan penyuluhan. Penyuluhan oleh para penyuluh (ASN, penyuluh mandiri, swasta) khususnya untuk pekebun rakyat masih dibutuhkan, tentu di bawah koordinasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP ).

Di sesi kedua, Gulat ME Manurung menerangkan, sebagaian besar petani swadaya berasal dari keluarga berpengahsilan menengah ke bawah.

“Sebagian besar petani swadaya berasal dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah. Mereka menguasai kurang dari 4 hektar lahan. Mereka terdiri dari masyarakat lokal dan transmigran dengan tingkat pendidikan rendah," ulas Gulat.

Tapi, ucap Gulat, mereka dapat memiliki pekerjaan yang layak di perkebunan kelapa sawit dan telah berada di pekerjaan ini selama sekitar 10 tahun.

Selain  Dr. Rusman Heriawan dan Dr. Gulat ME Manurung, MP., C.IMA., C.APO, hadir sebagai narasumber di sesi terakhir, Ir. Darmansyah Basyaruddin, MSc.

Ia jabarkan tentang masa depan perkebunan kelapa sawit, dikaitkan dengan kebutuhan SDM Perkebunan Kelapa Sawit dari perspektif quantitatif dan qualitatif.

Darmansyah menyampaikan latar belakang perlunya pengembangan SDM Kelapa Sawit Indonesia. Dilanjutkannya dengan pengembangan SDM kelapa sawit itu merupakan suatu keharusan di era persaingan global. 

Masih Darmansyah, program pendidikan dan pelatihan SDM PKS salah satu upaya penting yang perlu dilanjutkan dan ditingkatkan. Apalagi Program Pengembangan SDM PKS dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kemandirian dan dedikasi pekebun, tenaga pendamping dan masyarakat perkebunan  kelapa sawit lainnya.

"Jadi, untuk mewujudkan tersedianya SDM kompeten, dan profesional, perlu didukung dengan program pengembangan SDM yang terencana dengan baik, terimplementasi sesuai rencana dan tentu saja merujuk pada kebutuhan dunia  usaha dan dunia industri kelapa sawit berkelanjutan Indonesia," terangnya.

Kerja Sama Perlu Ditingkatkan Kedepan

Program Pendidikan dan Pelatihan yang dilakukan dengan dukungan BPDPKS perlu dilanjutkan, ditingkatkan dan dipercepat baik terkait kuantitas maupun  kualitasnya, sebab masih sangat minimnya dukungan SDM kompeten dan profesional, terutama menghadapi tantangan usaha perkebunan kelapa sawit Indonesia ke depan.

Kerja sama yang sudah berjalan dengan baik antara BPDPKS, Ditjen Perkebunan dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan, perlu ditingkatkan lagi seiring dengan peningkatan dan percepatan yang diperlukan dalam rangka pengembangan SDM PKS kompeten dan professional seiring dengan tantangan yang dihadapi kedepan oleh industri kelapa sawit Indonesia.