Agam
Sorotan terbaru dari Tag # Agam
Tangani Banjir Susulan di Agam, Kementerian PU Tambah Alat Berat di Kelok 28
Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat merespons dampak banjir bandang dan longsor susulan yang menerjang Jorong Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, di penghujung tahun 2025 lalu. Fokus utama penanganan saat ini adalah pembersihan material longsor di kawasan Kelok 28 yang memutus akses jalan penghubung Pasar Maninjau-Lubuk Alung. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan seluruh sumber daya kementerian telah dikerahkan untuk mendukung penanganan darurat, khususnya di sektor jalan dan jembatan, sumber daya air, serta penyediaan air bersih dan sanitasi. “Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” ujar Dody. Sejak Kamis (1/1), ulas Dody, tim tanggap darurat Kementerian PU bersama Pemerintah Kabupaten Agam dan TNI-Polri telah menyiagakan alat berat di lokasi bencana susulan. "Upaya pembersihan material longsor terus dilakukan secara intensif agar jalur jalan yang tertutup longsor dapat segera dilalui kembali oleh masyarakat," jelasnya. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo, mengungkapkan di lapangan potensi longsor susulan masih tinggi, terutama di Kelok 28 yang masih menyimpan endapan material longsoran. Guna mempercepat proses pembukaan jalan, Naryo merinci penambahan alat berat yang dilakukan secara bertahap. “Saat ini, dukungan alat berat yang dikerahkan di lokasi meliputi 2 unit dari Polri, 1 unit dari BWS, serta 1 unit wheel loader dari PU Kabupaten. Rencananya BWS akan menambah 2 alat berat lagi, di mana 1 unit dijadwalkan tiba pada 3 Januari 2026 dan satu unit lainnya pada 6 Januari 2026,” ucap Naryo. Selain fokus pada infrastruktur fisik, Kementerian PU juga memprioritaskan kebutuhan dasar pengungsi. Masyarakat terdampak di Kecamatan Tanjung Raya kini telah direlokasi ke hunian sementara (huntara) di Palembayan. Di lokasi ini, Kementerian PU telah memobilisasi 1 unit Mobile Treatment Unit (MTU) dan 5 unit hidran umum untuk menjamin ketersediaan air bersih. Penanganan di Tanjung Raya ini merupakan kelanjutan dari operasi tanggap darurat Kementerian PU di Sumatra Barat yang telah berlangsung sejak akhir November 2025. Hingga 30 Desember 2025, Kementerian PU mencatat telah memobilisasi total 341 unit alat berat (114 unit milik PU dan 227 unit mitra BUMN) ke seluruh wilayah terdampak di Sumatra Barat. Selain itu, 7 unit Jembatan Bailey telah dimobilisasi, dengan rincian 6 unit sudah terpasang dan 1 unit dalam proses pemasangan. Untuk dukungan sanitasi dan air bersih lintas wilayah Sumbar, Kementerian PU menyiagakan 1 unit IPA Mobile, 18 mobil tangki air, 8 unit biority, 105 hidran umum, dan 14 toilet portabel. Dukungan material pencegahan bencana juga diperkuat dengan penyediaan 1.240 unit geobag dan 810 unit bronjong kawat. Dalam upaya penanganan bencana, Kementerian PU berkomitmen untuk terus hadir dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mempercepat pemulihan infrastruktur, serta menjamin keselamatan warga terdampak bencana di Kabupaten Agam maupun wilayah Sumatera Barat lainnya. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Polda Riau Kirim Bantuan 30 Tangki Air Barsih Bagi Korban Bencana di Agam
