Yogyakarta, katakabar.com - Antusiasme peserta di kegiatan workshop pembuatan berbagai panganan berbahan dasar kelapa sawit, yang digelar Elaeis Media Group atau EMG didukung Badan Pengelolaan Dana Perkebunan BPDP sangat terasa.

Kegiatan yang digelar di The Rich Jogja Hotel Yogyakarta itu semarak diikuti puluhan pelaku UKMK dari berbagai daerah Provinsi Daerah Istimewa atau DI Yogyakarta.

Angkat tema "Membumikan Aneka Penganan Berbahan Dasar Sawit Sebagai Peluang Usaha Baru UKMK" ini dihadiri Kepala Divisi  Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, Ketua Bidang UKM Diskop dan UKM DIY, Veronika Setioningtyas Prativi, serta Iin Arlina pelopor bolu kelapa sawit dari Muara Bungo, Jambi.

Chief Executive Officer (CEO), Abdul Aziz mengaku tidak menyangka peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan seluruh peserta yang terdaftar hadir meski datang dari wilayah yang cukup jauh dari lokasi kegiatan diselenggarakan.

"Kami merasa bangga melihat antusias para peserta ini. Bukan hanya dari kalangan para pelaku UKM, ada pula mahasiswa dan pelajar yang ikut dalam kegiatan ini," tuturnya, Rabu (25/6).

Diterangkan Aziz, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat Yogyakarta, bahwa turunan kelapa sawit tidak hanya menghasilkan minyak goreng, namun juga produk-produk bahan dasar pembuatan makanan lainnya. Bahkan juga produk kebutuhan sehari-hari.

"Kelapa sawit merupakan komoditi yang penting bagi kehidupan masyarakat. Sehingga tentu tanaman ini baik untuk kehidupan," ucapnya.

Kegiatan ini, kata Aziz, upaya konkrit EMG dalam mengkampanyekan sawit baik bagi masyarakat. Bahkan sebagai bentuk dukungan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit nasional yang digaungkan oleh pemerintah," ujarnya.

"Semoga lewat kegiatan ini, wawasan para peserta bertambah sehingga dapat menciptakan produk-produk UKMK baru yang dapat bersaing di Negeri Istana ini," jelasnya.

Ketua Bidang UKM Diskop dan UKM DIY Veronika Setioningtyas Prativi menimpali, kegiatan ini adalah langkah strategis untuk memotivasi para pelaku UKMK untuk lebih kreatif dan tahu mengenai produk turunan kelapa sawit. Kemudian menjadi peluang baru disektor UKMK.

"Kita di sini, memiliki ratusan produk UMKM, dan workshop ini bisa jadi peluang dan menghasilkan produk baru bagi para pelaku UMKM dimana bahan dasarnya dari kelapa sawit," ulasnya.

Pihaknya mengaku sangat senang lantaran daerahnya terpilih menjadi tuan rumah gelaran Workshop Produksi bolu, keripik, kue kering, selai, rendang dan dodol berbahan kelapa sawit. Dimana sejatinya Yogyakarta tidak memiliki perkebunan kelapa sawit.

"Kita berharap peserta dapat mensosialisasikan ke masyarakat lain. Kemudian tidak hanya meningkatkan wawasan peserta, namun juga memotivasi untuk meningkatkan produk, meningkatkan peluang usaha baru. Hingga ikut memajukan daerah," terangnya
Kegiatan ini didukung Iin Arlina pelopor bolu kelapa sawit dari Muara Bungo, Jambi. Menurutnya, kegiatan ini dapat digunakan para peserta untuk menambah dan mengasah keterampilannya para pelaku UKMK di Yogyakarta.

Iin berharap, usai kegiatan yang dilangsungkan selama dua hari yakni 25 hingga 26 Juni 2025 ini, hadir usaha penganan baru yang dapat menarik masyarakat.

"Walaupun penganan atau jajanannya sudah ada, namun ada yang berbeda cara pembuatannya. Yakni menggunakan produk turunan kelapa sawit," tandasnya

Di kegiatan ini, Iin langsung memandu 50 peserta yang telah dibentuk menjadi 5 kelompok. Tiap kelompok dibimbing membuat sejumlah makanan yang bahannya menggunakan produk turunan kelapa sawit.