Aek Kanopan, katakabar.com - Dinas Pertanian Kabupaten Labuhan Batu Utara, Provinsi Sumatera Utara, gelar aosialisasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) Pekebun dengan Pendanaan DBH Sawit di Aula Anugrah Hotel Asahan, Rabu (20/11).
Acara sosialisasi dilaksanakan 2 hari lamanya, yakni 20 dan 21 November 2024. Narasumber acara itu dari Kementerian Pertanian, dan Ahmad Kami Pasaribu dari Koompasia Enviro Institute selaku Lembaga Pelatihan ISPO.
Pjs Bupati Labura diwakili Kepala Dinas Pertanian Labura, Sudarija MM, para Asisten Pemkab Labura, perwakilan OPD, Apkasindo, Gapki, Mafi, gapoktan, koperasi, Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPP-NU) Labura, dan NGO Sawit turut hadir.
Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Labura, Dian Suroto, sekaligus ketua panitia acara menyampaikan, sosialisasi sertifikasi ISPO bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap pekebun terkait prinsip dan kriteria ISPO sehingga mereka mempersiapkan diri untuk mengikutinya.
"Tujuan sertifikasi untuk memastikan dan meningkatkan pengelolaan serta pengusahaan perkebunan kepala sawit sesuai prinsip dan kriteria ISPO. Sertifikasi meningkatkan keberterimaan dan daya saing hasil perkebunan kelapa sawit Indonesia di pasar nasional dan internasional," jelasnya, dilansir dari laman EMG, Rabu sore.
Saat membuka sosialisasi, Sudarija menuturkan dasar pelaksanaan acara ialah Inpres Nomor 6 Tahun 2019 Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan, Perpres No 44 /2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, dan Permentan No 38/2020 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia.
"Sosialisasi ini sinyal awal penerapan ISPO bagi petani/pekebun kelapa sawit di Labura," jelasnya.
Selain itu, Ia paparkan prinsip dan kriteria serta indikator ISPO serta pentingnya pengelolaan kebun sawit berkelanjutan.
"Kami harapkan kepada para peserta agar fokus menyimak paparan dari narasumber," ulasnya.
Kita berharap, sebutnya, sawit dari Kabupaten Labuhanbatu Utara dapat mencapai standar nasional dan internasional. Otomatis hal itu bakal menunjang laju pembangunan daerah ini.
Di Labura Pemangku Kepentingan Sawit Disosialisasikan Sertifikasi ISPO
Diskusi pembaca untuk berita ini