Samarinda, katakabar.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Kalimantan Timur dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) membikin program bersama durasi setengah tahun, dari Juli 2023 hingga Februari 2024 nanti.

Program bersama tersebut untuk merespon isu-isu negatif industri kelapa sawit di internasional, disebabkan beberapa hal, meliputi isu ketenagakerjaan, kesetaraan gender, pekerja anak dan lingkungan.

Lantaran itu, GAPKI Provinsi Kalimantan Timur dan  ILO perkokoh norma ketenagakerjaan, K3 dan kesetaraan gender di perusahaan anggota dan rantai pasok.

Program bersama ini sejalan dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus berupaya mendorong terciptanya peluang bagi perempuan dan laki-laki untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan produktif secara bebas, adil, aman dan bermartabat.

"Merespon isu-isu negatif tentang kelapa sawit, GAPKI Provinsi Kalimantan Timur dan ILO Indonesia setuju buat program bersama durasi setengah tahun," ujar Ketua Gapki Kaltim Muhammadsjah Djafar diwakili Wakil Ketua I, Hendro Setyo Aji, Jumat lalu dilansir dari laman PROKAL.co, pada Selasa (30/1).

GAPKI Provinsi Kalimantan Timur sudah tetapkan dua perusahaan sebagai pilot project, yakni PT Telen di Kabupaten Kutai Timur dan PT Tritunggal Sentra Buana Plantation di Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Kegiatan pelatihan penguatan kapasitas bagi pekerja dan komunitas terhadap Norma Ketenagakerjaan, K3 dan Kesetaraan Gender sudah digelae di penghujung Agustus 2023 lalu," jelasnya.

Harapan kami, kata Aji, diujung kegiatan diperoleh penguatan kapasitas dan pengetahuan tentang standar ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja, dan jalan menuju kesetaraan gender bagi para komunitas, khususnya para pekerja perempuan mitra kerja dan rantai pasok sektor industri kelapa sawit.

Cerita Aji, di acara ini hadir GAPKI Pusat diwakili Kepala Bidang Pengembangan SDM, Sumarjo Saragih, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kaltim Rozani Erawadi, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Ahmad Muzzakir.

Peserta selama mengikuti pelatihan dapat paparan dari ILO Indonesia terkait pentingnya sosial dialog forum komunitas kepada para komunitas.

"Dialog sosial menjadi salah satu kunci keberhasilan melakukan usaha di forum komunitas," ucap perwakilan ILO Indonesia.

PT REA Kaltim Plantations jabarkan mengenai peningkatan pengetahuan tentang hak pekerja, dan kesetaraan gender di industri kelapa sawit.

Di mana hak-hak para pekerja yang lazim didapatkan pada perusahaan dan perlakuan kaum pekerja perempuan di lingkup perusahaan.

Lalu, konsultan dan praktisi ketenagakerjaan urai tentang norma ketenagakerjaan sebagai aspek perlindungan pekerja di sektor industri kelapa sawit, menekankan pentingnya mengetahui norma ketenagakerjaan sebagai pelindungan pekerja agar mendapatkan hak yang layak.

PT Astra Agro Lestari paparkan soal peningkatan pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada industri kelapa sawit. Penting aspek safety atau keamanan dalam melakukan aktivitas pekerjaan serta memberikan pemahaman tentang Kesehatan Kerja dalam ruang lingkup lokasi pekerjaan.

Sesi berikutnya kegiatan umpan balik dari peserta pelatihan, di mana mereka diberikan form-form pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengetahuan para peserta dalam mengikuti presentasi yang diberikan.

Ada pula kagiatan pasca pelatihan, yakni kunjungan GAPKI Provinsi Kalimantan Timur dan ILO Indonesia ke level Komunitas ke PT Tritunggal Sentra Buana di Kecamatan Muara Badak, Kukar, dan PT Telen di Kecamatan Kaubun, Kutim, di akhir Oktober 2023 lalu .

Di dua lokasi digelar pelatihan lanjutan level komunitas bersama dengan para rantai pasok berserta perangkat desa setempat.

“Dari kunjungan lapangan tersebut, fasilitator mendapat gambaran rencana aksi yang dibuat telah dapat dilaksanakan dengan baik sesuai target yang ditetapkan sebelumnya,” imbuhnya.