Agam, katakabar.com - PT AMP Plantation, Wilmar Group gulirkan program plasma mampu menciptakan dampak pengganda (multiplier-effect) meningkatkan taraf hidup petani kelapa sawit di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Bendahara Koperasi Perkebunan Agro Wira Masang, Maharsal Indra mengapresiasi komitmen perusahaan merealisasikan program plasma kebun kelapa sawit.
"Program yang digulirkan sejak 1997 silam mampu meningkatkan taraf hidup petani plasma secara signifikan. Bahkan kelapa sawit mendorong perputaran uang di daerah Agam," ujarnya dilansir dari laman detiksumsel.com, pada Sabtu (26/8).
Cerita Maharsal, dulu orang punya motorpun tidak. Sekarang tiap orang punya mobil, motor, bisa membeli lahan, mudah dapat pinjaman bank, tiap hari ada yang pergi mroh dan anak-anak banyak yang kuliah.
Komoditas ini bisa tingjatkan pendapatan bikin salah satu penopang utama perekonomian di daerah tersebut. Hal ini jadi pemicu petani tanaman pangan beralih ke tanaman kelapa sawit bikin harga lahan tambah mahal.
Selain itu, mereka percaya harga komoditas emas hijau nama lain kelapa sawit takkan terjun bebas, dan tetap jadi primadona.
“Dulu orang di sini tidak mau. Sekarang Sawit jadi rebutan,” ulas Indra.
Total 200 anggota koperasi telah menerima hak atas kebun plasma seluas 810 hektar. Dengan pengelolaan kebun yang baik, mereka mendapatkan yield Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hingga 1,5 ton per hektar per bulan setara dengan kebun milik perusahaan. Apalagi didukung pula kondisi lahan yang subur.
Sekretaris Koperasi Tompek Tapian Kandih, Rabuman mengaminkan Maharsal. Kami telah merasakan dampak positif program plasma.
Raboman dari 1980 hingga 1990 silam masih menjadi karyawan perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH), perekonomiannya mulai meningkat awal 2000 setelah jadi petani plasma.
Adanya perusahaan sawit yang beroperasi di daerah itu mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat.
“Saat ini total 70 persen karyawan perusahaan dari masyakarakat lokal,” terangnya.
Koperasi mengelola lahan plasma seluas 512 hektar beranggotakan 256 petani sawit, dan telah melaksanakan replanting (peremajaan) dengan memanfaatkan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)mencapai lebih dari Rp8 miliar.
Mereka sempat mecapai puncak produksi TBS kelapa sawit sebanyak 2 hingga 2,5 ton per hektar per bulan. Meski saat ini produksi rada berkurang disebabkan masa replanting.
"Kemitraan dapat terus berkelanjutan lantaran petani telah menikmati manfaatnya. Apalagi tidak hanya bentuk lahan plasma tapi transfer pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas," bebernya.
Manajer plasma PT AMP Plantation, Wiyono menimpali, perusahaan telah merealisasikan plasma sebesar 35 persen dari 1992 silam sesuai arahan pemerintah.
Perusahaan memberikan pendampingan dalam penerapan pengeloaan kebun yang baik, seperti pemupukan, penggunaan bibit unggul, pencegahan penyakit dan penyediaan infrastruktur di kebun.
“Apa yang kami berikan dan sampaikan ke petani bentuk tanggung jawab membantu petani kelapa sawit sejatera,” sebutnya.
Gulirkan Plasma, Perusahaan Ini Ciptakan Dampak Ganda Kehidupan Petani Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini