Simalungun, katakabar.com -Soal temuan tiga mayat dari lokasi berbeda menggerakkan masyarakat Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Adanya indikasi kekerasan atau pembunuham masih dilakukan penyelidikan.

Kapolres Simalungun, AKBP Ronal FC Sipayung SIK menegaskan masih mengumpulkan informasi tambahan terkait temuan tersebut.

'Polsek saat ini masih mengumpulkan informasi-informasi tambahan, " kata Ronal dikonfirmasi, Kamis (12/1/2023).

Pertama laporan masyarakat ke Polsek Tiga Balata - Polres Simalungun, atas sesosok mayat pria tidak dikenal di aliran Sungai Bah Sampuran, Desa Bah Sampuran, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun pada Selasa (10/1/2023) pagi, sekira pukul 09.30 Wib.

Kini mayatnya di kamar jenazah RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar untuk di visum dan identifikasi.

Dari lokasi penemuan, polisi mengamankan satu unit kreta Revo dan jala ikan serta taki pinggang, sendal dan gini plastik.

Kapolres menambahkan, kalau kasus penemuan berbeda di tiga lokasi.

"Beda pak. Beda lokasi, Tanah Jawa, Balata dan Perdagangan, " kata Ronal sembari mengatakan untuk sementara tidak ditemukan adanya tanda kekerasan.

"Untuk sementara tidak ada ditemukan tanda kekerasan, " tambahnya.

Selanjutnya, mayat kedua di wilayah hukum Polsek Perdagangan - Polres Simalungun atas jasad, diketahui bernama Yudistira (27).

Ia ditemukan tewas dibawah pohon jambu biji depan rumahnya di Dusun II, Desa Lias Baru, Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun.

Jasad Yudistira pertamakali ditemukan saksi Muhammad Supiandika Silalahi (14), saat pulang sekolah melihat korban dalam keadaan telungkup di parit berisi air yang lebarnya 40 cm dan kedalaman 30 cm.

Temuan mayat ketiga atas jasad Basri Sihombing (65) pensiunan BUMN, yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia ditempat tidur rumahnya di Gang Pare, Desa Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.