Riau, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau kirim bantuan tahap V sebanyak 30 tangki air ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Misi kemanusiaan ini berupa penyaluran air bersih diperuntukkan bagi korban bencana. Bantuan dilepas secara simbolis oleh Irwasda Polda Riau, Kombes Prabowo Santoso, di halaman Polda Riau, Senin (8/12), yang juga dihadiri para pejabat utama (PJU) Polda Riau. Kombes Prabowo menyampaikan bantuan ini wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. "Bantuan Kemanusiaan dari Polda Riau ini yang kelima, hal ini menandakan Polda Riau selalu hadir dan siap membantu masyarakat khususnya korban terdampak bencana di Provinsk Sumbar," jelas Prabowo. Rinciannya, dari 30 truk tangki tersebut, Polda Riau mengirimkan 7 truk, Polresta Pekanbaru sebanyaj 2 unit, Polres Dumai sebanyak 2 unit, Polres Inhu 2 unit, Polres Kampar 2 unit, Polres Inhil 1 unit, Polres Bengkalis 1 unit, Polres Pelalawan 1 unit, Polres Rohil3 unit, Polres Rohul : 1 unit, Polres Siak 2 unit. Pihak swasta tak ketinggalan, ikut andil dengan mengirimkan 5 unit truk tangki dab Pemkab Bengkalis 1 truk tangki. Truk tersebut memiliki kapasitas 4.000-28.000 liter. Menurut Prabowo, bantuan air bersih ini nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. "Mari kita doakan bersama agar bencana ini dapat diatasi dengan baik dan masyarakat dapat pulih dan kembali beraktivitas," imbuhnya. Sementara, Dirlantas Polda Riau, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat mengatakan rangkaian truk tangki ini akan dikawal oleh personel PJR Polda Riau. Ia menyampaikan truk tangki ini akan diberangkatkan dari Tol XIII Koto Kampar. Pengisian air bersih puluhan truk ini dilakukan di PDAM Bukittinggi. "Setelah dari PDAM Bukittinggi masing-masing mobil tangki air bersih akan diberangkatkan menuju tujuan (sesuai dengan kebutuhan di lapangan) yaitu Polresta Padang, Polres Padang Panjang, Polres Padang Pariaman dan Polres Agam dikawal oleh masing-masing Satlantas Polres tersebut," paparnya. Dukungan Polda Riau dalam misi kemanusiaan terhadap korban bencana di Agam, Sumatera Barat ini tidak hanya bantuan berupa materil. Polda Riau juga menurunkan 290 personel untuk penanganan pascabencana, lengkap dengan 2 dapur lapangan.
DBH Sawit Dievaluasi Untuk Penggunaan Perlindungan Sosial Pekerja Rentan di Agam
Lubuk Basung, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Agam, Provinsi Sumatera Barat gelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Perkebunan Sawit melalui alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Perkebunan Sawit Tahun 2024. Rapat itu dipimpin Asisten II Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Agam, Hamdi, di Aula Kantor Bupati Agam. Menurut Hamdi, sumber DBH Sawit berasal dari presentase atas pendapatan bea keluar dan pungutan ekspor atas kelapa sawit, minyak kelapa sawit mentah, dan produk turunannya. “DBH Sawit tahun 2024 diberikan oleh pemerintah pusat ke daerah dengan tujuan untuk mengurangi ketimpangan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya lewat keterangan resmi Diskominfo Agam, dilansir dari laman EMG, Rabu (1/1).
Pekerja Perkebunan Sawit Senang Dapat Perlindungan Sosial di Agam
Agam, katakabar.com - Total 4.133 orang tenaga kerja yang bekerja di sektor perkebunan sawi senang dapat perlindungan sosial di Agam. "Pada 2024 ini Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam telah melaksanakan perlindungan sosial ketenagakerjaan terhadap 4.133 orang tenaga kerja yang bekerja di sektor perkebunan sawit, yang bukan pekerja atau karyawan perusahaan,” ujar Asisten II Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Agam, Hamdi saat membuka rapat evaluasi pelaksanaan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja perkebunan sawit melalui alokasi dana bagi hasil atau DBH. perkebunan sawit tahun 2024.
