STDB dan ISPO Dibiayai BPDPKS, Ketum ASPEKPIR: Dari Dulu Ditunggu Petani Sawit Nusantara
Nusantara
Minggu, 24 September 2023 | 18:59 WIB

STDB dan ISPO Dibiayai BPDPKS, Ketum ASPEKPIR: Dari Dulu Ditunggu Petani Sawit

Jakarta, katakabar.com - Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR), Setiyono menuturkan, wacana Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan budidaya (STDB) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dibiayai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sudah dari dulu ditunggu petani kelapa sawit di Indonesia, "Para petani kelapa sawit, baik petani plasma maupun petani swadaya sudah lama menunggu itu. Lantaran, langkah ini sangat tepat dan bagus sekali," kata Setityono, dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (24/9). Hal ini ujar Setiyono, untuk menanggapi pernyataan Dirjenbun Kementan RI, Andi Nur Alam Syah yang menyebutkan, pihaknya tengah menggodok regulasi mengenai keberlanjutan kelapa sawit Indonesia, salah satunya rancangan Perpres terkait STDB dan ISPO. Di Perpres itu, menurut Andi Nur, nanti diatur bahwa STDB dan ISPO bakal dibiayai BPDPKS. "Kalau memang itu rencananya, ini sangat bagus sekali kalau terealisasi. Apalagi negara lain memang seperti itu, yakni pengurusan STDB dan ISPO dibiayai pemerintah," jelasnya. Apakah penyalurannya tepat sasaran? Setiyono meyakini bakal tepat sasaran. Soalnya, disalurkan bagi petani yang melakukan pengurusan atau pengusulan. "Wacana ini sangat membantu petani, dan berpotensi meningkatkan minat petani melengkapi kebutuhan kebunnya," ulasnya. Khususnya bagi petani swadaya sebutnya, untuk membentuk kelembagaan agar menikmati beragam kemudahan program yang dihadirkan pemerintah mesti dengan harga penetapan yang dapat diterima petani. "Kalau petani ASPEKPIR aman, sebab memang sudah bermitra dan berkembang. Jadi, petani swadaya yang harus mendapat dukungan dan dorongan," serunya.

Petani Sawit Swadaya Sumringah, Pj Bupati Kampar Bagikan Ribuan Bibit Unggul Riau
Riau
Senin, 24 Juli 2023 | 23:37 WIB

Petani Sawit Swadaya Sumringah, Pj Bupati Kampar Bagikan Ribuan Bibit Unggul

Bangkinang, katakabar.com - Petani kelapa sawit swadaya Desa Muara Jalai dan Desa Bukit Sembilan, Kecamatan Kampar Utara sumringah dan senang saat Pj Bupati Kampar, Muhammad Firdaus tiba membagikan bibit kelapa sawit unggul. Dilansir dari lama elaeis.co, pada Senin (24/7), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar bagikan bibit kelapa sawit unggul kepada petani kelapa sawit swadaya. "Bibit kelapa sawit unggul yang dibagikan ke para peteni kelapa sawit swadaya hendaknya dimanfaatkan dan dirawat dengan baik dan rutin agar hasil yang dicapai nanti sesuai yang diinginkan dan diharapkan," kata Pj Bupati Kampar, Muhammad Firdaus di acara penyerahan bibit kelapa sawit unggul kepada petani kelapa sawit swadaya. Kita semua ujar Pj Bupati Kampar, sama-sama berharap bibit kelapa sawit yang diserahkan nanti dapat menghasilkan buah yang banyak agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Pj Bupati Kampar, Muhammad Firdaus serahkan secara simbolis bibit kelapa sawit bersubsidi kepada salah satu petani swadaya. "Bibit yang dibagikan berasal dari bibit yang disemai tahun 2022 lalu. Di mana jenis bibitnya produksi PPKS, yakni varietas DxP 239 dan DxP Yangambi," tutur Kepala Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Ali Sabri. Total bibit yang diserahkan 8.000 polybag kepada 100 orang petani kelapa sawit swadaya," rinci Ali Sabri. Diketahui, sesudah bagikan bibit kelapa sawit unggul, Pj Bupati Kampar tinjau baby sawit dan melihat pengembangan bibit sawit di UPT Perbenihan Desa Muara Jalai. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perbenihan Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kampar di Desa Muara Jalai yang melanjutkan pembagian bibit kelapa sawit unggul ke para petani kelapa sawit swadaya. Kepala Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Ali Sabri, Camat Kampar Utara, Riska Joanita, dan Kades Muara Jalai, Fajrul Hafzi turut dampingi Pj Bupati Kampar.

Harga Sawit Petani Swadaya Rendah Dari Penetapan Disbun Aceh, Kok Bisa! Sawit
Sawit
Sabtu, 15 Juli 2023 | 16:26 WIB

Harga Sawit Petani Swadaya Rendah Dari Penetapan Disbun Aceh, Kok Bisa!

Aceh Timur, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya rendah di Aceh Timur, beda dengan harga penetapan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Aceh. Bilan dibandingkan, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Aceh Timur selisihnya lumayan signifikan. Berpedoman dengan harga yang dikeluarkan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) tiap harinya, pada Jumat (14/7) kemarin harga tertinggi Rp1.850 per kilogram. Sedang harga penetapan resmi mencapai Rp2.147 per kilogram. "Selisih harga cukup jauh mencapai Rp377 per kilogram. Soalnya harga paling rendah yang ditentukan oleh PMKS Rp1.770 per kilogram," kata Ketua Apkasindo Aceh Timur, Ibrahim Mar, pada Sabtu (15/7). Harga tersebut berlaku di PMKS yang beroperasi di Aceh Timur. Boleh jadi harga yang diterima petani lebih rendah lantaran petani menjual hasil kebunnya kepada tengkulak atau veron. Berikut rincian harga TBS kelapa sawit swadaya yang ditetapkan PMKS di Aceh Timur, yakni; PT Anugerah Rp1850 per kilogram P TEnsem Rp1820 per kilogram PT BPS Rp1820 per kilogram PT ABN Rp1770 per kilogram PT Tpn Lada Rp1840 per kilogram PT MSL Rp1810 per kilogram Sedangkan harga penetapan Disbun Aceh, yakni; Usia 3 tahun Rp1.472 per kilogram Usia 4 tahun Rp1.736 per kilogram Usia 5 tahun Rp1.864 per kilogram Usia 6 tahun Rp1.964 per kilogram Usia 7 tahun Rp2.040 per kilogram Usia 8 tahun Rp2.071 per kilogram Usia 9 tahun Rp2.092 per kilogram Usia 10-20 tahun Rp2.147 per kilogram Usia 21 tahun Rp2.101 per kilogram Usia 22 tahun Rp2.071 per kilogram Usia 23 tahun Rp2.060 per kilogram Usia 24 tahun Rp2.035 per kilogram Usia 25 tahun Rp2.002 per kilogram