Jakarta, katakabar.com - Pemerintah gelontorkan setengah trilun rupiah sebagai tambahan anggaran guna memperluas bansos minyak goreng, sehingga dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. 

Pemerintah memperluas bantuan sosial atau ansos untuk masyarakat miskin dengan menambahkan minyak goreng 2 liter per keluarga. Penambahan ini mengacu pada perhitungan terbaru yang menyatakan anggaran tambahan mencapai setengah triliun rupiah.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, mengatakan tambahan bansos ini mendampingi bantuan beras 10 kilogram per bulan yang sudah direncanakan selama dua bulan.

“Bantuan minyak goreng itu tadi kita hitung cepat mungkin sekitar setengah triliun rupiah. Itu lumayan oke,” kata Febrio kepada wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (18/9) lalu, dilansir dari laman EMG, Minggu (21/9).

Menurut Febrio, penambahan Bansos ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga pangan yang sempat meningkat.

“Sudah kita hitung tadi, memang sudah komunikasi dengan Banggar, akan cukup manageable dan mendampingi bantuan beras untuk dua bulan. Itu bagus untuk daya beli masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menekankan bantuan beras 10 kilogramper bulan saja belum cukup untuk menjaga daya beli masyarakat. Lantaran itu, pihak DPR RI meminta pemerintah menambahkan bansos berupa minyak goreng 2 liter.

“Kami barusan berlima konsultasi dengan pimpinan DPR RI, permintaan langsung dari pimpinan DPR RI agar Rp16,23 triliun itu khusus untuk 10 kilogram beras tadi. Tapi, tidak cukup 10 kilogram beras, mohon per bulan ditambah minyak goreng 2 liter,” pinta Said saat Rapat Banggar atau RB bersama pemerintah.

Langkah ini menjadi sinyal kuat pemerintah dan DPR berupaya menjaga kesejahteraan masyarakat miskin secara lebih menyeluruh. Penambahan minyak goreng di samping beras akan membantu keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari tanpa harus mengorbankan pengeluaran lain.

Bansos minyak goreng 2 liter ini diharapkan dapat meredam tekanan inflasi di sektor pangan. Dengan distribusi yang tepat sasaran, bantuan ini akan meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasar.

Program ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas jaring pengaman sosial melalui kombinasi bantuan pangan dan bahan pokok lain, sehingga keluarga miskin dapat menjalani kehidupan lebih layak dan sejahtera.

Selain itu, sinergi antara pemerintah dan DPR menjadi kunci agar program bansos berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan tambahan anggaran setengan triliun rupiah Rp diharapkan lebih banyak keluarga terdampak bisa menerima bantuan, terutama mereka yang berada di wilayah dengan risiko kemiskinan tinggi.

Langkah strategis ini menegaskan pemerintah tidak hanya fokus pada bantuan beras, tetapi memperhatikan kebutuhan esensial lain yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Jadi, Bansos minyak goreng diperluas menjadi solusi nyata untuk meringankan beban masyarakat miskin di Indonesia.