Jakarta, katakabar.com - Kereta api sudah mulai gunakan Biodiesel B40, yakni campuran Minyak Sawit atau Misa dan Solar. Penggunaan bahan bakar biodiesel B40 diuji secara resmi pada kereta api. Di mana targetnya digunakan secara penuh pada 2025 mendatang.
Harapan dari penggunaan B40 ini untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil, sehingga penggunaan biodiesel bisa menekan emisi.
Uji penggunaan pada kereta api ini, menurut Eniya adalah bagian dari uji penggunaan B40 untuk sektor non-otomotif pada tahun ini. Sedang uji penggunaan pada sektor otomotif telah rampung tahun lalu.
Uji penggunaan sektor non-otomotif, selain KA, yakni mencakup alat pertanian, pembangkit listrik, alat berat pertambangan, dan angkutan laut.
“Kami berharap semua uji penggunaan bisa selesai Desember ini sehingga penggunaan B40 secara penuh bisa dilakukan tahun 2025,” tegas Eniya lewat keterangan resmi dilansir dari laman website resmi BPDPKS, pada Selasa (23/7).
Eniya mengaku optimis jika penggunaan B40 bisa semakin meningkatkan penghematan devisa negara dari pengurangan impor solar jika dibandingkan dengan biodiesel sebelumnya, yakni B35.
Di sisi lain, peningkatan pemakaian biodiesel makin menurunkan emisi karbon di Indonesia sehingga makin ramah lingkungan.
Dijabarkan Eniya, penghematan devisa dari penggunaan B35 pada sektor otomotif dan non-otomotif pada tahun 2023 ini mencapai Rp122 triliun. Dus, tahun ini pun diperkirakan angkanya sama.
“Kalau tahun depan sudah beralih ke B40, penghematan bisa mencapai sekitar 9 miliar dollar AS setara Rp144 triliun,” rincinya.
Pada tahun 2025 nanti, ada target penurunan karbon dioksida atau CO2 mencapai 42,5 juta ton dari estimasi pemakaian 16 juta kiloliter B40. Target tersebut diketahui lebih besar dari pemakaian B35 yang mencapai 12,23 juta kiloliter pada 2023 dan diperkirakan mencapai 13 juta kiloliter hingga akhir tahun 2024 nanti.
Di keterangan yang sama, Suryawan Putra Hia menyatakan, jika PT KAI saat ini memakai bahan bakar B35 sebanyak 300 juta liter setahun. Selama pemakaian, pihaknya menyebut kalau tidak ada masalah terhadap performa mesin kereta api.
“Dari segi biaya tak ada perubahan, sama saja,” jelasnya. Jadi, Suryawan mengaku optimis peralihan dari B35 ke B40 bisa berjalan lancar mengingat spesifikasinya tak berbeda jauh," ulasnya.
Pihaknya meminta agar ada pendampingan dair tim ahli lantaran pihaknya mengaku tidak memiliki keahlian di bidang tersebut.
Di, PT KAI telah bekerja sama serta mendukung program biodiesel dari tahun 2018 saat kali pertama bahan bakar biodiesel B20 diluncurkan, berlanjut dengan B30, B35, hingga saat ini B40.
“KAI akan mendukung semaksimal mungkin program strategis pemerintah ini,” tegasnya.
Sedang, Mustafid Gunawan mengutarakan, bila uji penggunaan pada KA ini dilakukan untuk bahan bakar mesin lokomotif dan mesin genset kereta api.
Uji penggunaan mesin lokomotif itu masih dilakukan pada kereta barang rute Jakarta-Surabaya dan uji gensetnya dilakukan pada KA Bogowonto dengan rute Lempuyangan-Pasar Senen.
“Uji mesin lokomotif sudah dimulai dari 3 Juli 2024 dan selesai Desember 2024. Adapun uji genset dilakukan selama 1.200 jam yang dimulai hari ini hingga November 2024,” kata Mustafid.
Uji penggunaan B40 dilakukan di fasilitas PUK Lempuyangan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kompleks Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, pada Senin (22/7).
B40 bahan bakar campuran solar sebanyak 60 persen dan bahan bakar nabati atau BBN dari kelapa sawit sebanyak 40 persen. Untuk itu disebut sebagai B40.
Pada uji penggunaan hadir Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, kemudian Vice President Logistics PT KAI, Suryawan Putra Hia dan Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), Mustafid Gunawan.
Untuk mendukung uji penggunaan itu, telah dibangun fasilitas blending atau pencampuran bahan bakar, dan pengisian bahan bakar di lima lokasi milik PT KAI, yakni Cipinang (Jakarta), Arjawinangun (Cirebon), Cepu (Blora), Lempuyangan (Yogyakarta), dan Pasar Turi (Surabaya).
Wow Kereta Api Mulai Gunakan Biodiesel B40 Campuran Misa dan Solar
Diskusi pembaca untuk berita ini