Pemangku

Sorotan terbaru dari Tag # Pemangku

Di Kalsel Seluruh Pemangku Kepentingan Diarahkan Dukung Prinsip Sawit Berkelanjutan Sawit
Sawit
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 16:00 WIB

Di Kalsel Seluruh Pemangku Kepentingan Diarahkan Dukung Prinsip Sawit Berkelanjutan

Kalsel, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan tegaskan komitmen mewujudkan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan lewat penerapan berbagai kebijakan strategis, dan program konkret berpihak pada keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat. Langkah nyata itu bukan sekadar teori tetapi diwujudkan dengan terbitnya Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 13 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) 2022–2024, yang menjadi panduan pelaksanaan kebijakan pembangunan sektor kelapa sawit berkelanjutan di Banua. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menyampaikan Pemprov Kalimantan Selatan berkomitmen kuat arahkan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung prinsip keberlanjutan setiap tahapan pengelolaan perkebunan kelapa sawit. “Pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Kalimantan Selatan kami arahkan pada penguatan data, dan infrastruktur, peningkatan kapasitas pekebun, peningkatan produksi dan produktivitas, serta pengelolaan lingkungan dan tata kelola yang baik. "Kami dorong percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk memastikan seluruh rantai usaha kelap sawit di Kalimantan Selatan penuhi standar keberlanjutan nasional,” jelas Suparmi di Banjarbaru, Jumat (24/10) dilansir dari laman media center Kalimantan Selatan, Sabtu sore. Saat ini, terang Suparmi, luas areal perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan mencapai 506.269 hektar, di mana total 85 perusahaan perkebunan besar swasta dan negara, serta 46 pabrik kelapa sawit. Untuk produksi tandan buah segar (TBS) tercatat sebesar 5.890.720 ton per tahun, dengan produksi CPO mencapai 1.295.958 ton per tahun. Selain itu, ulasnya, industri hilirisasi kelapa sawit di Kalimantan Selatan terus berkembang, dengan keberadaan tiga pabrik minyak goreng berkapasitas 5.750 ton per hari dan dua industri biodiesel berkapasitas 2.500 ton per hari. Sektor ini telah menyerap lebih dari 72 ribu tenaga kerja, dan diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan industri hilir dan diversifikasi usaha, termasuk integrasi sawit-sapi, serta pengembangan komoditas perkebunan dan peternakan lainnya. “Sektor perkebunan kelapa sawit penyumbang lapangan kerja terbesar di Kalimantan Selatan. Untuk itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prioritas kami,” tegasnya. Melalui program Peningkatan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (PSDMPKS) yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), kami fokus pada peningkatan kompetensi tenaga kerja sawit melalui bimbingan teknis, kegiatan komunikasi informasi, dan edukasi (KIE), serta pemberian beasiswa bagi keluarga pekerja sawit. Pads pelaksanaannya, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Kalimantan Selatan terus perkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Selatan, untuk membahas isu-isu strategis sektor sawit seperti ketenagakerjaan yang adil dan inklusif. “Kami mendorong GAPKI Kalsel untuk berkolaborasi lebih erat dengan Dinas Ketenagakerjaan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, serta instansi terkait lainnya, agar keberlanjutan sektor sawit di Kalimantan Selatan tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi memberikan kesejahteraan bagi tenaga kerja dan masyarakat sekitar,” sebut Suparmi.

Tentang Regulasi Anti Deforestasi UE dan Kepatuhan Keberlanjutan Industri Internasional
Internasional
Sabtu, 15 Februari 2025 | 20:48 WIB

Tentang Regulasi Anti Deforestasi UE dan Kepatuhan Keberlanjutan Industri

Jakarta, katakabar.com - Pemangku kepentingan dari berbagai sektor industri pertanian berkumpul di forum diskusi "BeyondTraceability Talks" digelar KOLTIVA. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas kepatuhan regulasi untuk sektor pertanian yang berkelanjutan. Diskusi usung tema "Dari Pertanian ke Pasar Global: Kepatuhan Regulasi untuk Industri Pertanian yang Tangguh dan Berkelanjutan" ini berfokus pada tekanan yang semakin besar untuk memenuhi standar keberlanjutan internasional, khususnya Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR) dan regulasi baru lainnya, serta kebutuhan mendesak untuk kolaborasi guna mencapai kepatuhan penuh. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar global akan transparansi dan pengadaan yang etis, pemerintah Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan bekerja sama untuk mengatasi tantangan kepatuhan, mempromosikan keberlanjutan di dalam industri, dan yang terpenting, inklusi petani dalam rantai pasok. Diskusi yang diprakarsai dan difasilitasi oleh KOLTIVA ini menyoroti peluang signifikan dalam kerangka regulasi seperti EUDR, Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD), dan Corporate Social Due Diligence Directive (CSDDD), serta menekankan tanggung jawab kolektif para pelaku industri untuk mematuhi regulasi-regulasi tersebut.

Di Labura Pemangku Kepentingan Sawit Disosialisasikan Sertifikasi ISPO Sawit
Sawit
Rabu, 20 November 2024 | 16:48 WIB

Di Labura Pemangku Kepentingan Sawit Disosialisasikan Sertifikasi ISPO

Aek Kanopan, katakabar.com - Dinas Pertanian Kabupaten Labuhan Batu Utara, Provinsi Sumatera Utara, gelar aosialisasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) Pekebun dengan Pendanaan DBH Sawit di Aula Anugrah Hotel Asahan, Rabu (20/11). Acara sosialisasi dilaksanakan 2 hari lamanya, yakni 20 dan 21 November 2024. Narasumber acara itu dari Kementerian Pertanian, dan Ahmad Kami Pasaribu dari Koompasia Enviro Institute selaku Lembaga Pelatihan ISPO.

Pemkab Solsel Susun Rencana Aksi Libatkan Pemangku Kepentingan Sawit Sawit
Sawit
Minggu, 17 November 2024 | 16:21 WIB

Pemkab Solsel Susun Rencana Aksi Libatkan Pemangku Kepentingan Sawit

Padang Aro, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) gelar Fokus Group Discusion (FGD) Identifikasi dan Pendataan Program Kegiatan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB). Penyusunan dokumen RAD-KSB melibatkan pemangku kepentingan kelapa sawit ini bertujuan meningkatkan produktifitas perkebunan sawit yang berkelanjutan.

Di Gorontalo Pemangku Kepentingan Dilibatkan Rumuskan Kebijakan Sawit Berkelanjutan Sawit
Sawit
Minggu, 15 September 2024 | 14:41 WIB

Di Gorontalo Pemangku Kepentingan Dilibatkan Rumuskan Kebijakan Sawit Berkelanjutan

Gorontalo, katakabar.com - Di Gorontalo pemangku kepentingan dilibatkan untuk merumuskan kebijakan tentang kelapa sawit berkelanjutan. Dengan melibatkan pemangku kepentingan, Bapppeda Provinsi Gorontalo semakin mudah merampungkan penyusunan dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) tahun 2024-2026 sebagai pedoman bagi pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Provinsi Gorontalo