Kebun Sawit Sudah Tua di Agam, Ayo Pak Tani Lakukan Replanting
Lubuk Basung, katakabar.com - Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat taja sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP), di Lubuk Basung, kemarin. Asisten III Setda Agam, Andrinaldi yang buka kegiatan, diikuti belasan petani kelapa sawit perwakilan dari sejumlah daerah setempat. "Komoditas kelapa sawit masih primadona dan potensi utama meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Agam, khususnya di kawasan Kecamatan Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Ampek Nagari, dan Palembayan," ujar Andrinaldi, dilansir dari laman elaeis.co pada Jumat (8/12). Tapi, kata Andrinaldi, banyak kebun sawit saat ini sudah melewati usia produktif alias umur sudah tua dan sudah saatnya masuk peremajaan atau replanting. Menurut Andrinaldi, pemerintah menjalankan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit. Program ini dikelola dan didanai Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan memberikan bantuan dana hibah sebesar Rp30 juta per hektar. “Program peremajaan kelapa sawit ini bertujuan untuk membantu petani kecil memperbaharui perkebunan kelapa sawit dengan tanaman kelapa sawit yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi,” jelasnya. Para petani segera melakukan peremajaan kelapa sawit, harap Andrinaldi, di kebun yang sudah tua sesuai dengan petunjuk teknis yang sudah ditetapkan. Biar di masa datang produksi sawit dapat ditingkatkan di Kabupaten Agam, imbuhnya. Kadis Pertanian Agam, Afniwirman menimpali, saat ini perkebunan kelapa sawit masyarakat rata-rata sudah banyak melebihi umur produktif. Kalau pun ada kelapa sawit umur produktif, tapi hasil produksinya tidak sesuai dengan yang diharapkan lantaran bibit asalan atau ilegitim. “Jadi, dengan tidak produktifnya hasil kelapa sawit tersebut, pemerintah mengupayakan membantu masyarakat melalui program PSR,” ucapnya. Program ini, ulas Afniwirman, di Kabupaten Agam sudah berjalan dari tahun 2019 lalu. Tapi hingga kini, jumlah yang terealisasi sangat kecil. "Kepada masyarakat, khususnya kepada para petani kelapa sawit untuk bersama-sama memanfaatkan bantuan ini, agar lahan perkebunan kelapa sawit bisa berproduksi secara optimal dam maksimal," sebutnya.
Keren! Kebun Sawit di Agam Jadi Lokasi Syuting Film Palm's Oil Love
Agam, katakabar.com - Kabupaten Agam, Sumatera Barat dipilih jadi lokasi syuting film layar lebar berjudul Palm's Oil Love. Sesuai dengan judul film layar lebari ini lokasi pengambilan adegan di tengah kebun kelapa sawit. Yayasan Bentang Merah Putih yang produksi film menceritakan kisah keluarga petani sawit dengan genre drama komedi dan percintaan. Pihak Yayasan Bentang Merah Putih menjumpai Bupati Agam, Dr H Andri Warman, di Mess Pemkab Agam Belakang Balok untuk meminta dukungan dan restu rencana syuting lokasi film, pada Jumat (25/8) lalu. Rombongan dipimpin Prof Reni Mayemi, Deputi Pengkajian Strategi Lemhanas RI yang kebetulan satu almamater dengan Andri Warman di SMAN 1 Bukittinggi. “Awalnya lokasi syuting film ini mau dipilih antara Kalimantan dan Jambi. Lantaran bicara kelapa sawit, kita mengusulkan Kabupaten Agam,” ujar Reni dilansir dari laman website resmi Pemkab Agam, pada Senin (28/8). Ketua Yayasan Bentang Merah Putih, Yohana Elizabeth Hardjadinata menimpali, syuting film melibatkan 50 orang, 2 orang diantaranya aktor dari Korea. “Film mulai diprodukso di penghujung November 2023 ini. Di alur cerita film bakal ditampilkan kuliner dan budaya yang ada di Kabupaten Agam,” bebernya. Selain bupati, Yayasan Bentang Merah Putih minta dukungan dari masyarakat sekitar lokasi syuting. Andri Warman mengapresiasi Yayasan Bentang Merah Putih yang memilih Kabupaten Agam sebagai lokasi syuting film layar lebar. “Kita di Agam memiliki lahan perkebunan kelapa sawit cukup luas untuk dijadikan sebagai lokasi syuting,” terangnya. Secara prinsip, sangat mendukung apalagi nanti dalam film menampilkan kuliner dan budaya dari Agam. “Ini menjadi suatu hal yang positif bagi kita, sebab secara bakal mempromosikan Kabupaten Agam hingga manca negara,” tandasnya.
