Jakarta, katakabar.com - Penerapan biodiesel B40 baka diawasi tim khusus bentukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). 

Biodiesel B40 adalah campuran 40 persen bahan bakar nabati dari minyak kelapa sawit dengan 60 persen bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi mengutarakan, tim khusus tersebut bertugas mengawasi penyaluran B40 di beberapa wilayah di Indonesia.

"Pekan depan kita turunkan pengawas untuk mengawasi implementasi B40 di lapangan," jelasnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Jumat (31/1).

Menurutnya, tim khusus dibentuk untuk mengantisipasi terjadinya pengoplosan atau penurunan kualitas B40 di lapangan.

“Kalau dulu B35, ada insentif sehingga produsen serius memproduksinya sampai menggunakan laboratorium khusus. Nah, B40 itu tidak ada insentif, dikhawatirkan kualitas B40 tidak terjaga. Jadi, tim pengawas diturunkan dalam rangka mengantisipasi potensi pelanggaran dalam penyaluran B40,” bebernya.

Diteegaskannya... bahwa pembentukan tim khusus bukan karena ada temuan pelanggaran di lapangan, tetapi lebih kepada faktor kekhawatiran. “Kita lebih one step ahead ya, kita antisipasi supaya tidak ada pertanyaan-pertanyaan," ujarnya.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan, menurutnya, tim khusus akan memeriksa kandungan air, warna, dan densitas B40 di lapangan. “Kami lakukan inspeksi tambahan ini untuk memastikan bahan bakar yang disalurkan memang benar-benar B40 sesuai spesifikasi,” bebernya.

Saat ini belum semua SPBU menyalurkan B40, proses peralihan dari B35 ke B40 di beberapa titik serah masih berlangsung karena masih ada yang memiliki sisa stok B35. “Diperkirakan seluruh stok B35 di titik-titik yang jauh akan habis akhir Januari ini,” sebutnya.

Indonesia menargetkan akan memproduksi B40 sebanyak 15,6 juta kiloliter (KL) pada tahun ini, lebih tinggi jika dibandingkan dengan target produksi B35 pada 2024 sebesar 13,7 juta kl.