Surabaya, katakabar.com - Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi atau UKMK bisa sulap kelapa sawit jadi makanan enak dan laris manis di pasaran.

Di workshop olahan sawit di Kota Pahlawan nama lain dari Surabaya, terbukti kelapa sawit bisa dibikin jadi kue kering, bolu hingga dodol siap tembus pasar dan raup untung besar.

Bisa jadi, selama ini yang terngiang di benak Anda ketika mendengar kata kelapa sawit, seperti minyak goreng atau bahan baku biodiesel! Tapi, fakatnya, kelapa sawit kini tawarkan potensi yang jauh lebih luas.

Lewat workshop angkat tema 'Kreativitas Olahan Pangan Sawit untuk UKMK Naik Kelas' yang ditaja Elaeis Media Group atau EMG, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP Selasa (29/4), para pelaku UKMK diajak menggali potensi kelapa sawit selain minyak goreng.

Workshop ini bukan sekadar pelatihan biasa, tapi sebagai pembuka mata sekaligus pintu gerbang kelapa sawit bisa diolah menjadi berbagai produk pangan yang sehat dan laris manis, seperti bolu, keripik, kue kering, hingga rendang dan dodol.

Selakn itu, peserta workshop diajari cara mengolah sawit menjadi makanan enak yang dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Wakili CEO Elaeis Media Group atau EMG yang bermarkas di Pekanbaru, Riau, Warsito Teguh yang membuka acara ini menyatakan, tujuan workshop ini untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap kelapa sawit.

“Sawit ini luar biasa. Selama ini kita cuma kenal sebagai minyak goreng, padahal ada banyak potensi yang bisa kita olah lebih kreatif dan sehat,” ujarnya.

Menurut Warsito, meski dirinya belum memiliki lahan sawit, dia percaya sawit bisa menjadi solusi pangan masa depan.

“Saya belum punya sawit, tapi dari studi dan pengalaman teman-teman yang terlibat, saya yakin sawit punya potensi besar untuk pangan,” jelasnya

Kepala Divisi UKM BPDP, Helmi Muhansyah mengaminkan Warsito. Menurutnya, kelapa sawit tidak hanya memberikan kontribusi besar pada devisa negara, tetapi juga memiliki potensi luar biasa untuk mendukung pertumbuhan UMKM.
“Industri sawit itu tidaj cuma untuk ekspor atau biodiesel. Dari sawit, UKMK bisa menciptakan produk olahan pangan yang sehat dan berdaya saing, yang tidak hanya laris di dalam negeri, tetapi juga bisa tembus pasar internasional,” terang Helmi.

Kelapa sawit, ulas Helmi, dapat menjadi solusi ketahanan pangan yang berkelanjutan sekaligus mendukung penghematan energi.

“Sawit ini bisa jadi bahan pangan, bukan cuma bahan bakar. Potensi untuk membuat camilan, makanan sehat, bahkan produk ekspor, sangat besar,” ucapnya

Sementara, Kepala Bidang Pemasaran Diskop UKM Jawa Timur, Andrio Himawan Wahyu Aji sampaikan potensi besar kelapa sawit untuk produk olahan pangan.

“Produk turunan sawit seperti bolu, rendang, dan selai bisa jadi peluang besar di Jawa Timur. Bahan bakunya melimpah, tinggal bagaimana kita mengemas dan memasarkan produk ini dengan tepat,” kata Andrio.

Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak untuk mendorong UMKM agar lebih kreatif dan berdaya saing.

Workshop ini, tuturnya, tidak hanya untuk belajar cara membuat makanan dari sawit, tetapi juga untuk mendorong lebih banyak wirausaha, terutama perempuan, untuk terlibat.

“UKMK yang sukses itu biasanya melibatkan banyak perempuan yang menjadi tulang punggung usaha. Kami harap dari kegiatan ini, lahir banyak wirausaha baru, terutama dari kalangan perempuan,” tegas Andrio.

Para peserta workshop pun tampak antusias, belajar cara mengolah sawit menjadi beragam produk yang enak dan menguntungkan. Dari bolu sawit, keripik sawit, hingga selai sawit, mereka diajarkan teknik yang tidak hanya mudah diterapkan, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing produk di pasar.

Warsito, Helmi, dan Andrio sepakat saat ini adalah waktu yang tepat bagi UMKM untuk menggali potensi sawit lebih dalam. Produk olahan sawit bisa menjadi pilihan cerdas bagi mereka yang ingin memulai usaha dengan bahan baku yang terjangkau dan melimpah. Apalagi potensi pasar yang besar, baik di dalam negeri maupun luar negeri, semakin membuka peluang bagi UKMK untuk berkembang.

"Workshop ini adalah titik awal. Kami berharap lebih banyak UMKM yang mampu memanfaatkan kelapa sawit untuk mengembangkan produk-produk kreatif yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga berkelanjutan," sahut Helmi Muhansyah.


Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak dan kolaborasi yang kuat, workshop ini bisa menjadi batu loncatan bagi para pelaku UMKM untuk menghasilkan produk olahan sawit yang bukan hanya enak, tapi menguntungkan dan berkualitas tinggi.

Kini, kelapa sawit bukan hanya untuk minyak goreng, tetapi juga menjadi peluang emas bagi UMKM yang ingin berkembang.