Pelalawan, katakabar.com — Dalam upaya mendukung kemandirian penyediaan air bersih di daerah gambut, dosen Politeknik Kampar menyelenggarakan pelatihan pembuatan filter air sederhana berbahan karbon aktif di SMK N 1 Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dipimpin oleh Widya Sinta Mustika, S.Si., M.Si., bersama rekan-rekannya, yaitu Niken Ellani Patitis, S.P., M.T., dan Razita Hariani, S.T., M.T., dengan melibatkan beberapa mahasiswa Politeknik Kampar.

Pelatihan ini difokuskan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar kepada siswa dalam merancang filter air sederhana, yang diharapkan dapat menjadi solusi praktis untuk mengatasi keterbatasan akses air bersih di wilayah mereka. Dengan memanfaatkan karbon aktif sebagai bahan utama filtrasi, teknologi sederhana ini dapat membantu memperbaiki kualitas air yang sering kali terpengaruh oleh kondisi lahan gambut.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak SMK N 1 Ukui, yang melihat pelatihan tersebut sebagai peluang bagi siswa untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan di bidang sains dan teknologi. Kolaborasi ini juga mendukung program sekolah dalam menyiapkan siswa dengan keahlian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Para siswa jurusan Teknik Energi Terbarukan (TET) dari kelas X hingga XII berkesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. Pada sesi materi, mereka mendapatkan pemahaman mengenai standar kualitas air serta parameter-parameter yang harus diperhatikan dalam memastikan air layak untuk digunakan, seperti tingkat keasaman (pH), warna, suhu, bau, dan total padatan terlarut (TDS). Materi ini juga memperkenalkan mereka pada prinsip dasar sistem penjernihan air, termasuk sifat karbon aktif dan kemampuannya dalam menyerap kotoran.

Selanjutnya, siswa mengikuti praktek langsung untuk merakit filter air sederhana dengan bahan karbon aktif. Mereka belajar langkah-langkah dasar pembuatan filter, lalu mencoba melakukan proses filtrasi air dan mengamati perubahan kualitas air sebelum dan sesudah difilter. Melalui praktek ini, siswa dapat melihat langsung peran karbon aktif dalam menyaring kotoran serta mengurangi bau dan warna pada air yang tercemar.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang pelatihan ini. Mereka dengan aktif mengikuti setiap tahap, mulai dari perakitan filter hingga uji coba kualitas air hasil filtrasi. Kehadiran dosen dan mahasiswa sebagai pembimbing juga turut mendukung proses pembelajaran, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep dasar yang diajarkan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan praktis dalam menciptakan solusi sederhana untuk kebutuhan air bersih di lingkungan mereka. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi awal dari kerjasama jangka panjang antara Politeknik Kampar dan SMK N 1 Ukui dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di bidang teknologi terapan, serta dalam menginspirasi siswa untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan.