Pekanbaru, katakabar.com - Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, mengapresiasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang aktif mendukung program ketahanan pangan nasional serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan jurnalis di Provinsi Riau.
"Keberadaan GAPKI di Riau tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga turut berkontribusi bagi masyarakat Riau, termasuk dalam mendukung organisasi wartawan," ujar Raja Isyam Azwar, Jumat.
Lebih lanjut, Raja Isyam menyoroti tren kenaikan harga sawit yang dalam beberapa pekan terakhir mencapai Rp3.800 per kilogram. Ia menyebut hal ini sebagai kabar baik bagi petani dan industri sawit.
"Tentu kita berharap bisa mengulang kejayaan masa lalu ketika harga TBS sawit mencapai Rp4.000 per kilogram, yang sangat membantu perekonomian petani," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas sawit sebagai penyumbang devisa bagi negara.
Selain itu, Raja Isyam berharap pemerintah dapat memberikan solusi bagi permasalahan legalitas lahan yang masih dihadapi petani sawit. Ia menegaskan perlunya masukan dan pembinaan kepada petani yang belum memiliki izin. Ia juga mengharapkan hubungan baik antara GAPKI dan wartawan di Riau dapat terus berlanjut.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Syahrial Abdi menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan upaya pembenahan perkebunan kelapa sawit di Riau.
"Kami mendorong agar ketertiban dalam tata kelola perkebunan terus meningkat. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor usaha diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi daerah,” ujar Syahrial Abdi.
Ia menjelaskan bahwa Dinas Perkebunan Provinsi Riau bekerja sama dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah membentuk kebijakan peta tunggal (one map policy). Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha, terutama perusahaan, untuk lebih taat terhadap regulasi dengan bergabung dalam asosiasi seperti GAPKI yang memiliki komitmen terhadap kepatuhan hukum di Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris GAPKI Riau, Dede Putra Kurniawan, mengungkapkan bahwa 66 perusahaan kelapa sawit yang tergabung dalam GAPKI turut serta dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menanam jagung dan padi gogo.
"Untuk meningkatkan produktivitas industri kelapa sawit Indonesia, pelaku usaha saat ini tengah melakukan penanaman kembali (replanting). Lokasi ini menjadi prioritas utama kami dalam menerapkan sistem tumpang sari dengan padi gogo atau tanaman jagung," jelasnya.
Dede Putra juga menyoroti tantangan industri sawit, terutama terkait tata kelola yang masih dalam tahap perbaikan serta ancaman terhadap ketersediaan bahan baku minyak sawit.
"Karena itu, beberapa tahun terakhir, produksi minyak sawit nasional mengalami stagnasi akibat usia tanaman yang semakin tua dan lambatnya program peremajaan sawit," pungkasnya.
Ketua PWI Riau Apresiasi GAPKI Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Diskusi pembaca untuk berita ini