Bengkulu, katajabar.com - Petani kelapa sawit di Provinsi Bengkulu menagih janji Pemerintah Pusat (Pempus) soal rencana mendirikan Bursa Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia.
Menurut Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKS) Provinsi Bengkulu, Edy Mashuri, petani kelapa sawit sangat berharap Pemerintah Pusat (Pempus) sesegera mungkin realisasikan mendirikan Bursa CPO di Indonesia.
"Bursa CPO Itu mesti didirikan di Indonesia, agar harga CPO dalam negeri dapat ditetapkan pasar domestik. Kalau Bursa CPO sudah berdiri, Indonesia tidak lagi tergantung kepada bursa luar negeri seringkali tidak berpihak kepada kondisi dan kebutuhan petani di Indonesia," terang Edy dilansir dari elaeis.co pada Jumat (7/7) kemarin.
Jika Bursa CPO sudah berdiri di Indonesia ujar Edy lagi, berdampak positif, seperti keuntungan signifikan bagi petani kelapa sawit di Indonesia, termasuk Bengkulu.
Selain iru, ada bursa domestik, patokan harga CPO lebih sensitif terhadap kondisi pasar dalam negeri, dan memperhitungkan faktor-faktor lokal yang memengaruhi produksi dan permintaan.
Untuk itu, petani kelapa sawit sangat berharap Bursa CPO segera didirikan di Indonesia, timpalnya.
Di pekan pertama memasuki pekan ke dua Juni 2023 lalu, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan bicara mengenai wacana Pemerintah Pusat (Pempus) mendirikan Bursa CPO di Indonesia.
Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini, walauproses persiapan telah berjalan tapi masih butuh waktu untuk menjamin operasional yang efektif dan transparan.
"Bursa CPO prioritasi pemerintah. Buktinya, anggaran sudah dialokasikan bahkan sudah dilakukan persiapan yang diperlukan," jelasnya.
Mendag RI ini mengakui sangat paham kepentingan petani dan terus bekerja untuk menjamin Bursa CPO ini bisa beroperasi dengan baik.
Petani Sawit Bengkulu Tagih Janji Pempus Soal Dirikan Bursa CPO
Diskusi pembaca untuk berita ini