Grobogan, katakabar.com - Waduk Kedungombo dipastikan siap dukung kebutuhan irigasi para petani di Grobogan, Kudus, Pati, dan Demak guna sukseskan Musim Tanam (MT) I yang akan dimulai serentak pada 1 September 2025 nanti.
Kesiapan ini ditandai dengan volume air yang sangat mencukupi dan sistem distribusi yang telah terkelola dengan baik.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.mengonfirmasikan, pasokan air dari Waduk Kedungombo berada dalam kondisi optimal. Misalanya, per 24 Agustus 2025 lalu, volume air tercatat sebesar 472,39 juta meter kubik pada elevasi muka air 87,67 meter, yang siap mengairi lahan pertanian seluas total 64.364 hektar.
Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto menyatakan, pengaturan distribusi air telah disepakati bersama seluruh pihak terkait. Jadwal ini tertuang dalam SK Pola Tanam yang dirumuskan bersama petani, pemerintah daerah, dan Komisi Irigasi. Ia menambahkan, sesuai kesepakatan, musim Tanam I akan dimulai pada 1 September 2025.
“Tapi apabila ada permintaan lanjutan kami siap, Bendungan Kedungombo dalam kondisi siap," ujar Sudarto, menegaskan fleksibilitas dan kesiapan pihaknya, melalui rilis resmi diterima katakabar.com, Senin sore.
Langkah menyiapkan Waduk Kedungombo sebagai sumber aliran irigasi untuk mendukung program realisasi ketahanan pangan nasional sejalan dengan arahan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
Menteri PU menegaskan, irigasi yang terpelihara adalah kunci ketahanan pangan nasional. Untuk itu, fungsi bendungan dan saluran irigasi harus dijaga keberlanjutannya untuk memastikan distribusi air yang efisien dan merata bagi seluruh petani.
Kesiapan yang dilakukan Kementerian PU disambut baik para petani yang kini tidak lagi khawatir akan pasokan air irigasi. Akrab, Ketua Federasi Sistem Irigasi Waduk Kedungombo, menuturkan, sistem pengaturan yang ada telah menciptakan ketertiban.
"Dulu sebelum ada sistem pengaturan, petani sering berebut air. Sekarang sudah tertib, tidak ada demo, semua diarahkan melalui musyawarah," kata petani asal Kudus tersebut.
Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air atau P3A Sidorejo, Maryoto aminkan Akrab. Ia menyebut komunikasi dan diskusi demokratis antar kelompok P3A menjadi kunci kelancaran distribusi di tingkat lapangan.
"Minimal tiga kali kami bertemu selama musim tanam. Kalau ada lahan yang padinya belum dipanen, diberi toleransi, begitu selesai langsung olah lahan," jelasnya.
Dengan kapasitas tampung normal mencapai 561,2 juta meter kubik, Waduk Kedungombo melayani sejumlah Daerah Irigasi (DI), mencakup DI Sidorejo (6.038 ha), DI Sidorejo Kiri/Lanang (1.900 Ha), dan DI Sedadi (16.055 ha) di Grobogan. Selain itu, juga mengairi DI Klambu Kiri di Demak (20.646 ha), DI Klambu Kanan di Pati (10.354 ha), dan DI Klambu Wilalung di Kudus (7.872 ha).
Kesiapan yang dilakukan Kementerian PU beserta jajarannya pada Waduk Kedungombo dipastikan akan sepenuhnya menjadi pilar penting bagi produktivitas pertanian dan ketahanan pangan Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.
Soal Pasokan Air Waduk Kedungombo, Petani Sambut Baik Kesiapan Kementerian PU
Diskusi pembaca untuk berita ini