Oleh: Agung Marsudi

Politik, WAG, Asik!

katakabar.com - Tentu ini WAG bukan akronim dari "wives and girlfriends", tapi salah satu aplikasi dimana seseorang atau sekelompok orang dapat berkomunikasi dan berinteraksi melalui tulisan, telepon, atau panggilan.

Kini WhatsApp Group (WAG), telah menjadi alat ampuh untuk berinteraksi sosial (bahkan politik). Apalagi di musim Pilkada yang sebentar lagi memasuki hari pencoblosan.

Fenomena menjamurnya WAG di satu sisi merupakan ruang ekspresi bagi para anggotanya. Komunikasi berbagai arah memungkinkan untuk disalurkan, setiap saat, setiap waktu.

Meski impresi personal sering ditonjolkan, tapi ini membuktikan bahkan apapun alasannya, manusia butuh eksistensi. Kehadiran WA Grup menjadi relevan, dan menjadi bagian dari platform medsos yang potensial, untuk melakukan pemberdayaan politik digital dan pembaruan ruang publik.

Tulisan, postingan, stiker, reposting, (kadang caci maki) adalah sebentuk ekspresi spontan, merespon hati, situasi dan kondisi. Aspirasi kepentingan politik, kadang juga melintas begitu saja. Entah demi apa (viralisasi konten).

Itulah realitasnya, WAG dengan beragam anggota, penanda keberagaman itu memang unik. Apalagi politik, yang merayu keberagaman dalam "keseragaman". (Bahasa Minang: _"Jikok indak sabaun, jan sakandang"_ )

Misalnya iklan seperti ini, "Mau Ganti Bupati?" Yuk, pilih SANDI.