Indragiri Hulu, katakabar.com - Konflik lahan di Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, memanas. Sekuriti PT Bukit Betabuh Sei Indah dan masyarakat bentrok.
Peristiwa bentrok dipicu oknum sekuriti dan para pekerja PT BBSI merusak tanaman kelapa sawit milik anggota Kelompok Tani (Poktan) Talang Permai, Sonta Nainggolan.
"Awalnya Sonta Nainggolan rencana mau lihat kebun kelapa sawit yang hendak dipanen, Senin (3/1) besok. Tiba di lokasi Sonta kaget melihat tanaman kelapa sudah rusak. Tanpa pikir panjang, Sonta langsung menghampiri para pekerja PT BBSI tapi dihalau para sekuriti perusahaan dengan mendorong korban hingga terjatuh," ujar Joni Sigiro kepada katakabar.com, Minggu (2/2) siang.
Saat itu, paska didorong oknum sekuriti hingga terjatuh Sonta tidak tahan lagi karena kesakitan. Di jalan bertemu dengan Joni Sigro dan Santuni Samosir selaku suami dari Sonta Nainggolan.
Lantas, kejadian yang menimpa anggota Poktan Talang Mandau yang dibully para pekerja PT BBSI.
"Biadab PT BBSI saat ini sangat mulai dari anggota Komisi II DPRD Indragiri Hulu mencatut Polsek kelayang, dan saat ini didampingi oleh 2 orang diduga anggota Brimob.
Kejadian terdengar masyarakat, dan beramai-ramai datangi lokasi. Padahal masyarakat rencana mau melakukan ibadah tapi karena kejadian ini masyarakat turun ke lokasi, dan mengusir para pekerja PT BBSI hingga mundur dan keluar dari lokasi.
Masyarakat hingga kini tetap bertahan menjaga para pekerja perusahaan tidak masuk lagi ke lahan masyarakat.
Kejadian tersebut menunjukkan perusahaan dinilai ilegal tidak memiliki izin yang sah, makanya melakukan kerja dengan cara kucing-kucingan, ketika masyarakat tidak ada mereka melakukan aktivitas di lahan masyarakat.
Konflik Lahan di Desa TTBT Memanas, Sekuriti PT BBSI dan Masyarakat Bentrok
Diskusi pembaca untuk berita ini