Oleh: Agung Marsudi, Duri Institute

Catatan politik terakhir

katakabar.com - Masih segar dalam ingatan, ketika disebut kata SANDI, jadi teringat nama Sandiaga Uno, calon wakil presiden Prabowo Subianto, pada Pilpres 2019.

Tapi, yang ini lain, SANDI singkatan dari Syahrial-Andika, calon bupati dan calon wakil bupati pada Pilkada Bengkalis 2024. SANDI sekaligus akronim dari visi pencalonannya, yaitu "Sejahtera, Adil dan Mandiri".

SANDI mentahbiskan diri sebagai pasangan calon penyelamat demokrasi.

Syahrial, putra Rupat, Ketua Golkar Bengkalis, dua periode menjadi anggota DPRD, akrab dipanggil "Cik Yal", sedang Andika, seorang aktivis muda, biasa disebut Andika Sakai.

Episode politik menegangkan di negeri junjungan telah usai, petahana unggul, meski dengan tingkat partisipasi pemilih yang rendah. Meninggalkan catatan hitam tentang intimidasi, hegemoni dan politik dinasti.

Kisahnya, akan diulang. Meski kegelisahan tetap menadi di darah pemilik semangat perubahan negeri. SANDI telah menjadi simbol ikonik perjuangan perubahan. Hanya tinggal butuh penguatan organisasi dan amunisi (menyongsong cabaran 2029).

Dengan dalih apapun, koalisi dengan rakyat mestinya lebih diutamakan dalam senarai agenda perubahan. Sebab pohon beringin masih rindang, tempat berteduh paling nyaman bagi "semua kalangan".

Menarik simpati politik tak mungkin diawali dengan "memancing ikan di air keruh".

Teringat, airmata ibu-ibu pembawa berkah, yang mengalir deras, menggenang di pojok desa, bercampur air hujan semalaman. Mereka masih percaya, bakal ada keajaiban. Entah apa.

Suatu hari, dimana. Ada nyala obor perjuangan, dan rakyat bersorak gembira, di layar besar, ada yang tertangkap KPK.