Bengkalis, katakabar.com -  Lebaran 1446 hijiriah tahun 2025 masehi di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis meriah, penuh keceriaan, dan kehangatan dalam balutan silaturahmi.

Hal sama turut dirasakan dikediaman Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso di lebaran pertama 1446 hijriah, di penghujung Maret 2025 lalu.

Kemeriahan lebaran begitu kental seakan tak termakan zaman. Sejumlah lapisan masyarakat hadir kerumah Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, termasuk warga Tionghoa, Khatolik, serta komunitas dari Brunei Darussalam.

Kondisi ini menunjukan tidak ada yang berubah dari dulu hingga kini, masyarakat yang datang berasal dari berbagai kalangan dan strata, mulai dari anak-anak, muda dan kaum tua, serta berbagai profesi, suku dan agama.

Dijamu dengan menu khas lebaran, seperti ketupat dan rendang, serta tak ketinggalan kue mue yang menghiasi meja. Bagus Santoso dan Istri, Siti Aisyah serta anak-anaknya menyambut tamu, dan bercengkrama bersama.

Kata Bagus Santoso, ia merasa senang, dan tersanjung bisa lebaran bersama masyarakat Kabupaten Bengkalis.

“Alhamdulillah, ini bukti nyata Bengkalis begitu istimewa, masyarakatnya masih menjaga tradisi silaturahmi saat hari raya. Bahkan dikampung-kampung ada yang melangsungkan “baraan” atau rombongan hari raya,” ulas Bagus Santoso, dilansir dari laman Diskominfotik Bengkalis, Ahad (6/4).

Menurut Bagus Santoso, kemeriahan lebaran di 'Negeri Junjungan' menjadi magnet bagi masyarakat Bengkalis yang merantau keluar dan masyarakat luar daerah untuk kembali ke Negeri Junjungan.

Untuk itu, seru Wakil Bupati Bengkalis, mari masyarakat selalu menjaga silaturahmi dan tradisi agar kekal dan tak dilupakan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bengkalis, keluarga dan pribadi menyampaikan ucapan selamat berhari raya. Mohon maaf lahir dan batin jika ada salah dan hilaf,” ucapnya.

Prof Gamal Abdul Nasir yang telah 25 tahun tinggal di Brunei, rela menempuh jarak jauh untuk kembali ke kampung halaman Bengkalis merayakan hari raya.

“Kemanapun kaki melangkah, sejauh apapun itu. Pasti akan rindu untuk kembali ke kampung halaman Bengkalis. Suasananya  tak terlupakan, selalu terkenang dalam ingatan,” ceritanya.

Dosen Pendidikan Islam dan Bahasa Arab di Institut Pendidikan Sultan Hasanal Bolkiah, Universiti Brunei Darussalam ini menceritakan kecintaan luar biasanya pada kampung halaman meski dirinya lama di luar negeri.

“Kecintaan saya kepada kampung halaman Bengkalis tidak mungkin hilang, tidak mungkin padam walaupun saya sudah berada di luar negeri begitu lama dan itulah sebabnya saya selalu balik ke kampung halaman Negeri Junjungan yang kita cintai ini,” bebernya.

Di sisi lain, Pastor Paroki Dumai Emil beserta rombongan turut terlihat hadir bersilaturahmi bersama Bagus Santoso.

Pria yang akrab disapa Romo Emil ini menyampaikan ketakjubannya akan sambutan orang nomor dua di Kabupaten Bengkalis.

“Kami yang tiba dari Dumai menggunakan beberapa mobil disambut baik dan luar biasa oleh Wakil Bupati Bengkalis. Jamuannya luar biasa, begitu hangat suasana disini,” tuturnya.

Romo Emil mengakui sengaja mengelilingi beberapa tempat untuk memberikan ucapan selamat hari raya. Bahkan Pastor ini mengerahkan umat di gereja khatolik untuk melakukan hal serupa.
“Kepada masyarakat muslim, selamat merayakan hari raya idul fitri. Selamat berbahagia menikmati berkat tuhan,” tandasnya. (Infotorial).