Sulawesi Barat, katakabar.com - KRI dr. Soeharso 990 sandar di Dermaga Lanal Mamuju, Jalan Arteri Nomor 1 Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Rumah sakit apung Tentara Nasional Indonesia (TNI) sengaja dikirim ke Mamuju, untuk menangani para pasien korban gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, dengan kekuatan Magnitudo 6,2.

Total 38 pasien korban bencana gempa bumi sudah dapat penanganan medis dengan baik oleh Tim Kesehatan KRI dr. Soeharso 990.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) KRI dr. Soeharso 990, Mayor Laut (K) dr. Agung Malinda, SPOT mengatakan, pasien yang ditangani tim kesehatan KRI dr. Soeharso 990 sudah lewat proses pemeriksaan awal di Lanal Mamuju.

“KRI dr. Soeharso 990 ini bisa menampung pasien korban gempa sebanyak 40 tempat tidur (20 pasien laki-laki dan 20 pasien perempuan),” ujarnya.

Pasien yang berobat sebelumnya sudah lewat proses screening dan observasi lebih dulu di Lanal Mamuju. Apakah perlu penanganan operasi atau non operasi?

“Bagi pasien yang tidak memerlukan tindakan operasi diarahkan ke rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan kita. Untuk pasien yang dirawat di kapal sebelumnya sudah dilaksanakan swab antigen Covid 19,” cerita Karumkit.

Mayor Laut (K) dr. Agung Malinda, SPOT menimpali, ada tiga pasien saat ini sedang dirawat oleh Tim Kesehatan KRI dr. Soeharso 990, dan ketiganya pasien yang mengalami patah tulang, jelasnya singkat.

Terima kasih, sudah dibantu tim kesehatan dari TNI. Alhamdulillah, dengan adanya Kapal Rumah Sakit ini saya bisa di operasi. Saya rujukan dari Rumah Sakit Umum, sebut Seorang pasien, Munassar yang mengalami patah tulang di bagian paha.