Gulirkan Plasma, Perusahaan Ini Ciptakan Dampak Ganda Kehidupan Petani Sawit
Agam, katakabar.com - PT AMP Plantation, Wilmar Group gulirkan program plasma mampu menciptakan dampak pengganda (multiplier-effect) meningkatkan taraf hidup petani kelapa sawit di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bendahara Koperasi Perkebunan Agro Wira Masang, Maharsal Indra mengapresiasi komitmen perusahaan merealisasikan program plasma kebun kelapa sawit. "Program yang digulirkan sejak 1997 silam mampu meningkatkan taraf hidup petani plasma secara signifikan. Bahkan kelapa sawit mendorong perputaran uang di daerah Agam," ujarnya dilansir dari laman detiksumsel.com, pada Sabtu (26/8). Cerita Maharsal, dulu orang punya motorpun tidak. Sekarang tiap orang punya mobil, motor, bisa membeli lahan, mudah dapat pinjaman bank, tiap hari ada yang pergi mroh dan anak-anak banyak yang kuliah. Komoditas ini bisa tingjatkan pendapatan bikin salah satu penopang utama perekonomian di daerah tersebut. Hal ini jadi pemicu petani tanaman pangan beralih ke tanaman kelapa sawit bikin harga lahan tambah mahal. Selain itu, mereka percaya harga komoditas emas hijau nama lain kelapa sawit takkan terjun bebas, dan tetap jadi primadona. “Dulu orang di sini tidak mau. Sekarang Sawit jadi rebutan,” ulas Indra. Total 200 anggota koperasi telah menerima hak atas kebun plasma seluas 810 hektar. Dengan pengelolaan kebun yang baik, mereka mendapatkan yield Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hingga 1,5 ton per hektar per bulan setara dengan kebun milik perusahaan. Apalagi didukung pula kondisi lahan yang subur. Sekretaris Koperasi Tompek Tapian Kandih, Rabuman mengaminkan Maharsal. Kami telah merasakan dampak positif program plasma. Raboman dari 1980 hingga 1990 silam masih menjadi karyawan perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH), perekonomiannya mulai meningkat awal 2000 setelah jadi petani plasma. Adanya perusahaan sawit yang beroperasi di daerah itu mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat. “Saat ini total 70 persen karyawan perusahaan dari masyakarakat lokal,” terangnya. Koperasi mengelola lahan plasma seluas 512 hektar beranggotakan 256 petani sawit, dan telah melaksanakan replanting (peremajaan) dengan memanfaatkan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)mencapai lebih dari Rp8 miliar. Mereka sempat mecapai puncak produksi TBS kelapa sawit sebanyak 2 hingga 2,5 ton per hektar per bulan. Meski saat ini produksi rada berkurang disebabkan masa replanting. "Kemitraan dapat terus berkelanjutan lantaran petani telah menikmati manfaatnya. Apalagi tidak hanya bentuk lahan plasma tapi transfer pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas," bebernya. Manajer plasma PT AMP Plantation, Wiyono menimpali, perusahaan telah merealisasikan plasma sebesar 35 persen dari 1992 silam sesuai arahan pemerintah. Perusahaan memberikan pendampingan dalam penerapan pengeloaan kebun yang baik, seperti pemupukan, penggunaan bibit unggul, pencegahan penyakit dan penyediaan infrastruktur di kebun. “Apa yang kami berikan dan sampaikan ke petani bentuk tanggung jawab membantu petani kelapa sawit sejatera,” sebutnya.