Singkawang, katakabar.com - Workshop usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) Sawit Milenial yang digagas, sekaligus digelar DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Kalimantan Barat, di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat meriah dan sukses, pada Kamis (21/3) sore lalu.

Bulan Suci Ramadhan semakin  membuat ratusan para petani sawit berusia muda atau Milenial yang tergabung DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Kalbar tersebut semakin semangat.

Menurut Ketua DPD I Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat, Y S Marjitan, acara ini digagas sekaligus digelar DPD Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

"Workshop ini melibatkan para petani sawit milenial dari berbagai daerah dari Kalimantan Barat, khususnya dari Kota Singkawang," ujar Marjitan, lewat kerangan resmi dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabut, akhir pekan.

Para petani sawit milenial semakin semangat kala mengetahui Pj Walikota Singkawang, Sumastro yang buka acara.

Pj Wali Kota Singkawang, Sumastro menyatakan, acara workshop benar-benar mengharukan. Apalagi, lokasi acara di Aula Hotel Dangau Singkawang, daerah yang berada di tengah-tengah antara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang, serta bagian dari perbatasan negara.

“Para petani sawit milenial paling kita andalkan saat ini dan ke depan," jelasnya.

Biasanya, ujar Pj Walikota, petani sawit milenial memiliki kemampuan mencari informasi dan inovasi melalui jaringan media sosial maupun komunitas yang mereka bangun sendiri.

"Terlebih saya dengar workshop ini akan diarahkan ke hilirisasi. Ini sangat luar biasa," tutuenya.

Bicara tentang sawit, ucap Pj Walikota, yang harus menjadi perhatian produktivitas. Petani sawit harus bisa mengalokasikan cadangan biaya pupuk, perawatan, karyawan dan lain-lain.

“Sawit ini berapa kita kasih makan, maka segitulah memberikan rejekinya kepada kita,” terangnya.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Kalimantan Barat, Purwati Munawir, menimpali, komunitas sawit berperan strategis bagi perekonomian nasional maupun daerah.

“Komunitas sisi sawit inilah yang telah berperan nyata dari penyerapan energi kerja. Di mana Provinsi Kalimantan Barat telah berhasil posisikan daerah ini sebagai salah satu sentra sawit nasional," ulasnya.

Untuk itu, terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat dan kabupaten dan kota atas dukungan dan pelatihan terhadap produksi sawit di Provinsi Kalimantan Barat.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Singkawang, Tjhai Chui Mie sampaikan  keinginannya agar para petani makmur dan rakyat sejahtera.

“Melalui workshop ini saya berharap para narasumber bisa memberikan motivasi bagi milenial untuk menjadi petani sawit,” jelasnya.

Bil cerita mau sukses atau berhasil, tutur Tjhai Chui Mie, perlu disiapkan sarana dan prasarana. Jadi, diharapkan pemerintah dapat ikut menyiapkan alat,  bibit dan membantu penjualannya.

“Apakah di satu kawasan perlu dibangun pabrik atau Crude Palm Oil (CPO) sehingga petani tidak bisa lagi membawa hasil panennya,” imbuhnya.

HKTI Singkawang, harap Tjhai, dukungan-dukungan seperti ini dari pemerintah untuk keberhasilan para petani.

Kepala Divisi UMKM BPDPKS, Helmi Muhansyah berjanji siap berkolaborasi dan mendukung.

“Khususnya rekan-rekan petani sawit milenial untuk berwirausaha menggunakan berbagai macam teknologi untuk mengembangkan produktivitas kelapa sawit,” tegasnya.