Bogor, katakabar.com - Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian gelar Sidang Pelepasan Varietas Periode Kedua Tahun 2025 di Bogor, Selasa (28/10) kemarin. Kegiatan ini ajang bagi pengembangan bibit unggul komoditas perkebunan di Indonesia.
Direktur Perbenihan Perkebunan, Ebi Rulianti, S.P., M.Sc., menjelaskan sidang pelepasan varietas perkebunan 2025 terdapat empat pemohon yang diusulkan untuk pembahasan, meliputi berbagai komoditas utama.
“Kita selesaikan empat pemohon di periode ini. Pertama, tebu dengan tujuh klon dari P3GI dan dua klon dari Gunung Madu Plantation. Terus, ada usulan sawit dari Bina Sawit Makmur, serta usulan dari Puslit Karet,” ulasnya, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Rabu (29/10).
Kata Ebi, proses sidang tahun ini berjalan lebih efektif berkat adanya pra-sidang yang dilakukan satu bulan sebelumnya. Melalui mekanisme ini, para pemohon yang dinilai layak diberi kesempatan memperbaiki dokumen dan kelengkapan data sebelum pembahasan utama dilakukan.
“Dengan adanya pra-sidang, proses sidang jadi lebih semut, tidak terlalu panjang debatnya, karena yang masuk ke sidang utama sudah benar-benar siap,” terangnya.
Ebi menegaskan pelepasan varietas tidak hanya tentang memperbanyak bibit unggul, tetapi menjaga keberagaman genetik di lapangan. Hal ini penting untuk menghindari risiko penggunaan satu klon secara berulang yang dapat menurunkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.
“Kita ingin menghindari penggunaan satu klon dalam satu komoditas secara terus-menerus. Kalau mono-varietas digunakan terlalu lama, bisa terjadi ledakan hama atau penyakit,” imbuhnya.
Melalui sidang ini, pemerintah berharap varietas-varietas yang dilepas dapat segera disosialisasikan kepada petani. Dengan semakin banyak pilihan varietas unggul yang tersedia, petani diharapkan bisa menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan mereka, sehingga produktivitas meningkat dan keberlanjutan sektor perkebunan semakin kuat.
Harapannya, semua varietas yang dilepas bisa sampai ke petani dan digunakan di lapangan. Dengan begitu, variasi genetik akan lebih tinggi, dan ketahanan tanaman pun bisa terus kita perbaiki,” tandasnya.
Dirjenbun Dorong Keberagaman Genetik Lewat Sidang Pelepasan Varietas Perkebunan 2025
Diskusi pembaca untuk berita ini