Duri, katakabar.com - Petani kelapa sawit swadaya yang menyebar di daerah Kabupaten Bengkalis, Khususnya menyebar di daerah Duri yang meliputi empat Kecamatan, yakni Kecamatan Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, dan Talang Muandau, masih sangat minim memiliki Surat Tanda Daftar Budidaya (STD-B).
Padahal, Surat Tanda Daftar Budidaya (STD-B) sangat penting dan bermanfaat bagi petani kelapa sawit swadaya, yakni untuk memudahkan menjadi mitra Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS), dan untuk mencapai proses akhir dari sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Selain itu, STD-B ini merupakan pendataan dan pendaftaran pekebun dengan luas kurang dari 25 hektar oleh pemerintah.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD Apkasindo) Kabupaten Bengkalis, Rianto kepada katakabar.com pada Selasa (27/6) mengakui masih sangat minimnya petani kelapa sawit swadaya memiliki STD-B.
"Petani kelapa sawit swadaya masih sangat minim memiliki STD-B di daerah Kabupaten Bengkalis, khususnya di daerah Duri," ujarnya di ujung telepon genggamnya.
Menurut Rianto, petani kelapa sawit swadaya di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis sangat minim memiliki STD-B disebabkan minimnya sosialisasi.
"Petani kelapa sawit swadaya tidak paham, apa itu STD-B, dan apa manfaatnya. Ini salah satu penyebab petani kelapa sawit sangat minim memiliki STD-B," tegasnya.
Untuk itu, sosialisasi tentang STD-B lebih intens dilakukan ke depan, biar petani kelapa sawit swadaya mengerti dan memahami betapa pentingnya mengurus STD-B untuk perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
"DPD Apkasindo Kabupaten Bengkalis siap, dan turut serta untuk memfasilitasi agar petani kelapa sawit swadaya diberikan sosialisasi dan penyuluhan secara intens tentang STD-B ke depan," sebutnya.
Apa itu STD-B? Tanya seorang petani kelapa sawit sebut saja Pak Nababan, saat katakabar.com bertanya, apakah kebun kelapa sawitnya kurang dari 5 hektar sudah memiliki STD-B?
Warga Desa Tasik Serai Barat Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis mengakui sudah 13 tahun lamanya menjadi petani kelapa sawit swadaya, baru mengerti ketika diberi sedikit pemahaman mengenai STD-B.
"Kebun kelapa sawit saya belum ada STD-B. Ternyata, kebun kelapa sawit yang memiliki STD-B sangat bermanfaat," ujarnya polos.
Petani Sawit Swadaya Amat Minim Miliki STD-B, Ini Kata Ketua Apkasindo Bengkalis
Diskusi pembaca untuk berita ini