Kepulauan Meranti, katakabar.com - Hari raya Idul Fitri 1446 hijiriah tahun 2025 masehi sudah di depan mata. Lantaran kurang dari sepekan lagi  umat muslim di seluruh Nusantara, termasuk umat muslim di 'Kota Sagu' nama lain dari Kepulauan Meranti bakal rahakan hari nan fitri.

Nah terkait hal itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin SM MM, bersama Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Antoni Sidharta dan sejumlah Anggota DPRD Komisi II, tinjau sejumlah gudang distributor, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna memastikan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kepulauan Meranti stabil, Senin (24/3/).

Saat peninjauan tersebut, Wabup Kepulauan Meranti beserta rombongan DPRD kunjungi gudang distributor bahan pokok yang berada di jalan Tebing Tinggi, di bilangan Jalan Kartini dan Jalan Imam Bonjol Selatpanjang.

Hasilnya, ia memastikan harga sejumlah bahan pokok, seperti beras, minyak, telur, tepung maupun BBM stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

"Kami pastikan masyarakat bisa tenang menghadapi lebaran ini, dengan ketersedian barang yang cukup, dan harga yang terjangkau juga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang baik," tegas Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil.

Setelah inspeksi gudang distributor, Muzamil bersama rombongan Komisi II meninjau SPBU di kawasan Jalan Imam Bonjol, Selatpanjang.

Di sana, anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Mulyono, meminta kepada pengelola SPBU untuk menambah jam operasional dan membuka SPBU di hari lebaran. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat lebih terlayani.

"Ini masukan yang baik, kami harap pengelola SPBU dapat menyesuaikannya. Nanti kita akan pantau kembali," ujarnya

Di kegiatan itu, Muzamil mengimbau kepada masyarakat, jika melihat atau mengetahui praktik penimbunan barang, agar segera dilaporkan kepada pemerintah maupun pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Satu lagi yang terpenting jangan sampai terjadi penimbunan, ini akan membuat pasar kekurangan barang. Hukum Demand Supply akan berlaku, ketika permintaan tinggi, ketersediaan barang berkurang maka harga akan naik. Di sini peran pemerintah untuk menjaga stabilitas harga barang, kami aling berkoordinasi," tegasnya.

Di kegiatan itu hadir mendampingi Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Marwan, Camat Tebing Tinggi, Husni Mubarak, personel Satreskrim Polres Kepulauan Meranti, dan sejumlah pejabat.