Tumpang Sari

Sorotan terbaru dari Tag # Tumpang Sari

Asa Kasmarni Saat Tanam Perdana Sawit Program PSR dan Tumpang Sari Padi Gogo di Muara Dua Sawit
Sawit
Minggu, 28 September 2025 | 19:30 WIB

Asa Kasmarni Saat Tanam Perdana Sawit Program PSR dan Tumpang Sari Padi Gogo di Muara Dua

Siak Kecil, katakabar.com - Bupati Bengkalis, Kasmarni tanam perdana kelapa sawit program peremajaan sawit rakyat atau PSR, sekaligus tumpang sari padi gogo Kelompok Tani Segoromas di Desa Muara Dua, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, di pertengahan pekan keempat September 2025. Kelompok Tani Segoromas dan masyarakat Desa Muara Dua Kecamatan Siak Kecil, antusias sambut kehadiran Bupati Bengkalis, Kasmarni di kegiatan untuk mewujudkan peningkatan swasembada pangan masyarakat. Program PSR atau populer replanting sawit ini, sudah diuji kelayakan lahannya untuk penanaman Tumpang Sari Padi Gogo di lahan seluas 154 hektar, dengan jumlah petani 86 kepala keluarga atau KK. Bupati Bengkalis, Kasmarni sambut baik, dan mendukung penuh dengan adanya program PSR atau replanting, dan Tumpang Sari Padi Gogo yang dilakukan Kelompok Tani Segoromas di Desa Muara Dua. "Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, telah membuat program ini, dengan bantuan ini para petani kita lebih mudah untuk melakukan replanting, sebab kegiatan ini mendapat sambutan baik dari petani sawit di Kabupaten Bengkalis. Semoga program ini jadi contoh bagi desa-desa lainnya," ujarnya, dilansir dari laman website resmi Pemkab Bengkalis, Minggu siang. Kita saksikan salah satu langkah nyata, ucap Kasmarni, sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan, dan kesejahteraan petani, melalui program PSR yang difasilitasi Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP seluas 154 lebih hektar, yang melibatkan 86 petani.

Di Wilkum Polres Rohul Tumpang Sari Jagung di Lahan Sawit Targetnya Seluas 70 Hektar Sawit
Sawit
Rabu, 22 Januari 2025 | 22:49 WIB

Di Wilkum Polres Rohul Tumpang Sari Jagung di Lahan Sawit Targetnya Seluas 70 Hektar

Pasirpengaraian, katakabar.com - Guna mendukung dan mewujudkan program swasembada pangan nasional, Polri gelar penanaman jagung serentak seluas 1 juta hektar. Di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Polres setempat menargetkan budidaya jagung hingga 70 hektar. Untuk tahap awal, bersama instansi terkait dilakukan penanaman jagung pola tumpang sari di lahan sawit seluas 20 hektar. Dukungan program ketahanan pangan itu ditandai dengan penanaman perdana benih jagung di areal PT Sawit Asahan Indah (SAI) yang ada di Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Selasa (21/1). Kegiatan ini berkolaborasi dengan GAPKI, Perhutani, Inhutani, PT AAL, Kementan, dan kelompok petani swadaya. Kapolres Rokan Hulu, AKBP Budi Setiyono mengatakan, penanaman jagung ini sebagai langkah konkret untuk mendukung swasembada pangan sekaligus mendorong perekonomian lokal.

Kolaborasi Tumpang Sari Jagung di Lahan Sawit di Penukal Abab Lematang Ilir Sawit
Sawit
Rabu, 22 Januari 2025 | 22:43 WIB

Kolaborasi Tumpang Sari Jagung di Lahan Sawit di Penukal Abab Lematang Ilir

Talang Ubi, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan turut serta berpartisipasi penanaman jagung serentak di 1 juta hektar guna mendukung swasembada pangan, di perkebunan sawit Divisi 4 Kebun Tais PT Suryabumi Agrolanggeng di Kecamatan Talang Ubi, Selasa (21/1). Peluncuran angkat tema kolaborasi lintas sektor ini dihadiri pejabat pemerintah, aparat penegak hukum, perwakilan TNI, pihak perusahaan, dan masyarakat lokal. Kegiatan besar ini buah kerja sama lintas sektor yang melibatkan Polri, Kementerian Pertanian RI, GAPKI, Perhutani, Inhutani, pihak swasta, dan swadaya petani. Kapolres PALI, AKBP Khairu Nasrudin MH menegaskan peran strategis Polri mendukung program nasional tersebut.

