Indragiri Hulu, katakabar.com - Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto melakukan komunikasi dengan pihak management PT Riau Andalan Pulp and Paper atau yang dikenal RAPP sesudah dapat informasi unit usahanya, PT BBSI diduga melakukan aktivitas pengrusakan tanaman sawit milik masyarakat.

“Saya sudah telepon pihak RAPP soal konflik lahan antara warga Desa Anak Talang dengan PT BBSI di Kecamatan Batang Cenaku yang terjadi belakangan ini,” ujarnya kepada katakabar.com, Jumat (9/5).

Dia menyampaikan, polemik kasus ini sebenarnya telah dimediasi oleh pemerintahan sebelum ia menjabat sebagai Bupati. Lantas, persoalan sudah sejauh mana peran pemerintah melayani masyarakat bakal dikroscek.

“Tunggu saya pulang ke Indragiri Hulu, saya panggil nanti pihak-pihak yang mengurusi persoalan tanah ini, khususnya TAPEM,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 39 hektar kebun sawit produktif milik masyarakat digasak PT BBSI menggunakan alat berat Eksavator alhasil komoditi tersebut rata dengan tanah.

“Sudah habis dengan sekejap saja mata pencaharian kami yang sekian puluhan tahun kami rawat, jaga, untuk bertahan hidup dan menyekolahkan anak,” terang Sri Waluyo, salah satu warga pemilik kebun yang terkena dampak.

http://Baca Juga https://www.katakabar.com/berita/baca/nelangsa-duit-habis-dan-harapan-sirna-kebun-sawit-petani-inhu-dirusak-pt-bbsi

Ia menuturkan, persoalan status lahan ini pihaknya bersama ratusan petani lainnya telah berjuang ke Kementerian KLHK agar tumpang tindih lahan dengan areal konsesi HTI dapat diselesaikan lewat UUCK.

“Saya pernah dimintai duit Rp 250-300 ribu per-dua hektar, infonya untuk biaya pengukuran lahan pihak tim TAPEM Inhu hingga pengurusan ketingkat kementerian,” bebernya.

Berdasarkan data yang dihimpun katakabar.com, ada sekitar 3.080 hektar kebun sawit milik masyarakat yang diajukan ke KLHK supaya masuk skema sawit keterlanjuran dalam Pasal 110A dan Pasal 110B. 

“Benar soal luasanya segitu, pengajuanya sedang proses. Saat ini kami menunggu SK Datin atau surat rekomendasi pengampunan keterlanjuran kebun sawit dari KLHK,” kata Suleman, Ketua Koordinator petani asal Desa Talang Bersemi tadi malam (Kamis-red).