Kalimantan Tengah, katakabar.com - Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah tetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir di wilayahnya pada Senin (23/8) lalu. Hal ini sesuai Surat Keputusan Bupati Kotawaringin Barat Nomor 360/17/BPBD.IV.2/VIII/2021, Status Tanggap Darurat tersebut berlaku selama 14 hari terhitung mulai 23 Agustus hingga 5 September 2021 nanti.
Penetapan status tanggap darurat tersebut menyikapi kejadian banjir yang terjadi di 9 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Arut Utara, pada Sabtu (21/8) pukul 20.30 WIB lalu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat melaporkan, banjir yang terjadi dipicu luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kecamatan Arut Utara dan juga fenomena alam pasang surutnya air laut.
Wilayah yang terdampak, meliputi Desa Sambi, Desa Sungai Dau, Desa Pandau, Desa Panahan, Desa Riam, Desa Kerabu, Desa Panyombaan, Desa Gandis, Desa Sukarami yang berada di Kelurahan Pangkut
Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Selasa (24/8) kemarin mencatat sebanyak 255 Kepala Keluarga (KK) setara 560 jiwa terdampak. Sedang, 3 Kepala Keluarga (KK) diantaranya mesti mengungsi ke rumah kerabat.
Soal kerugian materil tercatat sebanyak 255 unit rumah terendam, 4 unit fasilitas pendidikan terdampak, 3 unit tempat ibadah terdampak, 1 unit jembatan terdampak, dan jalan desa sepanjang 50 m tergenang.
Tinggi Mata Air saat kejadian dilaporkan berkisar antara 50 hingga 150 centimeter.
Pantauan BPBD di lapangan hingga sore hari kemarin, air masih terus mengalami kenaikan secara bertahap di beberapa desa diantaranya Desa Sambi, Desa Pandau, Desa Panahan, Desa Riam, Desa Gandis, dan Desa Kerabi. Tinggi kenaikan air bervariasi mulai dari 25 hingga 100 centimeter.
BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat telah berkoordinasi dengan OPD terkait, TNI, Polri, aparat desa, dan masyarakat untuk melakukan proses evakuasi.
Akses jalan yang tergenang air sebabkan kendaraan untuk melakukan evakuasi terhambat. Jaringan telekomunikasi yang terputus lokasi antar desa terdampak yang cukup jauh menambah sulitnya proses evakuasi.
Pihak BPBD terus melakukan monitoring dan pendataan lokasi terdampak untuk menentukan penanganan yang perlu dilakukan.
BPBD setempat telah memberikan bantuan darurat awal berupa paket beras masing-masing 5 kilogram kepada warga terdampak di Desa Sambi. Pemantauan terhadap kesehatan warga terus dilakukan pihak kecamatan untuk mencegah adanya penyebaran Covid 19.
Kalaksa BPBD Kotawaringin Barat, Syahruni, dalam laporannya mengimbau kepada masyarakat untuk waspada akan adanya potensi banjir susulan.
"Banjir susulan masih dapat terjadi, sebab prediksi cuaca hingga beberapa hari kedepan masih akan terjadi hujan lebat hingga sedang di wilayah Kecamatan Arut Utara" seru Syahruni dalam laporannya, pada Selasa (24/8) kemarin.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini pada Sabtu (21/8) lalu, soal adanya potensi dampak hujan sedang hingga lebat di wilayah Kalimantan Tengah dengan status 'Waspada'.
BNPB terus mengimbau kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sebagai upaya pengurangan risiko bencana secara optimal. Masyarakat diminta waspada akan adanya potensi banjir susulan.
Sumber: Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Kotawaringin Berstatus Tanggap Darurat Bencana Banjir
Diskusi pembaca untuk berita ini