Program Tumpang Sari di Kebun Sawit Untuk Antisipasi Bencana Ekonomi Riau
Riau
Minggu, 26 November 2023 | 21:25 WIB

Program Tumpang Sari di Kebun Sawit Untuk Antisipasi Bencana Ekonomi

Pekanbaru, katakabar.com - Dinas Perkebunan Provinsi Riau sudah mendata kebun kelapa sawit bakal dijadikan sistem tumpang sari. Hasil pendataan luasannya mencapai 5.600 hektar lahan kebun kelapa sawit di Provinsi Riau. "Mestinya bisa lebih, tapi waktu pendataan singkat jadi yang terdata totalnya seluas 5.600 hektar," ujar Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Zulfadli saat FGD Samade," memasuki pekan keempat November 2023 lalu. Pendataan ini dilakukan, kata Zulfadli, sebagai antisipasi bencana ekonomi. Menurutnya, program ini sejatinya dijalankan untuk mengantisipasi bencana ekonomi, khususnya harga kelapa sawit tidak menentu. Pemerintah pusat saat ini, ulas Zulfadli, tengah menggodok program bantuan untuk program tumpang sari. "Program ini tertuang dalam Permentan Nomor 03 yang saat ini tengah digodok pemerintah pusat. Jika Permentan ini diberlakukan, mudah-mudahan tahun 2024 mendatang Riau dapat bantuan tumpang sari ini," harap Zulfadli, dilansir dari laman website resmi Pemprov Riau, pada Ahad (26/11). Tumpang sari, sebutnya, sebuah sistem penanaman yang melibatkan dua varietas berbeda dari satu areal lahan. Di program tumpang sari kebun kelapa sawit ini tanaman seperti jagung, pisang, keladi, singkong, yang bisa dilakukan penanaman. Dengan cara ini penghasilan petani bisa jadi lebih maksimal. Soal program tumpang sari di kebun kelapa sawit ini, Sekretaris Komisi V DPRD Riau, Syamsurizal menjelaskan, program tersebut bisa menjadi harapan petani. "Harga kelapa sawit itu tidak ada yang menjamin terus tinggi. Untuk itu, petani harus siap jika terjadi bencana ekonomi tadi," tuturnya. Memang, harga kelapa sawit di pasaran sangat tidak menentu, bahkan naik turun sehingga tidak ada yang bisa memastikan harga komoditas ini tetap tinggi.

Tumpang Sari di Kebun PSR, Bupati Sergai: Ini Role Model 'Tanah Bertuah Negeri Beradat' Serba Serbi
Serba Serbi
Senin, 07 Agustus 2023 | 20:48 WIB

Tumpang Sari di Kebun PSR, Bupati Sergai: Ini Role Model 'Tanah Bertuah Negeri Beradat'

Sei Rampah, katakabar.com - Orang Nomor Satu di 'Tanah Bertuah Negeri Beradat' nama lain dari Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara sedang giat-giatnya galakkan tumpang sari di kebun peserta program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). "Penanaman sawit sistem tumpang sari bakal jadi role model untuk mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Serdang Bedaga," ujar Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Provinsi Sumatera Utara, H Darma Wijaya dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (7/8) Kata Darma, Kabupaten Sergai salah satu lumbung padi di Provinsi Sumatera Utara tapi punya potensi di sektor perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit. "Lahan lahan perkebunan kelapa sawit di Sergai seluas 100 ribu hektar. Rinciannya, seluas 22 ribu hektar perkebunan rakyat," ulasnya. Menurutnya, dengan sistem tumpang sari atau tanaman sela jagung di perkebunan kelapa sawit bakal mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Selain itu, Bang Wiwik sapaan akrabnya menjabarkan, Kabupaten Sergai punya pertanian ubi kayu yang luasnya sekitar 20 ribu hektar. Ini sangat menjanjikan hasilnya dan dimanfaatkan sebagai tanaman sela. Di Sergai, PSR sudah bergulir dari tahun 2017 lalu dan Presiden RI, Ir. Joko Widodo hadir melakukan penanaman perdana di Kecamatan Dolok Masihul. Itu artinya, perhatian pemerintah kepada PSR di Sergai sangat tinggi. Buktinya, Menteri Pertanian beserta jajaran sudah hadir menanam kelapa sawit PSR di tempat kami, di pekan pertama Agustua 2023. Apa yang kita lakukan mudah-mudahan terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu meningkatkan perekonomian, harapnya. Sebelumnya, Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo kunjungan kerja di Desa Bah Sidua-dua, Kecamatan Serbajadi, Sergai, dan melakukan penanaman sawit PSR dengan sistem tumpang sari jagung, pada Jumat (4/8) lalu. "Sektor pertanian berkaitan dengan bahan pangan harus diprioritaskan. Sektor pertanian penyerap lapangan pekerjaan mampu memutar roda perekonomian," ucap Mentan RI saat itu. Untuk meningkatkan perekonomian dan sejahterakan masyarakat di sektor pertanian, salah satunya dengan mengembangkan pertanian kelapa sawit, pesannya. Apresiasi kepada Kabupaten Sergai fokus pelaksanaan PSR dengan menerapkan sistem tumpang sari. "Tanaman sela saat pelaksanaan replanting sangat membantu, dan dibutuhkan masyarakat hingga menunggu kelapa sawit yang direplanting berbuah dan mendapatkan hasil," sebutnya.

Petani Riau Mau Dapat Cuan Tambahan Tumpang Sari di Kebun Sawit Riau
Riau
Sabtu, 08 Juli 2023 | 15:44 WIB

Petani Riau Mau Dapat Cuan Tambahan Tumpang Sari di Kebun Sawit

Pekanbaru, katakabar.com - Petani kelapa sawit swadaya di Provinsi Riau, jangan hanya ketergantungan dan mengandalkan panen Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk mendapatkan pundi-pundi cuan nama lain dari uang untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Untuk itu, petani kebun kelapa sawit mesti kreatif dan inovatif tumpang sari tanaman yang bernilai ekonomi di sela-sela kelapa sawit di areal perkebunan. Banyak pilihan tanaman bagi petani kelapa sawit swadaya yang mau tumpang sari di areal perkebunan kelapa sawit. Salah satunya jahe merah, jenis tanaman yang dinilai cocok dijadikan tanaman tumpang sari di perkebunan sawit. Lantaran itu, pola ini sangat cocok untuk dilakukan oleh petani kelapa sawit terutama di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau. Dilansir laman dari website resmi Pemprov Riau, seorang penjual bibit sekaligus petani jahe, Zulkarnain, pada Sabtu (8/7) mengatakan, tanah di Riau lebih berkualitas bagi umbi jahe memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. Soal rasa jahe bisa lebih pedas dan ukuran umbi sangat besar. Pengamat Pertanian, Zainal Muktamar menuturkan, jahe sebagai tanaman tumpang sari bisa menjadi tanaman alternatif bagi petani kelapa sawit untuk menambah pundi-pundi pendapatan. “Selain ada penghasilan utama dari Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, petani kebun dapat penghasilan tambahan dari umbi jahe yang ditanam tumpang sari,” jelasnya. Menurut Zainal, tanaman jahe tumbuh subur dan tetap menghasilkan panen optimal meski ditanam di sela-sela kelapa sawit. Dengan cara ini ujar Zainal, petani mendapatkan penghasilan tambahan dan mengangkat ekonomi petani kelapa sawit. Selain itu sambungnya, pola tanaman tumpang sari dengan memanfaatkan jahe, dapat memperluas keanekaragaman hayati di perkebunan kelapa sawit masyarakat, khususnya para petani kelapa sawit swadaya. Bila tumpang sari jahe ini dibididayakan, Ia meyakini petani kelapa sawit bisa mengurangi ketergantungan penghasilan sebelumnya hanya mengandalkan panen Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Pengembangan tanaman jahe di perkebunan kelapa sawit memiliki potensi yang besar untuk ditingkatkan di masa depan. Beberapa tahun belakangan ini cerita Zainal, sudah ada beberapa petani sawit di Bengkulu melakukan pengembangan tanaman jahe di tengah-tengah perkebunan kelapa sawit. "Jahe dan sawit sebuah kombinasi tanaman yang menjanjikan peluang keuntungan yang bagus," terangnya. Cara ini tambahnya, dapat memperkuat ketahanan petani terhadap fluktuasi pasar, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. “Sejumlah petani di Bengkulu yang sudah menanam jahe di antara tanaman kelapa sawit menerangkan kepuasan mereka terhadap hasil yang diperoleh,” sebutnya.