Jakarta, katakabar com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto wakili Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, hadiri Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit (Penas) sempena Hari Ulang Tahun (HUT) ke 23 Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) di Jakarta, kemarin.

Di momen itu, Menko Bidang Perekonomian RI ini singgung soal verifikasi data keterlanjuran lahan petani kelapa sawit rakyat yang berada di kawasan hutan.

"Realisasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan keterlanjuran lahan, kedua hal ini harus segera diselesaikan," tegas Airlangga lewat rilis Kemenko Perekonomian, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (8/12).

Keterlanjuran lahan, ujar Airlangga, mencapai 800 ribu hektar yang dikelola sekitar 350 ribu petani kelapa sawit.

"Sayangnya banyak lahan keterlanjuran," sebutnya.

Siapa diantara petani yang hadir di pertemuan nasional kebunnya masuk kategori lahan terlanjur? Tanya Airlangga.

Reaksi para petani membuat Airlangga terkejut. Soalnya, Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat ME Manurung dan sejumlah petani yang hadir berdiri angkat tangan.

Merespon itu, Airlangga meminta Apkasindo membantu mempercepat menyelesaikan keterlanjuran lahan dengan mendata lahan secara detil.

"Saya minta agar tim Apkasindo dalam jangka waktu sebulan ini mampu penyelesaian berbagai permasalahan terkait verifikasi data keterlanjuran lahan maupun sertifikasi ISPO. Di mana sekitar 350 ribu petani diverifikasi by name, by address, by location," tegasnya.

Presiden RI, Jokowi, tutur Airlangga, telah perintahkan untuk menyelesaikan isu keterlanjuran lahan. Makanya para petani sawit diminta melakukan verifikasi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan selanjutnya melakukan sertifikasi lahan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

"Kalau lahan keterlanjuran dan ISPO sudah selesai, saya minta Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) untuk mendorong dengan dana replanting. Ini hasilnya konkret untuk kesejahteraan petani kelap sawit," terangnya.