Talang Ubi, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan turut serta berpartisipasi  penanaman jagung serentak di 1 juta hektar guna mendukung swasembada pangan, di perkebunan sawit Divisi 4 Kebun Tais PT Suryabumi Agrolanggeng di Kecamatan Talang Ubi, Selasa (21/1).

Peluncuran angkat tema kolaborasi lintas sektor ini dihadiri pejabat pemerintah, aparat penegak hukum, perwakilan TNI, pihak perusahaan, dan masyarakat lokal.

Kegiatan besar ini buah kerja sama lintas sektor yang melibatkan Polri, Kementerian Pertanian RI, GAPKI, Perhutani, Inhutani, pihak swasta, dan swadaya petani.

Kapolres PALI, AKBP Khairu Nasrudin MH menegaskan peran strategis Polri mendukung program nasional tersebut.

“Program ini manifestasi dari sinergi lintas sektor yang sangat penting dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia. Polri tidak hanya berperan sebagai penjaga stabilitas keamanan, tapi sebagai penggerak dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui dukungan aktif terhadap ketahanan pangan. Kami berkomitmen untuk mengawal program ini secara optimal agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” jelas AKBP Khairu lewat siaran pers Humas Polres PALI, dilansir dari laman EMG, Rabu (22/1).

Polri telah membentuk gugus tugas khusus dengan empat fokus utama, ujar AKBP Khairu, yakni pemanfaatan lahan produktif, pengawasan distribusi hasil pertanian, rekrutmen personel dengan keahlian terkait pertanian, serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap gizi dan kesehatan pangan.

“Dengan peluncuran program penanaman jagung serentak ini, Kabupaten PALI mengukir peran pentingnya dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan. Program ini tidak hanya menjadi pencapaian di atas kertas, tetapi juga sebuah warisan strategis bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Staf Ahli Bupati PALI, Drs Agen Eleidi, mewakili pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif penanaman jagung ini. Menurutnya, Kabupaten PALI memiliki potensi besar sebagai salah satu wilayah penopang ketahanan pangan nasional.

“Melalui dukungan teknologi, sumber daya manusia yang kompeten,dan kerja sama antarstakeholder, kami yakin program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan tidak hanya bagi Kabupaten PALI tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya.

Program tumpang sari ini melibatkan dua perusahaan besar swasta (PBS) kelapa sawit di Kabupaten PALI, yaitu PT Suryabumi Agrolanggeng dan PT Laras Karya Kahuripan.

PT Suryabumi Agrolanggeng menyediakan lahan 3,6 hektar, bibit Jagung Hybrida BISI-2 sebanyak 50 kg, pupuk Nitrea, SP-36, dan KCL, dan peralatan berupa John Deere. Sementara PT Laras Karya Kahuripan menyediakan lahan 2 hektar, bibit jagung Pioner P32 sebanyak 40 kg, pupuk NPK 16-16-16, dan traktor bajak tanah.

Direktur Utama PT Suryabumi Agrolanggeng, Budiono menegaskan pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam keberhasilan program ini.

“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung inisiatif ini. Dengan dukungan teknologi dan sumber daya yang tersedia, kami yakin hasil panen akan memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni MM optimis program ini akan menjadi titik balik dalam memanfaatkan potensi agraris daerah.

“Kolaborasi ini bukan hanya langkah maju, tetapi sebuah lompatan besar dalam menjadikan Kabupaten PALI sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional. Dengan evaluasi dan pengawasan yang baik, kami yakin target swasembada pangan akan tercapai,” terangnya.